Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BAKTERIOSIN Lactobacillus acidophillus ATCC 4356 DENGAN NISIN PADA PERTUMBUHAN Salmonella typhi ATCC 6539

View through CrossRef
Demam tifoid termasuk penyakit infeksi serius di Indonesia. Permasalahan yang sering timbul sehubungan penanganan kasus demam tifoid salah satunya adalah resistensi antibiotik. Resistensi antibiotika menjadi masalah global terutama dalam menangani masalah infeksi. WHO melaporkan Asia Tenggara memiliki angka tertinggi dalam kasus resistensi antibiotik di dunia. Penggunaan antimikroba yang tidak rasional dan berkembangnya resistensi antibiotika membuka ketertarikan untuk menggunakan alternatif antimikroba alami seperti bakteriosin. Bakteri Lactobacillus acidophilus (L. acidophilus) menghasilkan zat bakteriosin. Bakteriosin memiliki aktivitas bakterisidal dan bakteriostatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bakteriosin L. acidophilus ATCC 4356 terhadap pertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro sebagai antibiotik dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol dan nisin. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan post-test only control group design menggunakan metode difusi agar Kirby-Bauer pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasilnya didapatkan bakteriosin L.acidophilus ATCC 4356 mampu menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan sedang, nisin menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan kuat dan kloramfenikol menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan sangat kuat. Bakteriosin bekerja dengan cara membentuk pori pada membran sel bakteri yang akan merusak permeabilitas membran sitoplasma target dan menyebabkan kematian sel.
Title: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BAKTERIOSIN Lactobacillus acidophillus ATCC 4356 DENGAN NISIN PADA PERTUMBUHAN Salmonella typhi ATCC 6539
Description:
Demam tifoid termasuk penyakit infeksi serius di Indonesia.
Permasalahan yang sering timbul sehubungan penanganan kasus demam tifoid salah satunya adalah resistensi antibiotik.
Resistensi antibiotika menjadi masalah global terutama dalam menangani masalah infeksi.
WHO melaporkan Asia Tenggara memiliki angka tertinggi dalam kasus resistensi antibiotik di dunia.
Penggunaan antimikroba yang tidak rasional dan berkembangnya resistensi antibiotika membuka ketertarikan untuk menggunakan alternatif antimikroba alami seperti bakteriosin.
Bakteri Lactobacillus acidophilus (L.
acidophilus) menghasilkan zat bakteriosin.
Bakteriosin memiliki aktivitas bakterisidal dan bakteriostatik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bakteriosin L.
acidophilus ATCC 4356 terhadap pertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro sebagai antibiotik dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif.
Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol dan nisin.
Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan post-test only control group design menggunakan metode difusi agar Kirby-Bauer pada media Mueller Hinton Agar (MHA).
Hasilnya didapatkan bakteriosin L.
acidophilus ATCC 4356 mampu menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan sedang, nisin menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan kuat dan kloramfenikol menghasilkan efek anti mikroba terhadap Salmonella typhi dengan kekuatan sangat kuat.
Bakteriosin bekerja dengan cara membentuk pori pada membran sel bakteri yang akan merusak permeabilitas membran sitoplasma target dan menyebabkan kematian sel.

Related Results

Seroprevalence of Salmonella infections among HIV-Infected Patients in South-South, Nigeria
Seroprevalence of Salmonella infections among HIV-Infected Patients in South-South, Nigeria
Clinical syndromes caused by Salmonella infection in humans are divided into typhoid fever, caused by Salmonella typhi and Salmonella paratyphi and a range of clinical syndromes, i...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Nisin E, a New Nisin Variant Produced by Streptococcus equinus MDC1
Nisin E, a New Nisin Variant Produced by Streptococcus equinus MDC1
Members of the genus Streptococcus inhabit a variety of sites in humans and other animals and some species are prolific producers of proteinaceous antibiotics (bacteriocins). As li...
EXTENSIVELY DRUG RESISTANT (XDR) SALMONELLA TYPHI RED FLAG FOR CLINICIANS AT KARACHI
EXTENSIVELY DRUG RESISTANT (XDR) SALMONELLA TYPHI RED FLAG FOR CLINICIANS AT KARACHI
Background: Salmonella typhi cause enteric fever which is a grave community health problem with increasing antibiotic resistance. Salmonella typhi is responsible for 10.9 million m...
Perbandingan efektivitas ekstrak dengan minyak biji jintan hitam (habbatussauda) terhadap pertumbuhan salmonella typhi
Perbandingan efektivitas ekstrak dengan minyak biji jintan hitam (habbatussauda) terhadap pertumbuhan salmonella typhi
a) Latar Belakang : Salmonella typhi merupakan penyakit endemis yang serta menjadi masalah kesehatan global termasuk Indonesia. WHO memperkirakan jumlah kasus demam tifoid di selur...
Uji Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap Bakteri Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid
Uji Efektivitas Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) terhadap Bakteri Salmonella Typhi Penyebab Demam Tifoid
Salmonella typhi (S.typhi) merupakan kuman patogen penyebab demam tifoid. Menurut data WHO (World Health Organisation) memperkirakan angka insidensi di seluruh dunia sekitar 17 jut...

Back to Top