Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tugas Metodologi Penelitian

View through CrossRef
Latar Belakang : Congestive Heart Failure atau lebih sering dikenal dengan penyakit gagal jantung adalah penyakit sindrom klinis yang ditandai dengan sesak nafas saat istirahat atau saat aktivitas yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung. Klien CHF dengan ketidakefektifan pola nafas perlu diberikan posisi semi fowler. Tujuan: diberikan posisi ini untuk menurunkan konsumsi oksigen dan meningkatkan ekspansi paru yang maksimal, sehingga ketidakefektifan pola nafas klien lebih optimal pada pasien CHF di RSUD Wates. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek dalam studi kasus ini adalah dua orang pasien yang terkena CHF dengan ketidakefektifan pola nafas. Intervensi semifowler position dilakukan dimana posisi kepala dan tubuh dinaikkan dengan 45°. Hasil: Penerapan posisi semi fowler (posisi duduk 45°) selama 3x24 jam sesuai dengan SOP membantu mengurangi sesak nafas dan membantu mengoptimalkan RR pada klien sehingga masalah ketidakefektifan pola nafas dapat teratasi.Kesimpulan: Intervensi pengaturan sudut posisi tidur secara bermakna dapat menghasilkan respirasi yang baik, sehingga bisa dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi untuk mengoptimalkan ketidakefektifan pola nafas.Latar belakang: Asma salah satu gangguan pada sistem pernapasan yang ditandai dengan sesak napas, batuk dan mengi. Salah satu penatalaksanaan yang bisa dilakukan pada pasien asma adalah dengan tindakan nonfarmakologis pursed lips breathing. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui pengaruh pursed lips breathing dalam terhadap peningkatan Arus Puncak Ekspirasi (APE) pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment pretest-posttest with control group. Jumlah subyek penelitian 20 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol. Pengukuran APE menggunakan philips respironics peak flow meter. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan APE pasien asmadengan p value 0,001 (p < 0,05). Pursed lips breathing membantu memperbaiki transportasi oksigen, melatih otot respirasi serta meningkatkan pengeluaran karbondioksida. Kesimpulan: Diharapkan perawat mengaplikasikan pursed lips breathing sebagai intervensi keperawatan mandiri pasien asma. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian terkait pursed lips breathing pada pasien asma.Latar belakang : anak autis memiliki gangguan komunikasi yang menyebabkan anak autis tidak mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Flashcard (kartu bergambar) diketahui dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak autis. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh media flashcard (kartu bergambar) terhadap kemampuan komunikasi anak autis. Metode : metode Penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan rancangan one group Pretest dan Posttest without control. Jumlah sampel dalam penelitian ini 12 anak autis. Hasil : hasil penelitian menggunakan Uji PairedT?Test, didapatkan nilai peningkatan rata-rata dengan nilai P-Value 0,000<0,05. Kesimpulan : kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh media flashcard (kartu bergambar) terhadap kemampuan komunikasi anak autis. Disarankan bagi peneliti selanjutnya media flashcard (kartu bergambar) ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternative untuk media promosi kesehatan pada anak berkebutuhan khusus autis .Latar Belakang : Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi akibat kenaikkan suhumencapai 38ºC, karena proses ekstrakranium, biasanya terjadi pada usia dibawah 5 tahun. Kejang demam sederhana merupakan kejang bersifat umum berlangsung beberapa detik dan kurang dari 15 menit. Tujuan: untuk menganalisa suhu partisipan yang mengalami hipertermi dengan diberikan kompres hangat di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek dalam penelitian ini 2 orang pasien anak dan keluarganya yang mengalami kejang demam sederhana. Hasil: setelah dilakukan pemberian kompres hangat pada partisipan 1 dan partisipan 2 selama 3 hari menunjukkan bahwa suhu partisipan 1 menurun dari 38.5°Cmenjadi dari 36.3°C dan partisipan 2 juga menurun dari 38.2°C menjadi 37.0°C. Kesimpulan:Pemberian kompres hangat merupakan tindakan yang efektif untuk menurunkan suhu pada partisipan yang mengalami hipertermi.
