Javascript must be enabled to continue!
POLA INFEKSI Streptococcus agalactiae STRAIN NP105O DAN N14G PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
View through CrossRef
Infeksi Streptococcosis yang disebabkan oleh bakteri patogen Streptococcus agalactiae dengan karakteristik strain berbeda menjadi permasalahan utama pada budidaya ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pola infeksi bakteri S. agalactiae strain NP105O dan N14G, melalui performa organ target, gejala klinis, serta hematologi ikan nila Oreochromis niloticus. Karakterisasi S. agalactiae berdasarkan pada SNI dan API 20 STREP, uji pertumbuhan bakteri dilakukan dengan metode total plate count (TPC). Pengujian eksistensi bakteri dengan cara menginjeksikan S. agalactiae secara intraperitoneal (IP) dengan konsentrasi 107 CFU.mL-1, dan pengamatan dilakukan dengan pengambilan darah dan dikultur di media BHIA. Hasil uji biokimia dan konfirmasi menggunakan API 20 STREP menunjukkan bahwa isolat terkonfirmasi positif sebagai S. agalactiae, dan NP105O dideteksi sebagai bakteri â-hemolitik. Pertumbuhan bakteri NP105O lebih cepat daripada N14G, namun eksistensi di darah masing-masing selama 72 jam dan 24 jam. Hasil pengamatan performa darah menunjukkan bahwa glukosa dan leukosit mengalami peningkatan signifikan masing-masing 53,5 ± 2,12 mg.dL-1 dan 6,51 ± 0,89 (105 sel.mm-3), sedangkan hematokrit dan eritrosit mengalami penurunan signifikan (P<0.05) masing-masing 21,10 ± 0,07% dan 14 ± 4,5 (105 sel.mm-3) pascainjeksi S. agalactiae. Gejala klinis pascainfeksi berupa melanosis, respons lambat, anorexia, ocular opacity, purulens, unilateral atau bilateral eksoptalmia, gasping, erratic, C-shape, dan whirling. Pola infeksi S. Agalactiae strain NP105O dan N14G berbeda pada ikan nila, dan sangat dipengaruhi oleh keberadaan bakteri pada organ ginjal, otak, dan mata.Streptococcosis infection caused by different strains of pathogenic bacteria Streptococcus agalactiae has been a major problem in tilapia culture. This research aimed to examine the patterns of S. agalactiae infection of NP105O and N14G strains, through targeted organ performance, clinical symptoms and hematological signs of tilapia, Oreochromis niloticus. The characterization of S. agalactiae was based on SNI and API 20 STREP. Bacterial growth test was carried out using the total plate count (TPC) method. Bacterial infection was performed by injecting S. agalactiae intraperitoneally (IP) with a concentration of 107 CFU.mL-1, and the observations were carried out by extracting and culturing the fish blood in BHIA media. The result of the biochemical test and API 20 STREP confirmed that the isolates was identified as S. agalactiae and NP105O strain was detected as â-hemolytic bacteria. The growth of NP105O strain was faster than N14G strain, where their clear presence in blood was observed at 72 and 24 hours, respectively. The result of hematological parameters showed that glucose and leukocytes increased significantly with values of 53.5 ± 2.12 mg.dL-1 and 6.51 ± 0.89 (105 cell.mm-3), respectively. On the other hand, hematocrit and erythrocytes decreased significantly (P<0.05) 21.10 ± 0.07% and 14 ± 4.5 (105 cell.mm-3) post-S. agalactiae injection. Clinical signs post-infection consisted of melanosis, slow response, anorexia, ocular opacity, purulence, unilateral or bilateral exophthalmos, gasping, erratic movement, C-shape and whirling. NP105O, and N14G strains show different patterns of infections on tilapia and strongly influenced by the presence of bacteria in the kidneys, brain, and eyes.
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: POLA INFEKSI Streptococcus agalactiae STRAIN NP105O DAN N14G PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
Description:
Infeksi Streptococcosis yang disebabkan oleh bakteri patogen Streptococcus agalactiae dengan karakteristik strain berbeda menjadi permasalahan utama pada budidaya ikan nila.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pola infeksi bakteri S.
agalactiae strain NP105O dan N14G, melalui performa organ target, gejala klinis, serta hematologi ikan nila Oreochromis niloticus.
Karakterisasi S.
agalactiae berdasarkan pada SNI dan API 20 STREP, uji pertumbuhan bakteri dilakukan dengan metode total plate count (TPC).
Pengujian eksistensi bakteri dengan cara menginjeksikan S.
agalactiae secara intraperitoneal (IP) dengan konsentrasi 107 CFU.
mL-1, dan pengamatan dilakukan dengan pengambilan darah dan dikultur di media BHIA.
Hasil uji biokimia dan konfirmasi menggunakan API 20 STREP menunjukkan bahwa isolat terkonfirmasi positif sebagai S.
agalactiae, dan NP105O dideteksi sebagai bakteri â-hemolitik.
Pertumbuhan bakteri NP105O lebih cepat daripada N14G, namun eksistensi di darah masing-masing selama 72 jam dan 24 jam.
