Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PETA KARTUN UNTUK PETA KAMPUNG WISATA EDUKASI LINGKUNGAN STUDI KASUS RW 11 PEKAYON JAYA BEKASI SELATAN KOTA BEKASI

View through CrossRef
The success of RW 11 in the ProKlim and KBA programs as an environment with the Main category towards the Sustainable category in the ProKlim program, immediately demands improvements in various sectors. The Proklim program is a program related to climate change. RW 11 is an example of an urban village area in the form of housing with various environmental care activities by residents. RW 11 made a road map to become an environmental education tourism village. Various instruments are needed to support this success, one of which is a guide for guests/visitors when visiting the RW 11 area for study, comparative studies, or other activities related to the environment. Maps are very important as guides for educational tour routes in this region. RW 11 submitted a request to make a tourist map for this purpose with an attractive, funny, informative, and communicative appearance. The method used is data collection on areas with potential and tourist destination points, interviewing community leaders, and then making a draft map in consultation with partners until the map is printed on board media which is installed at the location points. Maps are posted at points that are easy to see as information as tour guides when visiting RW 11. Cartoons are images that contain information that is humorously communicated to readers. Cartoons can also be used as images on maps that inform about points of interest at tourist sites which are made interesting, funny but informative and communicative. Therefore, as an educational tourism destination, RW 11 needs to make a tourist map like this. The result of this PKM is the creation of a tourist map with cartoon images posted at two location points at the RW 11 intersection. ABSTRAK Keberhasilan RW 11 dalam program ProKlim dan KBA sebagai lingkungan dengan kategori Utama menuju kategori Lestari pada program ProKlim, serta merta menuntut pembenahan berbagai sektor. Program Proklim merupakan program terkait dengan perubahan iklim. RW 11 menjadi contoh sebuah wilayah perkampungan kota yang berupa perumahan dengan berbagai aktivitas peduli lingkungan oleh warga. RW 11 membuat road map menjadi kampung wisata edukasi lingkungan. Perlu berbagai instrumen yang menunjang keberhasilan tersebut salah satunya adalah pengarah bagi tamu/pengunjung bila berkunjung di wilayah RW 11 untuk belajar, studi banding atau kegiatan lainnya yang terkait dengan lingkungan. Peta menjadi hal sangat penting sebagai pengarah rute tour edukasi di wilayah ini. RW 11 mengajukan permohonan pembuatan peta wisata untuk keperluan  tersebut dengan tampilan menarik, lucu, informatif dan komunikatif. Metoda yang pakai adalah pendataan wilayah dengan potensi dan titik-titik lokasi tujuan wisata, wawancara tokoh masyarakat kemudian pembuatan draft peta yang dikonsultasikan dengan mitra hingga dibuatkan pencetakan peta pada media papan yang dipasang di titik-titik lokasi.  Peta dipasang di titik-titik yang mudah dilihat sebagai informasi sebagai panduan tour bila berkunjung di RW 11. Kartun merupakan gambar yang berkonten informasi yang dikomunikasikan kepada pembaca dengan cara humor. Kartun juga dapat dipakai sebagai gambar pada peta yang menginformasikan tentang titik-titik tujuan pada lokasi wisata yang dibuat menarik, lucu namun informatif dan komunikatif. Oleh karena itu, sebagai tujuan wisata edukatif, RW 11 perlu membuat peta wisata seperti ini. Hasil dari PKM ini adalah pembuatan peta wisata dengan gambar kartun yang dipasang di dua titik lokasi di perempatan RW 11.
Title: PETA KARTUN UNTUK PETA KAMPUNG WISATA EDUKASI LINGKUNGAN STUDI KASUS RW 11 PEKAYON JAYA BEKASI SELATAN KOTA BEKASI
Description:
The success of RW 11 in the ProKlim and KBA programs as an environment with the Main category towards the Sustainable category in the ProKlim program, immediately demands improvements in various sectors.
The Proklim program is a program related to climate change.
