Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Losses dan Pembebanan Transformator Distribusi

View through CrossRef
Wilayah kerja PT. PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo Cabang Gorontalo dapat di katakan memiliki area suplay listrik yang cukup luas. Pada umumnya rumah tangga, industry, perkantoran, maupun perusahaan menggunakan alat listrik yang bersifat induktif seperti alat-alat elektronik, motor listri lampu TL, trafo serta peralatan tertentu yang bersifat induktif. Salah satu permasalahan yang timbul dalam pemakaian tadi adalah pemakaian daya reaktif , induktif untuk suatu kebutuhan daya semu menjadi lebih kecil, sehingga timbul adanya ketidak seimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik dan terjadi arus netral pada trafo distribusi, sehingga menghasilkan rugi-rugi daya pada trafo. Sebagai salah satu contoh gardu distribusi jalan Isimu Raya dalam skripsi ini penulis mengambil perbandingan rugi-rugi daya akibat ketidakseimbangan beban pada gardu distribusi tersebut. Di dalam perhitungan penulis mengetahui jelas berapa kVA trafo distribusi yang digunakan pada umumnya, sehingga bisa akurat data dalam perhitungan nanti. Pada umumnya transformator distribusi yang digunakan adalah 100 kVA 3 phasa, arus 2,9 – 144,5, dengan impendansi 4 %. Dalam perhitungannya terdapat beberapa persentse pembebanan pada trasformator distribusi yang terjadi pada siang hari dan malam hari yang dilihat dari bentuk pemakaian daya listrik. Dalam pembebanan transformator terlihat bahwa pada siang hari persentase pembebanan menurun, sedangkan pada malam hari (beban puncak) persentase pembebanan cukup tinggi. Sehingga bisa dilihat waktu beban puncak pada gardu distribusi GLI 58 jalan Isimu Raya. Secara keseluruhan disimpulkan bahwa pada malam hari ketidakseimbangan beban pada trafo tiang semakin besar karena penggunaan beban listrik tidak merata. PT. PLN (Persero) Suluttenggo Region Gorontalo Branch can be said to have a fairly large electricity supply area. In general, households, industries, offices, and companies use inductive electrical devices such as electronic devices, electric motors for TL lamps, transformers and certain inductive equipment. One of the problems that arise in the previous use is the use of reactive, inductive power for a smaller apparent power requirement, resulting in an imbalance of loads in an electric power distribution system and neutral currents that occur in distribution transformers, resulting in power losses in the distribution transformer. traffic As an example of the distribution of the Isimu Raya road substation in this thesis the author takes a comparison of power losses due to load imbalance in the distribution of the substation. In the calculations, the author clearly knows how many kVA distribution transformers are used in general, so that the data can be accurately calculated later. In general, the distribution of the transformer used is 100 kVA 3 phase, current 2.9 – 144.5, with 4% impedance. In the calculation, there are several percentages of loading on the distribution of the transformer that occur during the day and night as seen from the form of electricity consumption. In transformer loading, it can be seen that during the day the percentage of loading decreases, while at night (peak load) the percentage of loading is quite high. So that it can be seen the peak load time at the distribution of the GLI 58 substation on Jalan Isimu Raya. Overall, the key is at night so that the load on the pole transformer gets bigger because the use of the electric load is uneven.
Universitas Ichsan Gorontalo
Title: Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Losses dan Pembebanan Transformator Distribusi
Description:
Wilayah kerja PT.
PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo Cabang Gorontalo dapat di katakan memiliki area suplay listrik yang cukup luas.
Pada umumnya rumah tangga, industry, perkantoran, maupun perusahaan menggunakan alat listrik yang bersifat induktif seperti alat-alat elektronik, motor listri lampu TL, trafo serta peralatan tertentu yang bersifat induktif.
Salah satu permasalahan yang timbul dalam pemakaian tadi adalah pemakaian daya reaktif , induktif untuk suatu kebutuhan daya semu menjadi lebih kecil, sehingga timbul adanya ketidak seimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik dan terjadi arus netral pada trafo distribusi, sehingga menghasilkan rugi-rugi daya pada trafo.
Sebagai salah satu contoh gardu distribusi jalan Isimu Raya dalam skripsi ini penulis mengambil perbandingan rugi-rugi daya akibat ketidakseimbangan beban pada gardu distribusi tersebut.
Di dalam perhitungan penulis mengetahui jelas berapa kVA trafo distribusi yang digunakan pada umumnya, sehingga bisa akurat data dalam perhitungan nanti.
Pada umumnya transformator distribusi yang digunakan adalah 100 kVA 3 phasa, arus 2,9 – 144,5, dengan impendansi 4 %.
Dalam perhitungannya terdapat beberapa persentse pembebanan pada trasformator distribusi yang terjadi pada siang hari dan malam hari yang dilihat dari bentuk pemakaian daya listrik.
Dalam pembebanan transformator terlihat bahwa pada siang hari persentase pembebanan menurun, sedangkan pada malam hari (beban puncak) persentase pembebanan cukup tinggi.
Sehingga bisa dilihat waktu beban puncak pada gardu distribusi GLI 58 jalan Isimu Raya.
Secara keseluruhan disimpulkan bahwa pada malam hari ketidakseimbangan beban pada trafo tiang semakin besar karena penggunaan beban listrik tidak merata.
PT.
PLN (Persero) Suluttenggo Region Gorontalo Branch can be said to have a fairly large electricity supply area.
In general, households, industries, offices, and companies use inductive electrical devices such as electronic devices, electric motors for TL lamps, transformers and certain inductive equipment.
One of the problems that arise in the previous use is the use of reactive, inductive power for a smaller apparent power requirement, resulting in an imbalance of loads in an electric power distribution system and neutral currents that occur in distribution transformers, resulting in power losses in the distribution transformer.
traffic As an example of the distribution of the Isimu Raya road substation in this thesis the author takes a comparison of power losses due to load imbalance in the distribution of the substation.
In the calculations, the author clearly knows how many kVA distribution transformers are used in general, so that the data can be accurately calculated later.
In general, the distribution of the transformer used is 100 kVA 3 phase, current 2.
9 – 144.
5, with 4% impedance.
In the calculation, there are several percentages of loading on the distribution of the transformer that occur during the day and night as seen from the form of electricity consumption.
In transformer loading, it can be seen that during the day the percentage of loading decreases, while at night (peak load) the percentage of loading is quite high.
So that it can be seen the peak load time at the distribution of the GLI 58 substation on Jalan Isimu Raya.
Overall, the key is at night so that the load on the pole transformer gets bigger because the use of the electric load is uneven.
.

