Javascript must be enabled to continue!
Kajian Performa CORS ULPC Untuk Penentuan Posisi Metode RTK NTRIP Berdasarkan Panjang Baseline
View through CrossRef
Faktor – faktor yang mempengaruhi ketelitian penelitian menggunakan CORS ULPC diantaranya adalah kekuatan komunikasi data tergantung alat yang dipakai, network area, batery rover, serta jarak antara rover dengan base station, semakin jauh jaraknya maka semakin menurun kualitasnya. Pada umumnya RTK-NTRIP hanya dapat memperoleh ketelitian sejauh 30 km. Data yang digunakan, data hasil pengukuran GNSS arah Bakauheni yang di ukur sejauh 79 km. Hasil koordinat pengukuran akan diposes menggunakan software Microsoft Excel, untuk mengetahui nilai RMSE akurasi horizontal dan vertikal menggunakan standar deviasi hasil pengamatan, serta melakukan uji korelasi dilakukan untuk melihat pengaruh hubungan antara ketelitian dengan panjang baseline. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada panjang baseline 1 km hingga 20 km memiliki ketelitian 1 cm hingga 5 cm. Peningkatan kesalahan mulai terlihat pada km 20 hingga 50 dengan nilai ketelitian yang didapatkan 5 cm hingga 10 cm. Kemudian, pada km 50 hingga 79, terlihat peningkatan kesalahan yang meningkat tajam dengan nilai ketelitian melebihi 10 cm. Nilai RMSE yang diperoleh pada hasil pengukuran menunjukkan garis trendline yang naik, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,817 dan 0,799. Hal ini menjelaskan bahwa ada hubungan yang kuat antara panjang baseline dengan ketelitian pengukuran, yang mana semakin jauh jarak pengukuran maka akan semakin berkurang nilai ketelitian yang didapatkan.Kata kunci: CORS ULPC, RTK-NTRIP, Akurasi, Panjang Baseline
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Kajian Performa CORS ULPC Untuk Penentuan Posisi Metode RTK NTRIP Berdasarkan Panjang Baseline
Description:
Faktor – faktor yang mempengaruhi ketelitian penelitian menggunakan CORS ULPC diantaranya adalah kekuatan komunikasi data tergantung alat yang dipakai, network area, batery rover, serta jarak antara rover dengan base station, semakin jauh jaraknya maka semakin menurun kualitasnya.
Pada umumnya RTK-NTRIP hanya dapat memperoleh ketelitian sejauh 30 km.
Data yang digunakan, data hasil pengukuran GNSS arah Bakauheni yang di ukur sejauh 79 km.
Hasil koordinat pengukuran akan diposes menggunakan software Microsoft Excel, untuk mengetahui nilai RMSE akurasi horizontal dan vertikal menggunakan standar deviasi hasil pengamatan, serta melakukan uji korelasi dilakukan untuk melihat pengaruh hubungan antara ketelitian dengan panjang baseline.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada panjang baseline 1 km hingga 20 km memiliki ketelitian 1 cm hingga 5 cm.
Peningkatan kesalahan mulai terlihat pada km 20 hingga 50 dengan nilai ketelitian yang didapatkan 5 cm hingga 10 cm.
Kemudian, pada km 50 hingga 79, terlihat peningkatan kesalahan yang meningkat tajam dengan nilai ketelitian melebihi 10 cm.
Nilai RMSE yang diperoleh pada hasil pengukuran menunjukkan garis trendline yang naik, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,817 dan 0,799.
Hal ini menjelaskan bahwa ada hubungan yang kuat antara panjang baseline dengan ketelitian pengukuran, yang mana semakin jauh jarak pengukuran maka akan semakin berkurang nilai ketelitian yang didapatkan.
Kata kunci: CORS ULPC, RTK-NTRIP, Akurasi, Panjang Baseline.
Related Results
STRATEGI PENDEFINISIAN CORS ULPC DENGAN KOMBINASI SATELIT GPS DAN GLONAS
STRATEGI PENDEFINISIAN CORS ULPC DENGAN KOMBINASI SATELIT GPS DAN GLONAS
CORS adalah suatu teknologi berbasis GNSS berupa jaringan kerangka geodesi yang setiap titiknya dilengkapi dengan receiver yang dapat menerima sinyal gelombang dari satelit GNSS se...
KAJIAN TINGGI ORTHOMETRIK PENGUKURAN RTK NTRIPLEVELLING HASIL REDUKSI GEOID GLOBAL DAN SRGI
KAJIAN TINGGI ORTHOMETRIK PENGUKURAN RTK NTRIPLEVELLING HASIL REDUKSI GEOID GLOBAL DAN SRGI
Dewasa ini metode pengukuran RTK-NTRIP semakin sering digunakan dalam berbagai pengukuran, seperti pengukuran topografi, pengukuran situasi atau detail serta lain sebagainya. Metod...
Analisis Nilai Chi Square pada Pengolahan Koordinat CORS ULPC
Analisis Nilai Chi Square pada Pengolahan Koordinat CORS ULPC
ULPC (Universitas Lampung CORS) merupakan stasiun CORS aktif milik Universitas Lampung yang terletak diatas kubah Gedung G Fakultas Teknik Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika yang...
Dual-System RTK, Centimeter-Accurate Positioning
Dual-System RTK, Centimeter-Accurate Positioning
<div class="htmlview paragraph">RTK stands for “Real Time Kinematic”. GPS RTK receivers provide real time position at centimeter level accuracy, on moving vehicles.</div&g...
GNSS Interferometric Reflectometry for Station Location Suitability Analysis
GNSS Interferometric Reflectometry for Station Location Suitability Analysis
<p>National geodetic reference systems can be continuously monitored using applications of Global Navigation Satellite Systems (GNSS). Within these reference systems,...
A chemically inducible multimerization system for tunable and background-free RTK activation
A chemically inducible multimerization system for tunable and background-free RTK activation
ABSTRACT
Receptor tyrosine kinases (RTKs) are key regulators of diverse cellular processes, including differentiation, migration, proliferation, survival, and intracell...
PENGARUH POSISI JONGKOK PADA KALA II PERSALINAN
PENGARUH POSISI JONGKOK PADA KALA II PERSALINAN
Posisi persalinan dapat meningkatkan kenyamanan dengan merangsang reseptor di otak yang menurunkan persepsi nyeri akibat kontraksi uterus sehingga hal ini dapat mempercepat persali...
Pengaruh Panjang Lengkung Sudu terhadap Performa Turbin Angin Atap Rumah
Pengaruh Panjang Lengkung Sudu terhadap Performa Turbin Angin Atap Rumah
Pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi terbarukan semakin penting dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memitigasi dampak perubahan iklim. Turbin...