RW 11 is an example of an urban village area in the form of housing with various environmental care activities by residents.
RW 11 made a road map to become an environmental education tourism village.
Various instruments are needed to support this success, one of which is a guide for guests/visitors when visiting the RW 11 area for study, comparative studies, or other activities related to the environment.
Maps are very important as guides for educational tour routes in this region.
RW 11 submitted a request to make a tourist map for this purpose with an attractive, funny, informative, and communicative appearance.
The method used is data collection on areas with potential and tourist destination points, interviewing community leaders, and then making a draft map in consultation with partners until the map is printed on board media which is installed at the location points.
Maps are posted at points that are easy to see as information as tour guides when visiting RW 11.
Cartoons are images that contain information that is humorously communicated to readers.
Cartoons can also be used as images on maps that inform about points of interest at tourist sites which are made interesting, funny but informative and communicative.
Therefore, as an educational tourism destination, RW 11 needs to make a tourist map like this.
The result of this PKM is the creation of a tourist map with cartoon images posted at two location points at the RW 11 intersection.
ABSTRAK Keberhasilan RW 11 dalam program ProKlim dan KBA sebagai lingkungan dengan kategori Utama menuju kategori Lestari pada program ProKlim, serta merta menuntut pembenahan berbagai sektor.
Program Proklim merupakan program terkait dengan perubahan iklim.
RW 11 menjadi contoh sebuah wilayah perkampungan kota yang berupa perumahan dengan berbagai aktivitas peduli lingkungan oleh warga.
RW 11 membuat road map menjadi kampung wisata edukasi lingkungan.
Perlu berbagai instrumen yang menunjang keberhasilan tersebut salah satunya adalah pengarah bagi tamu/pengunjung bila berkunjung di wilayah RW 11 untuk belajar, studi banding atau kegiatan lainnya yang terkait dengan lingkungan.
Peta menjadi hal sangat penting sebagai pengarah rute tour edukasi di wilayah ini.
RW 11 mengajukan permohonan pembuatan peta wisata untuk keperluan  tersebut dengan tampilan menarik, lucu, informatif dan komunikatif.
Metoda yang pakai adalah pendataan wilayah dengan potensi dan titik-titik lokasi tujuan wisata, wawancara tokoh masyarakat kemudian pembuatan draft peta yang dikonsultasikan dengan mitra hingga dibuatkan pencetakan peta pada media papan yang dipasang di titik-titik lokasi.
  Peta dipasang di titik-titik yang mudah dilihat sebagai informasi sebagai panduan tour bila berkunjung di RW 11.
Kartun merupakan gambar yang berkonten informasi yang dikomunikasikan kepada pembaca dengan cara humor.
Kartun juga dapat dipakai sebagai gambar pada peta yang menginformasikan tentang titik-titik tujuan pada lokasi wisata yang dibuat menarik, lucu namun informatif dan komunikatif.
Oleh karena itu, sebagai tujuan wisata edukatif, RW 11 perlu membuat peta wisata seperti ini.
Hasil dari PKM ini adalah pembuatan peta wisata dengan gambar kartun yang dipasang di dua titik lokasi di perempatan RW 11.

Related Results

POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Inti pati dan nilai kartun rejabhad dalam majalah gila-gila
Inti pati dan nilai kartun rejabhad dalam majalah gila-gila
ABSTRAK Majalah kartun tidak hanya dinilai melalui luaran sahaja namun mempunyai inti pati dan aspek nilai melalui pendekatan cerita yang di bawa sama ada daripada ekspresi watak k...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
PEMIKIRAN SISTEM PEMBAGIAN LEMBAR PETA DAN PENOMORAN LEMBAR PETA DASAR SKALA BESAR DI INDONESIA
PEMIKIRAN SISTEM PEMBAGIAN LEMBAR PETA DAN PENOMORAN LEMBAR PETA DASAR SKALA BESAR DI INDONESIA
<p>Sistem pembagian dan penomoran lembar Peta Rupabumi Indonesia dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Terstruktur karena disusun berdasarkan suatu pola tertentu yang ...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...

Back to Top