Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN CMC (CARBOXYMETHYL CELLULOSE) TERHADAP KADAR AIR DAN SIFAT ORGANOLEPTIK FRUIT LEATHER SIWALAN (BORASSUS FLABELLIFER L.)

View through CrossRef
 Siwalan (Borassus flabellifer L.) merupakan salah satu jenis palmae yang dapat tumbuh subur di lingkungan kering, termasuk Indonesia. Fruit leather dapat dijadikan alternatif pemanfaatan buah siwalan sebagai upaya diversifikasi produk berbasis komoditas siwalan. Salah satu kekurangan dalam pengolahan fruit leather adalah tekstur serta plastisitas yang baik sulit terbentuk sehingga diperlukan bahan tambahan dalam pengolahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan gula dan CMC dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kadar air serta sifat organoleptik meliputi atribut warna, rasa, aroma serta tekstur fruit leather siwalan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan meliputi P1= gula 10% CMC 0%, P2= gula 10% CMC 0,05%, P3= gula 15% CMC 1,0%, P4=gula 20% CMC 0,05% dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menyatakan berdasarkan nilai uji duncan pada taraf 0,05 dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi CMC dan gula yang berbeda berpengaruh terhadap kadar air fruit leather siwalan, dimana P1 (gula 10% CMC 0%) memiliki kadar air paling tinggi (24,7%) dan P3 (gula 15% CMC 1,0%) memiliki nilai kadar air terendah (18,2%). Namun rata-rata nilai kadar air yang diperoleh dari empat sampel yaitu 21,2% dan angka ini sudah memenuhi standar tentang batas maksimal kadar air manisan kering. Sedangkan dari hasil penilaian 30 panelis untuk uji organoleptik menyatakan adanya pengaruh penambahan konsentrasi gula dan CMC pada atribut tekstur, namun tidak berpengaruh terhadap atribut warna, aroma dan rasa. Dan dari segi hedonik atau kesukaan, mayoritas panelis menyukai warna P1, aroma P2 dan P3, rasa P4, tekstur P2 dan P3
Title: PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN CMC (CARBOXYMETHYL CELLULOSE) TERHADAP KADAR AIR DAN SIFAT ORGANOLEPTIK FRUIT LEATHER SIWALAN (BORASSUS FLABELLIFER L.)
Description:
 Siwalan (Borassus flabellifer L.
) merupakan salah satu jenis palmae yang dapat tumbuh subur di lingkungan kering, termasuk Indonesia.
Fruit leather dapat dijadikan alternatif pemanfaatan buah siwalan sebagai upaya diversifikasi produk berbasis komoditas siwalan.
Salah satu kekurangan dalam pengolahan fruit leather adalah tekstur serta plastisitas yang baik sulit terbentuk sehingga diperlukan bahan tambahan dalam pengolahannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan gula dan CMC dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kadar air serta sifat organoleptik meliputi atribut warna, rasa, aroma serta tekstur fruit leather siwalan.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan meliputi P1= gula 10% CMC 0%, P2= gula 10% CMC 0,05%, P3= gula 15% CMC 1,0%, P4=gula 20% CMC 0,05% dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali.
Hasil penelitian menyatakan berdasarkan nilai uji duncan pada taraf 0,05 dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi CMC dan gula yang berbeda berpengaruh terhadap kadar air fruit leather siwalan, dimana P1 (gula 10% CMC 0%) memiliki kadar air paling tinggi (24,7%) dan P3 (gula 15% CMC 1,0%) memiliki nilai kadar air terendah (18,2%).
Namun rata-rata nilai kadar air yang diperoleh dari empat sampel yaitu 21,2% dan angka ini sudah memenuhi standar tentang batas maksimal kadar air manisan kering.
Sedangkan dari hasil penilaian 30 panelis untuk uji organoleptik menyatakan adanya pengaruh penambahan konsentrasi gula dan CMC pada atribut tekstur, namun tidak berpengaruh terhadap atribut warna, aroma dan rasa.
Dan dari segi hedonik atau kesukaan, mayoritas panelis menyukai warna P1, aroma P2 dan P3, rasa P4, tekstur P2 dan P3.

Related Results

Partnership Marketing Counseling for Siwalan sugar in Pedak Village, Sulang District, Rembang Regency, Central Java
Partnership Marketing Counseling for Siwalan sugar in Pedak Village, Sulang District, Rembang Regency, Central Java
Pedak Village in Sulang District, Rembang Regency, is a village that produces the most agricultural commodities in the form of siwalan. This village is even nicknamed 1000 Bogor (s...
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
Konsentrasi Penambahan Gula Merah Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Dendeng Ikan Lemuru (<em>Sardinelle longiceps</em>)
Konsentrasi Penambahan Gula Merah Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Dendeng Ikan Lemuru (<em>Sardinelle longiceps</em>)
Pada pembuatan dendeng, penambahan gula memberikan rasa manis yang dapat menambah kelezatan dan juga dapat menurunkan kadar air produk serta dapat menambah daya tahan bahan terhada...
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kebiasaan masyarakat bali yang cukup gemar mengonsumsi rujak semakin membuat eksistensi rujak gula bali semakin melejit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gula are...
PENGARUH DISPLAY PRODUK, LOKASI DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN SWALAYAN SURYA MANDIRI SIWALAN MLARAK PONOROGO
PENGARUH DISPLAY PRODUK, LOKASI DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN SWALAYAN SURYA MANDIRI SIWALAN MLARAK PONOROGO
Abstract Surya Mandiri supermarket, Mlarak sub-district, is a retail business located in the Mlarak sub-district which has a branch in the gunung sari market and is based in ...
British Food Journal Volume 35 Issue 5 1933
British Food Journal Volume 35 Issue 5 1933
The Fruit Control Act, 1924, is an important one as it provides for the establishment of a Fruit Control Board, and is described as an “Act to make Provision for Control of the Fru...

Back to Top