Center for Open Science
Title: Tugas Metodologi Penelitian
Description:
Latar Belakang : Congestive Heart Failure atau lebih sering dikenal dengan penyakit gagal jantung adalah penyakit sindrom klinis yang ditandai dengan sesak nafas saat istirahat atau saat aktivitas yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung.
Klien CHF dengan ketidakefektifan pola nafas perlu diberikan posisi semi fowler.
Tujuan: diberikan posisi ini untuk menurunkan konsumsi oksigen dan meningkatkan ekspansi paru yang maksimal, sehingga ketidakefektifan pola nafas klien lebih optimal pada pasien CHF di RSUD Wates.
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus.
Subjek dalam studi kasus ini adalah dua orang pasien yang terkena CHF dengan ketidakefektifan pola nafas.
Intervensi semifowler position dilakukan dimana posisi kepala dan tubuh dinaikkan dengan 45°.
Hasil: Penerapan posisi semi fowler (posisi duduk 45°) selama 3x24 jam sesuai dengan SOP membantu mengurangi sesak nafas dan membantu mengoptimalkan RR pada klien sehingga masalah ketidakefektifan pola nafas dapat teratasi.
Kesimpulan: Intervensi pengaturan sudut posisi tidur secara bermakna dapat menghasilkan respirasi yang baik, sehingga bisa dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi untuk mengoptimalkan ketidakefektifan pola nafas.
Latar belakang: Asma salah satu gangguan pada sistem pernapasan yang ditandai dengan sesak napas, batuk dan mengi.
Salah satu penatalaksanaan yang bisa dilakukan pada pasien asma adalah dengan tindakan nonfarmakologis pursed lips breathing.
Tujuan: Penelitian untuk mengetahui pengaruh pursed lips breathing dalam terhadap peningkatan Arus Puncak Ekspirasi (APE) pada pasien asma.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment pretest-posttest with control group.
Jumlah subyek penelitian 20 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol.
Pengukuran APE menggunakan philips respironics peak flow meter.
Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney.
Hasil: Terdapat peningkatan APE pasien asmadengan p value 0,001 (p < 0,05).
Pursed lips breathing membantu memperbaiki transportasi oksigen, melatih otot respirasi serta meningkatkan pengeluaran karbondioksida.
Kesimpulan: Diharapkan perawat mengaplikasikan pursed lips breathing sebagai intervensi keperawatan mandiri pasien asma.
Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian terkait pursed lips breathing pada pasien asma.
Latar belakang : anak autis memiliki gangguan komunikasi yang menyebabkan anak autis tidak mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Flashcard (kartu bergambar) diketahui dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak autis.
Tujuan : tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh media flashcard (kartu bergambar) terhadap kemampuan komunikasi anak autis.
Metode : metode Penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan rancangan one group Pretest dan Posttest without control.
Jumlah sampel dalam penelitian ini 12 anak autis.
Hasil : hasil penelitian menggunakan Uji PairedT?Test, didapatkan nilai peningkatan rata-rata dengan nilai P-Value 0,000<0,05.
Kesimpulan : kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh media flashcard (kartu bergambar) terhadap kemampuan komunikasi anak autis.
Disarankan bagi peneliti selanjutnya media flashcard (kartu bergambar) ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternative untuk media promosi kesehatan pada anak berkebutuhan khusus autis .
Latar Belakang : Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi akibat kenaikkan suhumencapai 38ºC, karena proses ekstrakranium, biasanya terjadi pada usia dibawah 5 tahun.
Kejang demam sederhana merupakan kejang bersifat umum berlangsung beberapa detik dan kurang dari 15 menit.
