Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Kondisi Ketahanan Pangan di Kabupaten/Kota Provinsi Riau

View through CrossRef
Provinsi Riau tercatat menempati urutan keenam terbawah dari 34 Provinsi di Indonesia berdasarkan nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tahun 2022. Meskipun nilai IKP Provinsi Riau rendah, tetapi Provinsi Riau memiliki peningkatan nilai IKP yang stabil tiap tahunnya. Ketahanan pangan dapat dilihat dari dua indikator yaitu akses fisik dan ekonomi yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pada tujuan ke-2. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat wilayah-wilayah yang memiliki nilai ketahanan pangan yang optimal dan tidak optimal berdasarkan kondisi akses fisik dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis keberlanjutan yaitu Qualitative Comparative Analysis (QCA) dengan dibantu oleh perangkat lunak Tosmana. Populasi penelitian ini adalah 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam wilayah dengan ketahanan pangan optimal yaitu Dumai, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir. Sementara itu, terdapat empat wilayah dengan ketahanan pangan tidak optimal yaitu Indragiri Hulu, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Kondisi tersebut disebabkan oleh perbedaan dari masing-masing wilayah yang memiliki aspek ketersediaan, aksesibilitas, dan kebermanfaatan yang direpresentasikan melalui indikator akses fisik dan ekonomi. Ketiga aspek tersebut menentukan kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan memanfaatkan pangan secara cukup, aman, dan bergizi. Di sisi lain, program pemerintah daerah yang telah sukses dan belum efektif dalam implementasi peningkatan ketahanan pangan juga penyebab terhadap kondisi optimal dan tidak optimal.
Title: Analisa Kondisi Ketahanan Pangan di Kabupaten/Kota Provinsi Riau
Description:
Provinsi Riau tercatat menempati urutan keenam terbawah dari 34 Provinsi di Indonesia berdasarkan nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tahun 2022.
Meskipun nilai IKP Provinsi Riau rendah, tetapi Provinsi Riau memiliki peningkatan nilai IKP yang stabil tiap tahunnya.
Ketahanan pangan dapat dilihat dari dua indikator yaitu akses fisik dan ekonomi yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pada tujuan ke-2.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat wilayah-wilayah yang memiliki nilai ketahanan pangan yang optimal dan tidak optimal berdasarkan kondisi akses fisik dan ekonomi.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis keberlanjutan yaitu Qualitative Comparative Analysis (QCA) dengan dibantu oleh perangkat lunak Tosmana.
Populasi penelitian ini adalah 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam wilayah dengan ketahanan pangan optimal yaitu Dumai, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir.
Sementara itu, terdapat empat wilayah dengan ketahanan pangan tidak optimal yaitu Indragiri Hulu, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir.
Kondisi tersebut disebabkan oleh perbedaan dari masing-masing wilayah yang memiliki aspek ketersediaan, aksesibilitas, dan kebermanfaatan yang direpresentasikan melalui indikator akses fisik dan ekonomi.
Ketiga aspek tersebut menentukan kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan memanfaatkan pangan secara cukup, aman, dan bergizi.
Di sisi lain, program pemerintah daerah yang telah sukses dan belum efektif dalam implementasi peningkatan ketahanan pangan juga penyebab terhadap kondisi optimal dan tidak optimal.

Related Results

KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Berdasarkan data indeks ketahanan pangan tahun 2019, Kabupaten Kerinci memiliki indeks ketahanan yang baik, akan tetapi persebaran tingkat  ketahanan pangan untuk setiap kecamatann...
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Kedaulatan pangan diartikan sebagai hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas p...
Dinamika Ketahanan Pangan
Dinamika Ketahanan Pangan
Buku ini membahas berbagai aspek ketahanan pangan di Indonesia dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis data menggunakan metode deskriptif dan analisis kualitatif, buku ini...
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Kota Surakarta Di Masa Pandemi Covid-19
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Kota Surakarta Di Masa Pandemi Covid-19
Pangan merupakan kebutuhan essensial bagi manusia. Ketersediaan pangan dan gizi yang cukup menjadi hal yang penting dilakukan sebagai upaya pemenuhan pangan. Peningkatan ketersedia...
AKTIVASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN PADA MASYARAKAT DESA CILEMBU KABUPATEN SUMEDANG
AKTIVASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN PADA MASYARAKAT DESA CILEMBU KABUPATEN SUMEDANG
Abstrak Ketahanan pangan menjadi isu utama dalam kondisi perubahan iklim dunia saat ini yang tidak menentu. Panjangnya musim kemarau tahun ini (2023) akibat badai El Nino tel...
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
KARAKTERISTIK PETANI PADI PROVINSI RIAU : ANALISIS CLUSTER DAN BIPLOT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik profil petani padi pengguna pupuk subsidi dengan analisis cluster dan biplot. Dengan mengetahui kluster karakteristik ini ...
Ketahanan Pangan Masyarakat Nelayan Pasca Bencana di Kota Palu
Ketahanan Pangan Masyarakat Nelayan Pasca Bencana di Kota Palu
Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui kondisi ketahanan pangan masyarakat nelayan di Kota Palu pasca bencana di khusukan pada masyarakat nelayan di Kelurahan Panau dan Kelurah...

Back to Top