Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Dyadic Coping dengan Marital Satisfaction pada Dual Earner Family

View through CrossRef
Abstract. A dual-earner family is a family concept in which both the husband and wife work with the aim of maintaining the family's economic situation, which often poses its own challenges that can affect marital satisfaction if not handled properly. This study aims to analyze the relationship between dyadic coping as a form of effort to address marital issues and marital satisfaction in dual-earner families in Bandung City. This study employs a quantitative approach with a correlational design. The sample consists of 200 respondents selected using convenience sampling. The research instruments consist of the Dyadic Coping Inventory (DCI) developed by Bodenmann (1997) and adapted by Sari (2023), and the ENRICH Marital Satisfaction (EMS) developed by Fowers & Olson (1993) and adapted by Mukhtiqal & Khairani (2023). Based on the research results, it was found that dyadic coping and marital satisfaction have a Sig. (2-tailed) value < .001, indicating a significant positive relationship between the variables. This suggests that the dyadic coping variable is related to the marital satisfaction variable. This study provides important insights into the relationship between dyadic coping and marital satisfaction to help maintain marriages in dual-earner families in Bandung City. Abstrak. Dual earner family merupakan konsep keluarga dengan suami dan istri bekerja dengan tujuan menjaga keadaan ekonomi keluarga yang seringkali menimbulkan tantangan tersendiri yang dapat berdampak pada kepuasan pernikahan jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dyadic coping sebagai bentuk usaha menangani permasalahan dalam pernikahan dengan kepuasan pernikahan (marital satisfaction) pada dual earner family di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 200 orang responden yang dipilih melalui teknik convinience sampling. Instrumen penelitian ini terdiri atas alat ukur Dyacic Coping Inventory (DCI) dari Bodenmann (1997) yang sudah diadaptasi oleh Sari (2023) dan alat ukur ENRICH Marital satisfaction  (EMS)  yang dikembangankan oleh Fowers & Olson (1993) kemudian di adaptasi oleh Mukhtiqal & Khairani (2023). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa Dyadic coping dengan marital satisfaction  memiliki nilai Sig.(2-tailed) < .001 yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antar variabel. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel dyadic coping memiliki hubungan dengan variabel marital satisfaction. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai hubungan dyadic coping dengan marital satisfaction untuk membantu menjaga pernikahan pada dual earner family di Kota Bandung. 
Title: Hubungan Dyadic Coping dengan Marital Satisfaction pada Dual Earner Family
Description:
Abstract.
A dual-earner family is a family concept in which both the husband and wife work with the aim of maintaining the family's economic situation, which often poses its own challenges that can affect marital satisfaction if not handled properly.
This study aims to analyze the relationship between dyadic coping as a form of effort to address marital issues and marital satisfaction in dual-earner families in Bandung City.
This study employs a quantitative approach with a correlational design.
The sample consists of 200 respondents selected using convenience sampling.
The research instruments consist of the Dyadic Coping Inventory (DCI) developed by Bodenmann (1997) and adapted by Sari (2023), and the ENRICH Marital Satisfaction (EMS) developed by Fowers & Olson (1993) and adapted by Mukhtiqal & Khairani (2023).
Based on the research results, it was found that dyadic coping and marital satisfaction have a Sig.
(2-tailed) value < .
001, indicating a significant positive relationship between the variables.
This suggests that the dyadic coping variable is related to the marital satisfaction variable.
This study provides important insights into the relationship between dyadic coping and marital satisfaction to help maintain marriages in dual-earner families in Bandung City.
Abstrak.
Dual earner family merupakan konsep keluarga dengan suami dan istri bekerja dengan tujuan menjaga keadaan ekonomi keluarga yang seringkali menimbulkan tantangan tersendiri yang dapat berdampak pada kepuasan pernikahan jika tidak ditangani dengan baik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dyadic coping sebagai bentuk usaha menangani permasalahan dalam pernikahan dengan kepuasan pernikahan (marital satisfaction) pada dual earner family di Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi.
Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 200 orang responden yang dipilih melalui teknik convinience sampling.
Instrumen penelitian ini terdiri atas alat ukur Dyacic Coping Inventory (DCI) dari Bodenmann (1997) yang sudah diadaptasi oleh Sari (2023) dan alat ukur ENRICH Marital satisfaction  (EMS)  yang dikembangankan oleh Fowers & Olson (1993) kemudian di adaptasi oleh Mukhtiqal & Khairani (2023).
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa Dyadic coping dengan marital satisfaction  memiliki nilai Sig.
(2-tailed) < .
001 yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antar variabel.
Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel dyadic coping memiliki hubungan dengan variabel marital satisfaction.
Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai hubungan dyadic coping dengan marital satisfaction untuk membantu menjaga pernikahan pada dual earner family di Kota Bandung.
 .

Related Results

Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
<p><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-langua...
On Flores Island, do "ape-men" still exist? https://www.sapiens.org/biology/flores-island-ape-men/
On Flores Island, do "ape-men" still exist? https://www.sapiens.org/biology/flores-island-ape-men/
<span style="font-size:11pt"><span style="background:#f9f9f4"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><b><spa...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Dowry and Marital Coping: Predictors of Marital Satisfaction in Pakistani Women
Dowry and Marital Coping: Predictors of Marital Satisfaction in Pakistani Women
Abstract The purpose of the current study was to determine how dowry and marital coping affected marital satisfaction among Pakistani married women. A cross sectional surve...
Hubungan Antara Religiusitas dan Komitmen Pernikahan dengan Kepuasan Pernikahan Dini pada Remaja
Hubungan Antara Religiusitas dan Komitmen Pernikahan dengan Kepuasan Pernikahan Dini pada Remaja
Marital satisfaction is a feeling of satisfaction or happiness that arises from a balance between individual needs and the needs of a partner. This research is a quantitative study...

Back to Top