Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Makna Filsafat Dan Nilai Kebijaksanaan Lokal Dalam Tradisi Hujan

View through CrossRef
Penelitian ini menjelaskan makna filosofis dan nilai hikmah dalam hujan tradisi dhawet yang dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran bahasa jawa di SMA. Penelitian ini dilakukan di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali , Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga dilakukan penelitian di SMA Negeri 3 Boyolali untuk disesuaikan dengan materi pembelajaran khususnya materi teks ekspositori. Penelitian yang saya gunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui keadaan sebenarnya pada saat penelitian berlangsung. Jadi mudah untuk menemukan data yang obyektif. Dhata yang akan dibawa seperti prosesi adat , apa makna filosofisnya, dan apa nilai kearifan lokal yang terkandung dalam hujan tersebut. ketat tradisi . Sumber data dilakukan dengan wawancara. Subyek penelitian diambil dengan menggunakan teknik snowball sampling, pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dengan cara wawancara kepada tokoh masyarakat di Desa Banyuanyar , Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali , guru bahasa Jawa di SMA Negeri 3 Boyolali , dan siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali . Selain itu, terdapat triangulasi teori dengan menggunakan jurnal penelitian yang sesuai. Analisis data menggunakan teori Miles & Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan urutan prosesi, makna filosofis dan nilai kearifan lokal dalam hujan tradisi dhawet dan juga dapat dikaitkan dengan bahan ajar bahasa jawa di SMA. Selain itu ada implikasi pedagogis dan praktis.
Title: Analisis Makna Filsafat Dan Nilai Kebijaksanaan Lokal Dalam Tradisi Hujan
Description:
Penelitian ini menjelaskan makna filosofis dan nilai hikmah dalam hujan tradisi dhawet yang dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran bahasa jawa di SMA.
Penelitian ini dilakukan di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali , Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu juga dilakukan penelitian di SMA Negeri 3 Boyolali untuk disesuaikan dengan materi pembelajaran khususnya materi teks ekspositori.
Penelitian yang saya gunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui keadaan sebenarnya pada saat penelitian berlangsung.
Jadi mudah untuk menemukan data yang obyektif.
Dhata yang akan dibawa seperti prosesi adat , apa makna filosofisnya, dan apa nilai kearifan lokal yang terkandung dalam hujan tersebut.
ketat tradisi .
Sumber data dilakukan dengan wawancara.
Subyek penelitian diambil dengan menggunakan teknik snowball sampling, pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Validasi data menggunakan triangulasi sumber dengan cara wawancara kepada tokoh masyarakat di Desa Banyuanyar , Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali , guru bahasa Jawa di SMA Negeri 3 Boyolali , dan siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali .
Selain itu, terdapat triangulasi teori dengan menggunakan jurnal penelitian yang sesuai.
Analisis data menggunakan teori Miles & Huberman.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan urutan prosesi, makna filosofis dan nilai kearifan lokal dalam hujan tradisi dhawet dan juga dapat dikaitkan dengan bahan ajar bahasa jawa di SMA.
Selain itu ada implikasi pedagogis dan praktis.

Related Results

DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Salah satu parameter yang menjadi salah satu penyebab bencana alam ialah hujan Pengamatan curah h...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
Pengantar
Pengantar
Alhamdulillah, adalah satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan suasana batin dan rasa bersyukur tim redaksi Jurnal Filsafat kepada Allah SWT, karena apa yang sudah lama dip...
Tradisi Lokal dalam Membangun Rumah dan Religiositas Masyarakat Perdesaan di Cirebon
Tradisi Lokal dalam Membangun Rumah dan Religiositas Masyarakat Perdesaan di Cirebon
Tulisan ini membahas tradisi masyarakat lokal dalam membangun bangunan rumah dan religiusitas masyarakat perdesaan di tengah tradisi tersebut. Lokus penelitian ini terletak di Desa...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...

Back to Top