Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Mencermati Kisah Dipilihnya Matias Dari Spritualitas Kaum Pentakostal

View through CrossRef
Both in organizations and in social life, the existence of a leader is absolutely necessary to ensure the maintenance of order and peace in life. The Bible gives various descriptions of the election of a person to become a leader, for example Joseph who was chosen as a leader because he was able to interpret the dreams of Pharaoh or Saul who became king of Israel by lot. This article intends to reinterpret the story of the choice of Matthias to replace Judas Iscariot in Acts 1:15-26 from the Pentecostal spirituality frame. By using descriptive research methods and support from literature studies, it is hoped that this research will be able to provide a strong explanation of the variety of leadership choices in the biblical picture, the story of the election of Matthias, and the meaning of the Pentecostals related to this story. It was found that for the Pentecostals, the story of the election of Matthias to replace Judas Iscariot was a decision of God whose election was carried out in God's way. This story is also interpreted as God's answer to restore the elect.    Abstrak Baik dalam organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat keberadaan pemimpin mutlak perlu untuk memastikan terjaganya ketertiban dan kedamaian hidup. Alkitab memberikan berbagai gambaran terpilihnya seseorang menjadi pemimpin, seumpama Yusuf yang terpilih jadi pemimpin karena mampu menafsirkan mimpi Firaun ataupun Saul yang menjadi raja Israel lewat undian. Artikel ini bermaksud memaknai ulang kisah dipilihnya Matias mengantikan Yudas Iskariot dalam Kisah Para Rasul 1:15-26 dari bingkai spritualitas Pentakostal. Dengan menggunakan metode penelitian deskripsi dan dukungan dari kajian literatur, penelitian ini dirahapkan mampu memberikan penjelasan yang kuat tentang ragam pemilihan pemimpin dalam gambaran Alkitab, kisah pemilihan Matias, dan pemaknaan kaum Pentakostal terkait kisah ini. Didapati bahwa bagi kaum Pentakostal, kisah dipilihnya Matias mengantikan Yudas Iskariot ini merupakan keputusan Allah yang pemilihannya dilakukan dengan cara Allah. Kisah ini juga dimaknai sebagai jawaban Allah untuk memulihkan umat pilihan.
Sekolah Tinggi Teologi Syalom Bandar Lampung
Title: Mencermati Kisah Dipilihnya Matias Dari Spritualitas Kaum Pentakostal
Description:
Both in organizations and in social life, the existence of a leader is absolutely necessary to ensure the maintenance of order and peace in life.
The Bible gives various descriptions of the election of a person to become a leader, for example Joseph who was chosen as a leader because he was able to interpret the dreams of Pharaoh or Saul who became king of Israel by lot.
This article intends to reinterpret the story of the choice of Matthias to replace Judas Iscariot in Acts 1:15-26 from the Pentecostal spirituality frame.
By using descriptive research methods and support from literature studies, it is hoped that this research will be able to provide a strong explanation of the variety of leadership choices in the biblical picture, the story of the election of Matthias, and the meaning of the Pentecostals related to this story.
It was found that for the Pentecostals, the story of the election of Matthias to replace Judas Iscariot was a decision of God whose election was carried out in God's way.
This story is also interpreted as God's answer to restore the elect.
    Abstrak Baik dalam organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat keberadaan pemimpin mutlak perlu untuk memastikan terjaganya ketertiban dan kedamaian hidup.
Alkitab memberikan berbagai gambaran terpilihnya seseorang menjadi pemimpin, seumpama Yusuf yang terpilih jadi pemimpin karena mampu menafsirkan mimpi Firaun ataupun Saul yang menjadi raja Israel lewat undian.
Artikel ini bermaksud memaknai ulang kisah dipilihnya Matias mengantikan Yudas Iskariot dalam Kisah Para Rasul 1:15-26 dari bingkai spritualitas Pentakostal.
Dengan menggunakan metode penelitian deskripsi dan dukungan dari kajian literatur, penelitian ini dirahapkan mampu memberikan penjelasan yang kuat tentang ragam pemilihan pemimpin dalam gambaran Alkitab, kisah pemilihan Matias, dan pemaknaan kaum Pentakostal terkait kisah ini.
Didapati bahwa bagi kaum Pentakostal, kisah dipilihnya Matias mengantikan Yudas Iskariot ini merupakan keputusan Allah yang pemilihannya dilakukan dengan cara Allah.
Kisah ini juga dimaknai sebagai jawaban Allah untuk memulihkan umat pilihan.

