Javascript must be enabled to continue!
PERKEMBANGAN KERAJINAN KUNINGAN DI KELURAHAN LAMANGGA KECAMATAN MURHUM KOTA BAUBAU: 1990-2022
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan awal munculnya kerajinan kuningan di Kelurahan Lamangga Kecamatan Murhum Kota Baubau, (2) menjelaskan perkembangan produk kerajinan kuningan di Kelurahan Lamangga Kecamatan Murhum di Kota Baubau 1990-2022. Jenis penelitian ini merupakan sejarah kebudayaan dengan menggunakan pendekatan multidimensional. Data primer yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari arsip, dokumen asli, dan informasi dari para informan terkait penelitian ini, sementara sumber sekunder diperoleh dari skripsi, tesis, jurnal penelitian, dan artikel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap penelitian yaitu Pemilihan Topik, Heuristik, Verifikasi Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerajinan kuningan di Kelurahan Lamangga telah ada sejak zaman Kerajaan Buton. Kerajinan Kuningan masuk di Pulau Buton dibawa oleh orang Jawa. Orang Jawa tersebut masuk dan menikah dengan orang Lamangga lalu kemudian membuka usaha kuningan. Perkembangan produk kerjinan kuningan di Kelurahan Lamangga terdiri dari perkembangan produk dari tahun 1990-2000. Perkembangan produk hanya terdiri dari beberapa produk kerajinan yaitu belanga, gong, talang, tempat siri, cerek atau teko, keris dan setrika. Kemudaian pada tahun 2001-2022 para pengrajin menciptakan inovasi baru kerajinan kuningan berupa vas bunga, tudung saji, dan ornamen masjid.
Universitas Halu Oleo
Title: PERKEMBANGAN KERAJINAN KUNINGAN DI KELURAHAN LAMANGGA KECAMATAN MURHUM KOTA BAUBAU: 1990-2022
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan awal munculnya kerajinan kuningan di Kelurahan Lamangga Kecamatan Murhum Kota Baubau, (2) menjelaskan perkembangan produk kerajinan kuningan di Kelurahan Lamangga Kecamatan Murhum di Kota Baubau 1990-2022.
Jenis penelitian ini merupakan sejarah kebudayaan dengan menggunakan pendekatan multidimensional.
Data primer yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari arsip, dokumen asli, dan informasi dari para informan terkait penelitian ini, sementara sumber sekunder diperoleh dari skripsi, tesis, jurnal penelitian, dan artikel.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap penelitian yaitu Pemilihan Topik, Heuristik, Verifikasi Sumber, Interpretasi, dan Historiografi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerajinan kuningan di Kelurahan Lamangga telah ada sejak zaman Kerajaan Buton.
Kerajinan Kuningan masuk di Pulau Buton dibawa oleh orang Jawa.
Orang Jawa tersebut masuk dan menikah dengan orang Lamangga lalu kemudian membuka usaha kuningan.
Perkembangan produk kerjinan kuningan di Kelurahan Lamangga terdiri dari perkembangan produk dari tahun 1990-2000.
Perkembangan produk hanya terdiri dari beberapa produk kerajinan yaitu belanga, gong, talang, tempat siri, cerek atau teko, keris dan setrika.
Kemudaian pada tahun 2001-2022 para pengrajin menciptakan inovasi baru kerajinan kuningan berupa vas bunga, tudung saji, dan ornamen masjid.
Related Results
Pengaruh Kompetensi Pegawai Kelurahan terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Wilayah Kecamatan Murhum Kota Baubau
Pengaruh Kompetensi Pegawai Kelurahan terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Wilayah Kecamatan Murhum Kota Baubau
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan penelitian untuk menganalisis dan menjelaskan kompetensi pegawai kelurahan, pelayanan administrasi kependudukan, serta pengaruh kompetensi pe...
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN LAKOLOGOU KECAMATAN KOKALUKUNA KOTA BAUBAU
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN LAKOLOGOU KECAMATAN KOKALUKUNA KOTA BAUBAU
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kondisi lingkungan permukiman di tinjau dari aspek fisik (prasarana dan sarana), sosial dan ekonomi masyarakat di Kelurah...
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEBIJAKAN DIVERSI PEMERINTAH DAERAH DALAM PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN KUNINGAN
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEBIJAKAN DIVERSI PEMERINTAH DAERAH DALAM PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN KUNINGAN
AbstractThe writer does this research with background to know the rule of diversion policy specifically for children in Kuningan Regency. The purposes of writing this paper are to ...
KERAJINAN WAYANG KACA DAN “SAAB MOTE”
KERAJINAN WAYANG KACA DAN “SAAB MOTE”
Desa Nagasepaha merupakan pusat berbagai kerajinan seperti kerajinan perak, kayu, seruling, tenun, “saab mote”, dan lukisan kaca. Dari sejumlah kerajinan tersebut, kerajinan “saab ...
PELAKSANAAN PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN SETONOPANDE KECAMATAN KOTA, KOTA KEDIRI
PELAKSANAAN PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN SETONOPANDE KECAMATAN KOTA, KOTA KEDIRI
Penelitian ini berangkat dari permaslahan tentang kualitas pelayanan di Kantor Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota Kediri, Kota Kediri. Ada permasalahan yang perlu dikemukakan di...
Kesesuaian Komponen Fisik Taman Kota dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Kota Surakarta: Studi Kasus Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari
Kesesuaian Komponen Fisik Taman Kota dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Kota Surakarta: Studi Kasus Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari
<p><em>Kota Surakarta </em><em>memiliki visi </em><em>menjaga keseimbangan kebutuhan lahan dan daya tampung lingkungan dengan pertumbuhan pendud...
STRATEGI PEMASARAN PRODUK KERAJINAN MANIK-MANIK DI KELURAHAN SIPIROK GODANG KECAMATAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN
STRATEGI PEMASARAN PRODUK KERAJINAN MANIK-MANIK DI KELURAHAN SIPIROK GODANG KECAMATAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN
Kerajinan manik-manik menjadi salah satu produk unggulan dari Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemasaran pada produk kerajinan manik-manik masih disekitar Kecamatan Si...
Analisis Ketergantungan Kota Bangkinang sebagai Kota Kecil terhadap Kota Pekanbaru Sebagai Kota Induk di Kawasan Metropolitan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan)
Analisis Ketergantungan Kota Bangkinang sebagai Kota Kecil terhadap Kota Pekanbaru Sebagai Kota Induk di Kawasan Metropolitan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan)
<p><em><span lang="IN">Kawasan Pekansikawan sebagai kawasan metropolitan terdiri dari </span><span lang="EN-US">Kota </span><span lang="IN"&g...