Tujuan: untuk menganalisa suhu partisipan yang mengalami hipertermi dengan diberikan kompres hangat di RSUD Dr.
Tjitrowardojo Purworejo.
Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus.
Subjek dalam penelitian ini 2 orang pasien anak dan keluarganya yang mengalami kejang demam sederhana.
Hasil: setelah dilakukan pemberian kompres hangat pada partisipan 1 dan partisipan 2 selama 3 hari menunjukkan bahwa suhu partisipan 1 menurun dari 38.
5°Cmenjadi dari 36.
3°C dan partisipan 2 juga menurun dari 38.
2°C menjadi 37.
0°C.
Kesimpulan:Pemberian kompres hangat merupakan tindakan yang efektif untuk menurunkan suhu pada partisipan yang mengalami hipertermi.

Related Results

ANALISIS TUGAS PERKEMBANGAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
ANALISIS TUGAS PERKEMBANGAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Mahasiswa merupakan masa memasuki masa dewasa yang pada umum berada pada rentang usia 18-25 tahun, pada masa tersebut mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap masa perkembanganny...
ANALISIS DAN PENERAPAN TOPIC MODELING PADA JUDUL TUGAS AKHIR MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA)
ANALISIS DAN PENERAPAN TOPIC MODELING PADA JUDUL TUGAS AKHIR MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA)
Tugas akhir menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa program studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana. Penentuan judul tugas akhir di p...
PENGARUH PERALIHAN BAHASA KOMPUTER PADA REPLIKASI EYE TRACKING
PENGARUH PERALIHAN BAHASA KOMPUTER PADA REPLIKASI EYE TRACKING
Penggunaan beberapa bahasa pemrograman selama perangkat lunak berkembang adalah praktik umum dalam pengembangan perangkat lunak modern. Akan tetapi, penggunaan bahasa yang berbeda ...
PERMASALAHAN PENYUSUNAN TUGAS AKHIR MAHASISWA BIDANG PENGKAJIAN SENI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI KERAJINAN FBS UNY
PERMASALAHAN PENYUSUNAN TUGAS AKHIR MAHASISWA BIDANG PENGKAJIAN SENI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI KERAJINAN FBS UNY
Tujuan  penelitian ini  adalah  untuk mendeskripsikan  kendala yang dialami mahasiwa dalam  penulisan proposal tugas akhir pendidikan seni kerajinan,  strategi pembimbingan yang ef...
PELAKSANAAN TUGAS JURUSITA PADA PERKARA PERDATA
PELAKSANAAN TUGAS JURUSITA PADA PERKARA PERDATA
ABSTRACT This study aims to determine the implementation of the bailiff's duties in civil cases based on Article 103 of the Republic of Indonesia Law Number 7 of 2021 and to ...
Perancangan Knowledge Management System Tugas Akhir Mahasiswa
Perancangan Knowledge Management System Tugas Akhir Mahasiswa
Pengetahuan yang ada pada pembimbingan dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa adalah pengetahuan yang diketahui serta dipahami oleh mahasiswa dan dosen pembimbing, umumnya proses p...
MENULIS KOMUNIKATIF (Pembelajaran Bahasa Indonesia Ragam Teknik)
MENULIS KOMUNIKATIF (Pembelajaran Bahasa Indonesia Ragam Teknik)
Berdasarkan hasil analisis temuan data penelitian di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan pokok sebagai berikut:1. Cara mengembangkan pembelajaran menulis komunikatif  MKW...
PENDIDIKAN AKUNTANSI : PENGGUNAAN INTERNET DALAM PENYELESAIAN TUGAS MAHASISWA
PENDIDIKAN AKUNTANSI : PENGGUNAAN INTERNET DALAM PENYELESAIAN TUGAS MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku mahasiswa akuntansi STIE Development terkait penggunaan internet dalam menyelesaikan tugas. Penelitian ini mengambil 69 informan pen...

Back to Top