Javascript must be enabled to continue!
PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL DI MANGKUNEGARAN SURAKARTA 1912-1940
View through CrossRef
Sekolah Siswo Mangkunegaran merupakan bagian dari Politik Etis yang pada awalnya bertujuan mempersiapkan pegawai pangreh praja, memperoleh tenaga administrasi yang murah dan terdidik dari lingkungannya sendiri. Dari Sekolah Siswo lahir tenaga-tenaga terdidik yang pada akhirnya mengisi profesi baru pada perusahaan gula Tasikmadu maupun Colomadu milik Mangkunegaran. Perusahaan gula Mangkunegaran dan perkebunan-perkebunan di sekitar Surakarta membutuhkan banyak tenaga kerja administrasi. Pemerintah swapraja Mangkunegaran tidak mungkin mendatangkan dari Barat karena biaya yang mahal. Adanya profesi-profesi baru dari kalangan terdidik, maka muncul para pekerja baru yang berstatus priyayi. Golongan ini datang dari lingkungan priyayi, tetapi mereka seringkali bergerak keluar dari lingkungan pangreh praja atau dengan kata lain keluar dari lingkungan tradisional. Mereka hidup dalam perbatasan antara masyarakat pribumi dan masyarakat kolonial. Betapapun tidak ada garis pemisah sosial yang absolut antara priyayi baru dan priyayi lama, antara kaum intelektual dan pejabat -pejabat pribumi, akan tetapi banyak orang dari kalangan bawah yang karena profesinya menjadikan mereka priyayi baru. Mereka dihormati seperti kaum priyayi tradisional. Banyak diantara mereka menyesuaikan diri dengan gaya hidup priyayi lama.
Title: PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN SOSIAL DI MANGKUNEGARAN SURAKARTA 1912-1940
Description:
Sekolah Siswo Mangkunegaran merupakan bagian dari Politik Etis yang pada awalnya bertujuan mempersiapkan pegawai pangreh praja, memperoleh tenaga administrasi yang murah dan terdidik dari lingkungannya sendiri.
Dari Sekolah Siswo lahir tenaga-tenaga terdidik yang pada akhirnya mengisi profesi baru pada perusahaan gula Tasikmadu maupun Colomadu milik Mangkunegaran.
Perusahaan gula Mangkunegaran dan perkebunan-perkebunan di sekitar Surakarta membutuhkan banyak tenaga kerja administrasi.
Pemerintah swapraja Mangkunegaran tidak mungkin mendatangkan dari Barat karena biaya yang mahal.
Adanya profesi-profesi baru dari kalangan terdidik, maka muncul para pekerja baru yang berstatus priyayi.
Golongan ini datang dari lingkungan priyayi, tetapi mereka seringkali bergerak keluar dari lingkungan pangreh praja atau dengan kata lain keluar dari lingkungan tradisional.
Mereka hidup dalam perbatasan antara masyarakat pribumi dan masyarakat kolonial.
Betapapun tidak ada garis pemisah sosial yang absolut antara priyayi baru dan priyayi lama, antara kaum intelektual dan pejabat -pejabat pribumi, akan tetapi banyak orang dari kalangan bawah yang karena profesinya menjadikan mereka priyayi baru.
Mereka dihormati seperti kaum priyayi tradisional.
Banyak diantara mereka menyesuaikan diri dengan gaya hidup priyayi lama.
Related Results
Analisis Citra Kawasan Mangkunegaran berdasarkan Penilaian Stakeholder dengan Konsep Legibility
Analisis Citra Kawasan Mangkunegaran berdasarkan Penilaian Stakeholder dengan Konsep Legibility
Citra kota merupakan gambaran mental dari sebuah kota sesuai dengan rata-rata pandangan masyarakatnya. Pemahaman seseorang tentang suatu kota akan lebih mendalam daripada sekedar k...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Bedhaya Anglirmendhung, a Sacred Dance at Mangkunegaran: The Study of Aesthetic Authority and Characteristics
Bedhaya Anglirmendhung, a Sacred Dance at Mangkunegaran: The Study of Aesthetic Authority and Characteristics
Bedhaya Anglirmendhung dance is considered a sacred heirloom in Mangkunegaran. Resembling Bedhaya Ketawang in Kasunanan Surakarta Palace and Bedhaya Semang in Kasultanan Yogyakarta...
Perspektif Pendidikan Islam Tentang Manajemen Perubahan Untuk Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
Perspektif Pendidikan Islam Tentang Manajemen Perubahan Untuk Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengkaji perspektif pendidikan Islam tentang manajemen perubahan untuk pengembangan lembaga pendidikan Islam2) menganalisis perspektif pendid...
”GEJOLAK SINGGASANA SANG ADIPATI” Dinamika Suksesi Mangkunegara IX Tahun 1987-1993
”GEJOLAK SINGGASANA SANG ADIPATI” Dinamika Suksesi Mangkunegara IX Tahun 1987-1993
Penelitian ini membahas dinamika suksesi di Pura Mangkunegaran, khususnya dalam pergantian kepemimpinan dari K.G.P.A.A. Mangkunegara VIII ke K.G.P.A.A. Mangkunegara IX pada periode...
Catatan Editor: Mengkaji perubahan sosial dalam perspektif psikologi sosial
Catatan Editor: Mengkaji perubahan sosial dalam perspektif psikologi sosial
Dunia begitu sering mengalami perubahan sosial, bahkan yang dramatis. Semua masyarakat mengala-minya dan jutaan orang terpengaruhi. “Perubahan—perubahan sosial yang sangat cepat—ad...