Hasil pengamatan performa darah menunjukkan bahwa glukosa dan leukosit mengalami peningkatan signifikan masing-masing 53,5 ± 2,12 mg.
dL-1 dan 6,51 ± 0,89 (105 sel.
mm-3), sedangkan hematokrit dan eritrosit mengalami penurunan signifikan (P<0.
05) masing-masing 21,10 ± 0,07% dan 14 ± 4,5 (105 sel.
mm-3) pascainjeksi S.
agalactiae.
Gejala klinis pascainfeksi berupa melanosis, respons lambat, anorexia, ocular opacity, purulens, unilateral atau bilateral eksoptalmia, gasping, erratic, C-shape, dan whirling.
Pola infeksi S.
Agalactiae strain NP105O dan N14G berbeda pada ikan nila, dan sangat dipengaruhi oleh keberadaan bakteri pada organ ginjal, otak, dan mata.
Streptococcosis infection caused by different strains of pathogenic bacteria Streptococcus agalactiae has been a major problem in tilapia culture.
This research aimed to examine the patterns of S.
agalactiae infection of NP105O and N14G strains, through targeted organ performance, clinical symptoms and hematological signs of tilapia, Oreochromis niloticus.
The characterization of S.
agalactiae was based on SNI and API 20 STREP.
Bacterial growth test was carried out using the total plate count (TPC) method.
Bacterial infection was performed by injecting S.
agalactiae intraperitoneally (IP) with a concentration of 107 CFU.
mL-1, and the observations were carried out by extracting and culturing the fish blood in BHIA media.
The result of the biochemical test and API 20 STREP confirmed that the isolates was identified as S.
agalactiae and NP105O strain was detected as â-hemolytic bacteria.
The growth of NP105O strain was faster than N14G strain, where their clear presence in blood was observed at 72 and 24 hours, respectively.
The result of hematological parameters showed that glucose and leukocytes increased significantly with values of 53.
5 ± 2.
12 mg.
dL-1 and 6.
51 ± 0.
89 (105 cell.
mm-3), respectively.
On the other hand, hematocrit and erythrocytes decreased significantly (P<0.
05) 21.
10 ± 0.
07% and 14 ± 4.
5 (105 cell.
mm-3) post-S.
agalactiae injection.
Clinical signs post-infection consisted of melanosis, slow response, anorexia, ocular opacity, purulence, unilateral or bilateral exophthalmos, gasping, erratic movement, C-shape and whirling.
NP105O, and N14G strains show different patterns of infections on tilapia and strongly influenced by the presence of bacteria in the kidneys, brain, and eyes.
Related Results
DETEKSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (Orechromis niloticus)DIBALAI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DESA LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
DETEKSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (Orechromis niloticus)DIBALAI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DESA LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Abstrak (Indonesia)Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan spesies ikan yang memiliki genus ikan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang memiliki toleransi tinggi terhad...
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin nasutus (P. nasutus) sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena ...
Pertumbuhan ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) di Tambak dengan Pemberian Ransum Pakan dan Padat Penebaran yang Berbeda
Pertumbuhan ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) di Tambak dengan Pemberian Ransum Pakan dan Padat Penebaran yang Berbeda
Red Nile Tilapia of Larasati strain (Oreochromis niloticus)have capability to digest feed quite efficient, able to grow faster and diseases resistant. They are also tolerant to h...
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui jenis ikan unggul di OKU Timur. 2) Untuk mengetahui pertumbuhan komoditas subsektor perikanan di OKU Timur. Hasil penel...
Morfometrik lima species ikan yang dominan tertangkap di Danau Aneuk Laot, Kota Sabang
Morfometrik lima species ikan yang dominan tertangkap di Danau Aneuk Laot, Kota Sabang
Abstract. The objective of the present study was to analyze the morphometric variationsof five predominant fish species caught in Lake Aneuk Laot, Sabang City,Weh Island.The study ...
PENGEMBANGAN USAHA IKAN NILA di DESA MERANGIN KECAMATAN KAMPAR RIAU
PENGEMBANGAN USAHA IKAN NILA di DESA MERANGIN KECAMATAN KAMPAR RIAU
<p><strong><em>Abstract</em></strong><strong><em>.</em></strong><strong><em> </em></strong><em>T...
Inovasi Rabuk Ikan Menggunakan Nila Melalui Program Kewirausahaan Karya Inovasi Mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda
Inovasi Rabuk Ikan Menggunakan Nila Melalui Program Kewirausahaan Karya Inovasi Mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan dilaksanakan pada satu UKM di Samarinda yang terbentuk melalui kegiatan kewirausahaan di Politeknik Negeri Samarinda, yaitu UKM Omah...
Implementasi Sistem Bioflok pada Budidaya Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis sp.) Strain Merah di Kampung Kuper Kabupaten Merauke
Implementasi Sistem Bioflok pada Budidaya Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis sp.) Strain Merah di Kampung Kuper Kabupaten Merauke
Proses dekomposisi limbah organik dari sisa pakan buatan dan feses dalam pemeliharaan ikan intensif sangatpenting untuk mencegah akumulasi dan pengendapan limbah di lingkungan budi...

