Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fungsi Bahasa Dalam Wacana Lisan Pidato Puan Maharani Pada Acara Hari Bung Karno

View through CrossRef
This research aims to analyze the functions of language used in Puan Maharani's speech during the Bung Karno Day, which was uploaded three months ago on the Liputan6 YouTube channel. The speech is considered a significant example of oral discourse in the context of commemorating Bung Karno Day. This study utilizes a discourse analysis approach with M.A.K. Halliday's (1973) theory of language functions, including instrumental function, regulatory function, representational function, interactional function, personal function, heuristic function, and imaginative function. The research method employed is qualitative descriptive. The data source consists of the video of Puan Maharani's speech on the Liputan6 YouTube channel. Data collection involved listening, transcribing the video into text, and note-taking. The results of the study indicate that in Puan Maharani's speech, language is used to convey essential messages related to the commemoration of Bung Karno Day. The dominant language function used is the representational function compared to other functions. This is because the speaker conveys facts while showing respect to state officials and political party leaders. This analysis provides a better understanding of the role of language in oral discourse in the context of historical and cultural commemorations. The implications of these findings can also contribute to the development of studies on language functions in a broader oral discourse context. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi bahasa yang digunakan dalam pidato Puan Maharani saat hari Bung Karno yang diunggah tiga bulan lalu oleh kanal YouTube Liputan6. Pidato tersebut dianggap sebagai contoh signifikan dari wacana lisan dalam konteks peringatan Hari Bung Karno. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana dengan teori fungsi bahasa M.A.K Halliday (1973) yang meliputi, fungsi instrumental, fungsi regulasi, fungsi representasional, fungsi interaksional, fungsi perorangan, fungsi heuristik, dan fungsi imajinatif. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Sumber data berupa video pidato Puan Maharani di kanal YouTube Liputan6. Pengambilan data dikumpulkan melalui mendengarkan, transkrip video ke teks, dan mencatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pidato Puan Maharani, bahasa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait dengan peringatan Hari Bung Karno. Fungsi bahasa yang dominan digunakan yakni fungsi bahasa representasi dibandingkan fungsi-fungsi yang lain. Hal ini dikarenakan penutur banyak menyampaikan fakta melalui rasa hormat kepada para petinggi negara dan partai politik. Analisis ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran bahasa dalam wacana lisan dalam konteks peringatan sejarah dan budaya. Implikasi dari temuan ini juga dapat memberikan kontribusi pada pengembangan studi tentang fungsi bahasa dalam wacana lisan yang lebih luas.
Ikaprobsi, Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Title: Fungsi Bahasa Dalam Wacana Lisan Pidato Puan Maharani Pada Acara Hari Bung Karno
Description:
This research aims to analyze the functions of language used in Puan Maharani's speech during the Bung Karno Day, which was uploaded three months ago on the Liputan6 YouTube channel.
The speech is considered a significant example of oral discourse in the context of commemorating Bung Karno Day.
This study utilizes a discourse analysis approach with M.
A.
K.
Halliday's (1973) theory of language functions, including instrumental function, regulatory function, representational function, interactional function, personal function, heuristic function, and imaginative function.
The research method employed is qualitative descriptive.
The data source consists of the video of Puan Maharani's speech on the Liputan6 YouTube channel.
Data collection involved listening, transcribing the video into text, and note-taking.
The results of the study indicate that in Puan Maharani's speech, language is used to convey essential messages related to the commemoration of Bung Karno Day.
The dominant language function used is the representational function compared to other functions.
This is because the speaker conveys facts while showing respect to state officials and political party leaders.
This analysis provides a better understanding of the role of language in oral discourse in the context of historical and cultural commemorations.
The implications of these findings can also contribute to the development of studies on language functions in a broader oral discourse context.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi bahasa yang digunakan dalam pidato Puan Maharani saat hari Bung Karno yang diunggah tiga bulan lalu oleh kanal YouTube Liputan6.
Pidato tersebut dianggap sebagai contoh signifikan dari wacana lisan dalam konteks peringatan Hari Bung Karno.
Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana dengan teori fungsi bahasa M.
A.
K Halliday (1973) yang meliputi, fungsi instrumental, fungsi regulasi, fungsi representasional, fungsi interaksional, fungsi perorangan, fungsi heuristik, dan fungsi imajinatif.
Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif.
Sumber data berupa video pidato Puan Maharani di kanal YouTube Liputan6.
Pengambilan data dikumpulkan melalui mendengarkan, transkrip video ke teks, dan mencatat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pidato Puan Maharani, bahasa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait dengan peringatan Hari Bung Karno.
Fungsi bahasa yang dominan digunakan yakni fungsi bahasa representasi dibandingkan fungsi-fungsi yang lain.
Hal ini dikarenakan penutur banyak menyampaikan fakta melalui rasa hormat kepada para petinggi negara dan partai politik.
Analisis ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran bahasa dalam wacana lisan dalam konteks peringatan sejarah dan budaya.
Implikasi dari temuan ini juga dapat memberikan kontribusi pada pengembangan studi tentang fungsi bahasa dalam wacana lisan yang lebih luas.

Related Results

PANDANGAN BUNG KARNO TENTANG PANCASILA DAN PENDIDIKAN
PANDANGAN BUNG KARNO TENTANG PANCASILA DAN PENDIDIKAN
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang esensial dari pandangan Bung Karno tentang Pancasila dan pendidikan. Metode penelitian historis ini mengkaji karya-k...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
PENTINGNYA MELESTARIKAN BAHASA DAERAH
Bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia memiliki ciri dan karakteristik yangberbeda antara satu bahasa dengan bahasa yang lain. Keunikan bahasa setiap daerahmenandakan identitas...
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
ABSTRAK Bahasa Sunda merupakan bahasa pertama masyarakat Jawa Barat dan tidak sedikit orang yang menggunakan bahasa sunda diberbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan...
Novia Mauli Putri, ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI PADA TEKS CERPEN, TEKS PROSEDUR, TEKS LINGKUNGAN DAN KEMUNGKINAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Novia Mauli Putri, ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI PADA TEKS CERPEN, TEKS PROSEDUR, TEKS LINGKUNGAN DAN KEMUNGKINAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Kata wacana berasal dari kata vacana ‘bacaan’ dalam bahasa sanskerta kemudian masuk dalam bahasa Jawa Kuno dan bahasa Jawa Baru yaitu wacana atau ‘bicara, kata, ucapan’. Menurut Po...
Imbauan Publik dalam Wacana Persuasi di Kota Makassar
Imbauan Publik dalam Wacana Persuasi di Kota Makassar
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) wujud wacana persuasi dalam imbauan publik d...
Analisiss Wacana Kritis Model Teun A. Van Djik pada Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional 2020
Analisiss Wacana Kritis Model Teun A. Van Djik pada Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional 2020
Penelitian ini bertujuan untuk memberi penjelasan dalam teks yang dikaji oleh seseorang atau kelompok yang memiliki tujuan untuk mengungkap kepentingan dari pihak tertentu. Metode ...

Back to Top