Javascript must be enabled to continue!
Pelatihan Peningkatan Pengetahuan Pengurus KUBE tentang Modal yang Dimiliki
View through CrossRef
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan program pemberdayaan dalam rangka penanggulangan kemiskinan secara kelompok. Berdasarkan berbagai sumber referensi dan observasi langsung di lapangan, ditemukan bahwa masalah umum yang menjadi hambatan berkembangnya KUBE adalah lemahnya SDM pengelola, keterbatasan modal, dan kesulitan pemasaran. Banyak KUBE tampaknya berpikir terlalu sempit mengenai jenis usaha yang bisa dilakukannya. Namun, secara umum dapat ditarik benang merah bahwa masalahnya adalah banyak pengelola KUBE yang belum mengerti tentang potensi basic material dan social asset (baik yang berwujud maupun tidak berwujud) yang dimilikinya. Tujuan yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang basic material dan social asset yang dimiliki oleh masing-masing KUBE. Berdasarkan hasil post-test tersebut ditemukan bahwa para peserta pengabdian pada umumnya bisa memahami pengertian KUBE dan tujuan didirikannya badan usaha tersebut dengan lebih baik. Para peserta juga mendapatkan nilai rata-rata yang lebih tinggi terkait pengetahuan dan/atau pemahaman tentang basic material dan social asset yang dimiliki desa dan/atau badan usahanya. Berdasarkan kesulitan-kesulitan yang dikemukakan pengelola KUBE, tim pengabdian menyarankan beberapa strategi untuk membangun bisnis KUBE agar tidak gagal atau memperkecil risiko gagal.
Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya
Title: Pelatihan Peningkatan Pengetahuan Pengurus KUBE tentang Modal yang Dimiliki
Description:
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan program pemberdayaan dalam rangka penanggulangan kemiskinan secara kelompok.
Berdasarkan berbagai sumber referensi dan observasi langsung di lapangan, ditemukan bahwa masalah umum yang menjadi hambatan berkembangnya KUBE adalah lemahnya SDM pengelola, keterbatasan modal, dan kesulitan pemasaran.
Banyak KUBE tampaknya berpikir terlalu sempit mengenai jenis usaha yang bisa dilakukannya.
Namun, secara umum dapat ditarik benang merah bahwa masalahnya adalah banyak pengelola KUBE yang belum mengerti tentang potensi basic material dan social asset (baik yang berwujud maupun tidak berwujud) yang dimilikinya.
Tujuan yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang basic material dan social asset yang dimiliki oleh masing-masing KUBE.
Berdasarkan hasil post-test tersebut ditemukan bahwa para peserta pengabdian pada umumnya bisa memahami pengertian KUBE dan tujuan didirikannya badan usaha tersebut dengan lebih baik.
Para peserta juga mendapatkan nilai rata-rata yang lebih tinggi terkait pengetahuan dan/atau pemahaman tentang basic material dan social asset yang dimiliki desa dan/atau badan usahanya.
Berdasarkan kesulitan-kesulitan yang dikemukakan pengelola KUBE, tim pengabdian menyarankan beberapa strategi untuk membangun bisnis KUBE agar tidak gagal atau memperkecil risiko gagal.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ANALISIS MODAL KERJA PADA KOPERASI SERBA USAHA DI KOTA METRO
ANALISIS MODAL KERJA PADA KOPERASI SERBA USAHA DI KOTA METRO
Modal kerja merupakan suatu kekayaan yang digunakan untuk membelanjai perusahaan sehari-hari. Modal kerja biasanya berbentuk uang kas, piutang, persediaan barang yang kesemuanya it...
Kontribusi Modal Sosial dalam Mengefektifkan Modal Lingkungan (Kasus Komunitas Kampung Nelayan Untia Makassar)
Kontribusi Modal Sosial dalam Mengefektifkan Modal Lingkungan (Kasus Komunitas Kampung Nelayan Untia Makassar)
AbstractThe Untia fishing village community was formed from the relocation of the residents of Laelae Island in 1998. The community that was built from the results of relocation ha...
ECONOMIC EMPOWERMENT THROUGH INCOME GENERATING of e-WARONG KUBE
ECONOMIC EMPOWERMENT THROUGH INCOME GENERATING of e-WARONG KUBE
This research entitled Economic Empowerment through Income Generating of e-Warong KUBE with the aims and purpose of this research were to describe and analyse 1) Economic empowerme...
PENDAMPINGAN BRANDING PACKAGING DAN DIGITAL MARKETING PADA KERUPUK ATOM KHAS DESA PENGUDANG
PENDAMPINGAN BRANDING PACKAGING DAN DIGITAL MARKETING PADA KERUPUK ATOM KHAS DESA PENGUDANG
KUBE Jaya Abadi atom cracker was established in 2016. The processed food produced by kube is atom cracker which is made from puput fish as the main ingredient. There are problems f...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Analisis Pengaruh Modal Sendiri, Modal Pinjaman, Dan Jumlah Anggota Terhadap Peningkatan Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Simpan Pinjam Manik Sedana Artha
Analisis Pengaruh Modal Sendiri, Modal Pinjaman, Dan Jumlah Anggota Terhadap Peningkatan Sisa Hasil Usaha Pada Koperasi Simpan Pinjam Manik Sedana Artha
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sendiri yang dimiliki Koperasi Simpan Pinjam Manik Sedana Artha sudah baik, dengan kondisi nyata bahwa modal sendiri yang digunakan unt...

