Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH LATIHAN ROM DENGAN BOLA KARET TERHADAP KEKUATAN OTOT GENGGAM PASIEN STROKE NON HEMORAGIK

View through CrossRef
Pendahuluan: Stroke non hemoragik adalah penyakit yang disebabkan oleh oklusi pembuluh darah yang menyababkan terhentinya pasokan glukosa dan oksigen ke otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan ROM dengan bola karet terhadap kekuatan otot genggam pasien stroke non hemoragik di Rumah Sakit Kertha Usada. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental One Group PreTest-PostTest dengan uji Paired T-test yang dilaksanakan di Rumah Sakit Kertha Usada. Pengumpulan data menggunakan alat pengukur kekuatan otot genggam yaitu Hand Grip Dynamometer dan  lembar observasi dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 114 orang. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai kekuatan otot genggam pasien stroke non hemoragik sebelum diberikan latihan ROM dengan bola karet yaitu 8,09. Dan setelah diberikan latihan ROM dengan bola karet selama 5 sampai 10 menit, rata-rata nilai kekuatan otot genggam pasien stroke non hemoragik mengalami peningkatan yaitu 10,96. Berdasarkan hasil dari uji paired t-test menunjukkan bahwa hasil sig (2-tailed) atau nilai r = 0,000. Simpulan: Nilai ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara nilai kekuatan otot genggam sebelum diberikan latihan ROM dengan bola karet dan setelah diberikan latihan ROM dengan bola karet selama 5 sampai 10 menit.   Kata Kunci: ROM dengan bola karet, kekuatan otot genggam, stroke non hemoragik
Title: PENGARUH LATIHAN ROM DENGAN BOLA KARET TERHADAP KEKUATAN OTOT GENGGAM PASIEN STROKE NON HEMORAGIK
Description:
Pendahuluan: Stroke non hemoragik adalah penyakit yang disebabkan oleh oklusi pembuluh darah yang menyababkan terhentinya pasokan glukosa dan oksigen ke otak.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan ROM dengan bola karet terhadap kekuatan otot genggam pasien stroke non hemoragik di Rumah Sakit Kertha Usada.
Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental One Group PreTest-PostTest dengan uji Paired T-test yang dilaksanakan di Rumah Sakit Kertha Usada.
Pengumpulan data menggunakan alat pengukur kekuatan otot genggam yaitu Hand Grip Dynamometer dan  lembar observasi dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 114 orang.
Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai kekuatan otot genggam pasien stroke non hemoragik sebelum diberikan latihan ROM dengan bola karet yaitu 8,09.
Dan setelah diberikan latihan ROM dengan bola karet selama 5 sampai 10 menit, rata-rata nilai kekuatan otot genggam pasien stroke non hemoragik mengalami peningkatan yaitu 10,96.
Berdasarkan hasil dari uji paired t-test menunjukkan bahwa hasil sig (2-tailed) atau nilai r = 0,000.
Simpulan: Nilai ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara nilai kekuatan otot genggam sebelum diberikan latihan ROM dengan bola karet dan setelah diberikan latihan ROM dengan bola karet selama 5 sampai 10 menit.
  Kata Kunci: ROM dengan bola karet, kekuatan otot genggam, stroke non hemoragik.

Related Results

Pengaru Latihan Menggenggam Bola Karet Terhadap peningkatan skala kekuatan Otot Pada Pasien Post Stroke Di Puskesmas Labuapi
Pengaru Latihan Menggenggam Bola Karet Terhadap peningkatan skala kekuatan Otot Pada Pasien Post Stroke Di Puskesmas Labuapi
Stroke merupakan keadaan yang muncul karena adanya gangguan peredaran darah di otak yang mengakibatkan terjadinya kematian jaringan otak sehingga menyebabkan seseorang menderita ke...
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and  Stroke  Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
Bola voli adalah olahraga yang membutuhkan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan tubuh secara menyeluruh. Power otot tungkai memiliki peran yang sangat penting dalam permainan bola v...
Hubungan Power Otot Tungkai, Koordinasi Mata Kaki Dan Kekuatan Otot Perut Dengan Ketepatan Menembak Bola
Hubungan Power Otot Tungkai, Koordinasi Mata Kaki Dan Kekuatan Otot Perut Dengan Ketepatan Menembak Bola
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara power otot tungkai dengan ketepatan menembak bola ke gawang sepakbola pada pemain sepakbola kelompok umur 12 tahu...
PENGARUH WEIGHT TRAINING DAN BODY WEIGHT TRAINING TERHADAP POWER TUNGKAI ATLET BOLA TANGAN
PENGARUH WEIGHT TRAINING DAN BODY WEIGHT TRAINING TERHADAP POWER TUNGKAI ATLET BOLA TANGAN
Belum diketahuinya latihan berpengaruh untuk meningkatkan power tungkai atlet bola tangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh weight training terhadap power ot...

Back to Top