Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

UKURAN DAN KOMPOSISI TUBUH MAHASISWA BIOLOGI TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS PADJADJARAN

View through CrossRef
Masa transisi dewasa awal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke universitas dapat menimbulkan berbagai tantangan bagi mahasiswa tahun pertama. Mahasiswa akan mengalami pola aktivitas yang cenderung berbeda, sehingga diperlukan kondisi fisik yang baik agar pengetahuan, kemampuan serta keterampilan menjadi berkembang secara optimal serta dapat berprestasi. Oleh karena itu, perlu melakukan pengukuran antropometri Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran untuk mendeskripsikan kondisi fisik baik berupa ukuran dan komposisi tubuh hingga status gizi sebagai upaya preventif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ukuran dan komposisi tubuh serta status gizi Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan melakukan pengukuran antropometri berupa tinggi badan, berat badan, komposisi lemak tubuh dan otot skeletal. Selain itu, Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan sebagai indikator status gizi. Subjek merupakan Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran, terdiri dari 74 perempuan dan 14 laki-laki (rentang usia 17-20 tahun). Hasil pengukuran menunjukkan tinggi dan berat badan Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran melebihi standar Indonesia. Perempuan memiliki tinggi dan berat badan sebesar 155,5 ± 5,3 cm dan 53,4 ± 10 kg, sedangkan laki-laki sebesar 167,5 ± 6,5 cm dan 60 ± 11,6 kg. Lemak visceral cenderung normal pada perempuan (96%) maupun laki-laki (93%). Perempuan memiliki komposisi tubuh cenderung berlemak, sedangkan laki-laki cenderung berotot. Distribusi lemak subkutan dominan (normal hingga lebih) perempuan terdapat pada lengan dan kaki, sedangkan laki-laki cenderung bervariatif (rendah hingga normal) pada berbagai bagian tubuh. Distribusi otot skeletal laki-laki sangat tinggi pada lengan dan kaki, sedangkan perempuan hanya pada kaki. Berdasarkan nilai IMT, mayoritas status gizi mahasiswa yaitu kategori normal (perempuan 65% dan laki-laki 71%). Kondisi ini menunjukkan lebih dari setengah populasi Mahasiswa Biologi tahun pertama memiliki kondisi fisik yang baik dikedua jenis kelamin.
Title: UKURAN DAN KOMPOSISI TUBUH MAHASISWA BIOLOGI TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS PADJADJARAN
Description:
Masa transisi dewasa awal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke universitas dapat menimbulkan berbagai tantangan bagi mahasiswa tahun pertama.
Mahasiswa akan mengalami pola aktivitas yang cenderung berbeda, sehingga diperlukan kondisi fisik yang baik agar pengetahuan, kemampuan serta keterampilan menjadi berkembang secara optimal serta dapat berprestasi.
Oleh karena itu, perlu melakukan pengukuran antropometri Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran untuk mendeskripsikan kondisi fisik baik berupa ukuran dan komposisi tubuh hingga status gizi sebagai upaya preventif.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ukuran dan komposisi tubuh serta status gizi Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran.
Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan melakukan pengukuran antropometri berupa tinggi badan, berat badan, komposisi lemak tubuh dan otot skeletal.
Selain itu, Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan sebagai indikator status gizi.
Subjek merupakan Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran, terdiri dari 74 perempuan dan 14 laki-laki (rentang usia 17-20 tahun).
Hasil pengukuran menunjukkan tinggi dan berat badan Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran melebihi standar Indonesia.
Perempuan memiliki tinggi dan berat badan sebesar 155,5 ± 5,3 cm dan 53,4 ± 10 kg, sedangkan laki-laki sebesar 167,5 ± 6,5 cm dan 60 ± 11,6 kg.
Lemak visceral cenderung normal pada perempuan (96%) maupun laki-laki (93%).
Perempuan memiliki komposisi tubuh cenderung berlemak, sedangkan laki-laki cenderung berotot.
Distribusi lemak subkutan dominan (normal hingga lebih) perempuan terdapat pada lengan dan kaki, sedangkan laki-laki cenderung bervariatif (rendah hingga normal) pada berbagai bagian tubuh.
Distribusi otot skeletal laki-laki sangat tinggi pada lengan dan kaki, sedangkan perempuan hanya pada kaki.
Berdasarkan nilai IMT, mayoritas status gizi mahasiswa yaitu kategori normal (perempuan 65% dan laki-laki 71%).
Kondisi ini menunjukkan lebih dari setengah populasi Mahasiswa Biologi tahun pertama memiliki kondisi fisik yang baik dikedua jenis kelamin.

Related Results

KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan hubungan makna-makna gramatikal leksem anggota tubuh yang ada di dalam Novel-Novel karya Andrea Hirata, antara lai...
FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TUBUH MERLEAU-PONTY
FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TUBUH MERLEAU-PONTY
Abstrak: Penelitian ini berangkat dari permasalahan relasi tubuh dan jiwa yang telah diperdebatkan selama berabad-abad oleh para pemikir Barat. Salah satu film yang cukup menyita p...
Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Nilai Biologi Mahasiswa Semester Satu Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah
Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Nilai Biologi Mahasiswa Semester Satu Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah
Pandemi COVID-19 juga membawa dampak yang cukup besar pada bidang pendidikan. Kebijakan mengharuskan semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah, termasuk kegiatan belajar-mengajar...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
AMBIGUITAS TUBUH PEREMPUAN DALAM PRAKTIK SURROGATE MOTHER DALAM NOVEL A HOUSE FOR HAPPY MOTHER KARYA AMULYA MALLADI
AMBIGUITAS TUBUH PEREMPUAN DALAM PRAKTIK SURROGATE MOTHER DALAM NOVEL A HOUSE FOR HAPPY MOTHER KARYA AMULYA MALLADI
The research was aimed at describing the ambiguity of women’s bodies involved in surrogate motherhood in the novel "A House for Happy Mothers" by Amulya Malladi. The theory in this...

Back to Top