Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI ADAT JALATN LOME JAIH DAYAK KRIO TERHADAP BUDAYA DAN MISI GEREJA: KAJIAN ANTROPOLOGIS CASSIRER

View through CrossRef
Adat Jalatn Lome Jaih merupakan warisan budaya masyarakat Dayak Krio di Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai pedoman dalam mengatur hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan identitas budaya lokal tetapi juga memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam misi Gereja Katolik. Perspektif Ernst Cassirer tentang manusia sebagai Animal Symbolicum memberikan kerangka filosofis untuk memahami peran simbol dalam membangun hubungan antara adat, budaya, dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi adat Jalatn Lome Jaih dalam misi Gereja Katolik serta mengungkap kontribusinya terhadap harmoni antara nilai-nilai lokal dan ajaran Gereja. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan menganalisis data dari literatur terkait adat Jalatn Lome Jaih, teori simbolisme Cassirer, dan inkulturasi dalam Gereja Katolik. Lokasi kajian ini adalah wilayah suku Dayak Krio di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Subyek penelitian mencakup masyarakat adat Dayak Krio yang masih mempraktikkan tradisi Jalatn Lome Jaih dan umat Katolik di wilayah tersebut. Teknik pengumpulan data melibatkan studi literatur, analisis teks, dan interpretasi simbol-simbol budaya serta religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Jalatn Lome Jaih memiliki simbolisme yang kaya dan relevan dengan ajaran Gereja Katolik, terutama dalam menciptakan ruang dialog budaya dan spiritualitas. Simbol-simbol adat seperti ritual agraris dan kepercayaan terhadap Dowata dapat diadaptasi ke dalam liturgi dan pastoral Gereja, memberikan makna baru bagi umat Katolik tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, integrasi adat Jalatn Lome Jaih ke dalam misi Gereja tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak Krio tetapi juga memperkaya spiritualitas umat dalam konteks yang inklusif dan universal.
Title: IMPLEMENTASI ADAT JALATN LOME JAIH DAYAK KRIO TERHADAP BUDAYA DAN MISI GEREJA: KAJIAN ANTROPOLOGIS CASSIRER
Description:
Adat Jalatn Lome Jaih merupakan warisan budaya masyarakat Dayak Krio di Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai pedoman dalam mengatur hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan.
Tradisi ini tidak hanya mencerminkan identitas budaya lokal tetapi juga memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam misi Gereja Katolik.
Perspektif Ernst Cassirer tentang manusia sebagai Animal Symbolicum memberikan kerangka filosofis untuk memahami peran simbol dalam membangun hubungan antara adat, budaya, dan agama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi adat Jalatn Lome Jaih dalam misi Gereja Katolik serta mengungkap kontribusinya terhadap harmoni antara nilai-nilai lokal dan ajaran Gereja.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan menganalisis data dari literatur terkait adat Jalatn Lome Jaih, teori simbolisme Cassirer, dan inkulturasi dalam Gereja Katolik.
Lokasi kajian ini adalah wilayah suku Dayak Krio di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Subyek penelitian mencakup masyarakat adat Dayak Krio yang masih mempraktikkan tradisi Jalatn Lome Jaih dan umat Katolik di wilayah tersebut.
Teknik pengumpulan data melibatkan studi literatur, analisis teks, dan interpretasi simbol-simbol budaya serta religius.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Jalatn Lome Jaih memiliki simbolisme yang kaya dan relevan dengan ajaran Gereja Katolik, terutama dalam menciptakan ruang dialog budaya dan spiritualitas.
Simbol-simbol adat seperti ritual agraris dan kepercayaan terhadap Dowata dapat diadaptasi ke dalam liturgi dan pastoral Gereja, memberikan makna baru bagi umat Katolik tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya lokal.
Dengan demikian, integrasi adat Jalatn Lome Jaih ke dalam misi Gereja tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak Krio tetapi juga memperkaya spiritualitas umat dalam konteks yang inklusif dan universal.

Related Results

MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
Penguatan Pendidikan Karakter Pada Komunitas Adat Dayak Meratus
ABSTRACT Character education is one of the activities that aims to educate future generations by perfecting students self by training their self-ability towards a better life...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, Stasi Ka’ar Kalimantan Selatan
Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, Stasi Ka’ar Kalimantan Selatan
Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat ...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
 A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...

Back to Top