Related Results

ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP EFISIENSI DAN USIA PAKAI TRANSFORMATOR PADA PENYULANG BANDARA 2
ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP EFISIENSI DAN USIA PAKAI TRANSFORMATOR PADA PENYULANG BANDARA 2
Beban yang bersifat fluktuatif dapat menimbulkan rugi-rugi pada transformator. Ketika suatu transformator diberi energi akan timbul rugi-rugi inti, rugi-rugi kumparan dan rugi-rugi...
Pembebanan Transformator Distribusi di PT. Distribusi Energi Mandiri Makassar
Pembebanan Transformator Distribusi di PT. Distribusi Energi Mandiri Makassar
Transformator merupakan suatu alat listrik yang mengubah tegangan arus bolak-balik dari satu tingkat ke tingkat yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip-pri...
Pengaruh Variasi Pembebanan Pada Kinerja Transformator 60 MVA di PT. PLN Gardu Induk Keramasan
Pengaruh Variasi Pembebanan Pada Kinerja Transformator 60 MVA di PT. PLN Gardu Induk Keramasan
Gardu Induk Keramasan melayani sistem distribusi tenaga listrik dengan pola pembebanan yang bersifat fluktuatif setiap harinya. Fluktuasi beban tersebut berpotensi menimbulkan rugi...
STUDI PENGARUH PELUAHAN PARSIAL TERHADAP PENUAAN KUALITAS MINYAK TRANSFORMATOR
STUDI PENGARUH PELUAHAN PARSIAL TERHADAP PENUAAN KUALITAS MINYAK TRANSFORMATOR
Transformator merupakan peralatan yang vital dalam sistem tenaga listrik. Apabila terjadi kerusakan pada transformator dapat menyebabkan pen yaluran listrik ke konsumen dapat terga...
PENGARUH BEBAN SIMULASI PADA DESAIN BUCKET EXCAVATOR MENGGUNAKAN FEA
PENGARUH BEBAN SIMULASI PADA DESAIN BUCKET EXCAVATOR MENGGUNAKAN FEA
Penggunaan excavator saat ini sudah sangat umum digunakan.Efektivitas kerja yang tinggi membuat excavator sangat membantu dalam kemajuan bidang konstruksi dan pertambangan. Agar da...
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Analisis Rugi Tegangan Jaringan Distribusi 20 KV Pada PT. PLN (Persero) Cabang Merauke
Sistem Distribusi merupakan salah satu bagian penting dalam penyaluran energi listrik. Dalam penyalurannya, energi listrik yang disalurkan tidak seluruhnya diterima oleh konsumen. ...
ANALISIS PENGARUH PURIFIKASI OLI TRANSFORMATOR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS TRANSFORMATOR DISTRIBUSI
ANALISIS PENGARUH PURIFIKASI OLI TRANSFORMATOR TERHADAP TEGANGAN TEMBUS TRANSFORMATOR DISTRIBUSI
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan mengetahui pengaruh purifikasi terhadap peningkatan tegangan tembus oli transformator di PT Darma Karya Elekt...

Back to Top