Related Results

INTERSEKSI HERMENEUTIK RICOEUR DENGAN HERMENEUTIK PENTAKOSTAL
INTERSEKSI HERMENEUTIK RICOEUR DENGAN HERMENEUTIK PENTAKOSTAL
Artikel ini mengeksplorasi hermeneutik Pentakostal sebagai pendekatan khas Pentakostal dalam menafsirkan Kitab Suci dan mengaktualisasikannya pada praktik kehidupan. Dalam kehidupa...
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM
KARAKTERISTIK DAN NILAI-NILAI MORAL DALAM QASHASHUL QUR’AN : PERSFEKTIF ETIKA ISLAM
Abstrak Kisah-kisah dalam Al-Qur'an menarik perhatian karena mengandung hubungan sebab-akibat yang logis dan memberikan pesan serta pelajaran sejarah yang mendalam. Al-Qur'an memu...
Pragmatics of the Qur’an: Model Pemahaman Kisah Sayyidah Maryam yang Terikat Konteks
Pragmatics of the Qur’an: Model Pemahaman Kisah Sayyidah Maryam yang Terikat Konteks
Abstrak Kata Kunci: Pragamtik, Tindak Tutur, Implikatur, Kisah Sayyidah Maryam   Kisah Sayyidah Maryam dalam al-Qur’a>n merupakan salah-satu kisah yang menar...
Strategi Coaching untuk Pengembangan Spiritualitas Kaum Muda
Strategi Coaching untuk Pengembangan Spiritualitas Kaum Muda
Budaya pascamodern telah membentuk spiritualitas kaum muda menjadi spiritualitas yang memiliki karakteristik ambiguitas, autentisitas, dan pengalaman. Di tengah konteks ini, ada se...
Kisah Maryam binti Imran dalam QS. Maryam: 16-30 Perspektif Hermeneutika Wilhelm Dilthey
Kisah Maryam binti Imran dalam QS. Maryam: 16-30 Perspektif Hermeneutika Wilhelm Dilthey
Qaṣaṣ al-Qur’an merupakan satu kajian khusus yang dihadirkan oleh ulama ahli tafsir dalam memahami kisah yang ada dalam al-Qur’an. Qaṣaṣ al-Qur’an ini banyak mengandung keterangan ...
WAYANG DAN KREATIVITAS DALANG DALAM NASKAH SUNDA KUNO
WAYANG DAN KREATIVITAS DALANG DALAM NASKAH SUNDA KUNO
Naskah-naskah Sunda Kuno yang sampai kepada kita di masa sekarang merupakan peninggalan yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung aneka ragam gagasan dan kecerdasan orang Sunda ...
Pembelajaran yang Transformatif dalam Pelayanan Kaum Muda
Pembelajaran yang Transformatif dalam Pelayanan Kaum Muda
Masa muda adalah masa di mana seseorang mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan dalam dirinya, baik kemampuan, keterbatasan, kepercayaan, maupun nilai- nilai so...
Anoman Angrĕrĕpi Munggeng Nagasĕkar: dari Rubrikasi Hingga Hubungan Intertekstual Sĕrat Rama Jayakusuman dengan Sĕrat Rama Yasadipuran
Anoman Angrĕrĕpi Munggeng Nagasĕkar: dari Rubrikasi Hingga Hubungan Intertekstual Sĕrat Rama Jayakusuman dengan Sĕrat Rama Yasadipuran
This research discusses the rubrication of "Anoman Angrĕrĕpi munggeng Nagasekar" in the manuscript of Sĕrat Rama (Jayakusuman) in the collection of the Sonobudoyo Yogyakarta Museum...

Back to Top