Javascript must be enabled to continue!
PERGULATAN HIDUP PEREMPUAN PEMECAH BATU
View through CrossRef
Semakin terbatasnya lahan pertanian dan berkembangnya teknologi pertanian, mengakibatkan penurunan kesempatan kerja perempuan disektor pertanian di daerah pedesaan. Oleh karena itu muncul berbagai alternatif pekerjaan yang ditekuni perempuan di pedesaan. Bidang pekerjaan yang dipilih perempuan desa umumnya sebagai buruh, salah satunya adalah buruh pemecah batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial dan ekonomi perempuan pemecah batu, mengetahui pembagian waktu perempuan sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pemecah batu dan mengetahui relasi antara pekerjaan menjadi pemecah batu dengan pola pengambilan keputusan dalam rumah tangga para perempuan pemecah batu. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan dilakukan  pada para perempuan pemecah batu di Desa Kebondalem Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perempuan mendapat keuntungan dengan bekerja sebagai pemecah batu dan dengan pekerjaan ini mereka dapat memperluas hubungan sosial dengan masyarakat luas. Akan tetapi kehidupan ekonomi para perempuan pemecah batu tidak mengalami perubahan karena pendapatan yang diperoleh belum mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Alokasi waktu yang dicurahkan perempuan pemecah batu lebih banyak jika dibandingkan oleh para pekerja laki – laki dalam sehari-hari. Dengan demikian perempuan pemecah batu memiliki beban yang lebih berat jika dibandingkan dengan suami.The more limited agricultural land and the development of agricultural technology results in the decrease of female employment in the agricultural sector in rural areas. This condition is characterized by the emergence of alternative jobs for rural women. Such an alternative is stone-breaking labor. The objective of this study is to examine the social and economic life of breaking stones women, the distribution of time of woman as housewives and stone-breakers, and the relation between the work as stone-breaker and the pattern of decision-making in the household of stone-breaker women. The reasearch method  used is descriptive qualitative approach and the research is conducted in the village of Batang Gringsing Kebondalem District. Data collection technique were in-depth interviews and limited participant observation. Research results show that women have been benefited by working as a stone-breaker from which they can expand social relations with wider community. However, the low income job does not change their life because the income has not been able to meet their needs. Reseach also finds that the allocation of time devoted by stone-breaker women is far beyond men’s time . Thus, stone-breaker women have a heavier burden compared to their husbands.
Title: PERGULATAN HIDUP PEREMPUAN PEMECAH BATU
Description:
Semakin terbatasnya lahan pertanian dan berkembangnya teknologi pertanian, mengakibatkan penurunan kesempatan kerja perempuan disektor pertanian di daerah pedesaan.
Oleh karena itu muncul berbagai alternatif pekerjaan yang ditekuni perempuan di pedesaan.
Bidang pekerjaan yang dipilih perempuan desa umumnya sebagai buruh, salah satunya adalah buruh pemecah batu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial dan ekonomi perempuan pemecah batu, mengetahui pembagian waktu perempuan sebagai ibu rumah tangga dan sebagai pemecah batu dan mengetahui relasi antara pekerjaan menjadi pemecah batu dengan pola pengambilan keputusan dalam rumah tangga para perempuan pemecah batu.
Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan dilakukan  pada para perempuan pemecah batu di Desa Kebondalem Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi terbatas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perempuan mendapat keuntungan dengan bekerja sebagai pemecah batu dan dengan pekerjaan ini mereka dapat memperluas hubungan sosial dengan masyarakat luas.
Akan tetapi kehidupan ekonomi para perempuan pemecah batu tidak mengalami perubahan karena pendapatan yang diperoleh belum mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Alokasi waktu yang dicurahkan perempuan pemecah batu lebih banyak jika dibandingkan oleh para pekerja laki – laki dalam sehari-hari.
Dengan demikian perempuan pemecah batu memiliki beban yang lebih berat jika dibandingkan dengan suami.
The more limited agricultural land and the development of agricultural technology results in the decrease of female employment in the agricultural sector in rural areas.
This condition is characterized by the emergence of alternative jobs for rural women.
Such an alternative is stone-breaking labor.
The objective of this study is to examine the social and economic life of breaking stones women, the distribution of time of woman as housewives and stone-breakers, and the relation between the work as stone-breaker and the pattern of decision-making in the household of stone-breaker women.
The reasearch method  used is descriptive qualitative approach and the research is conducted in the village of Batang Gringsing Kebondalem District.
Data collection technique were in-depth interviews and limited participant observation.
Research results show that women have been benefited by working as a stone-breaker from which they can expand social relations with wider community.
However, the low income job does not change their life because the income has not been able to meet their needs.
Reseach also finds that the allocation of time devoted by stone-breaker women is far beyond men’s time .
Thus, stone-breaker women have a heavier burden compared to their husbands.
Related Results
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
: Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang di sebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Bahan galian ini berwar...
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
<p>Penelitian berjudul “Mitos Tokoh Perempuan Lakon Abdulmuluk Jauhari Teater Dulmuluk Tunas Harapan” ini menganalisis tentang tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-...
Arti Simbolis Pahatan Naga Di Bawah Cerat Yoni Dari Singasari
Arti Simbolis Pahatan Naga Di Bawah Cerat Yoni Dari Singasari
Yoni yang dibuat dari batu andesit, rupa-rupaoya juga mempunyai arti sendiri-sendiri. Batu untuk yoni dari proses terjadinya dapat digolongkan menjadi empat jenis yaitu: batu amat ...
CERITA BATU BAGGA DAN BATU BALAI: SEBUAH KAJIAN STRUKTURAL SASTRA BANDINGAN (A Comparative Study: The Folktale of Batu Bagga and Batu Balai)
CERITA BATU BAGGA DAN BATU BALAI: SEBUAH KAJIAN STRUKTURAL SASTRA BANDINGAN (A Comparative Study: The Folktale of Batu Bagga and Batu Balai)
Beberapa contoh cerita rakyat yang terkenal di Indonesia adalah legenda tentang anak yang durhaka kepada orang tuanya, seperti Malin Kundang dari Minangkabau, Gempu Awang dari Bang...
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL LA BARKA KARYA NH. DINI DAN KIM JI-YEONG LAHIR TAHUN 1982 KARYA CHO NAM JOO (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL LA BARKA KARYA NH. DINI DAN KIM JI-YEONG LAHIR TAHUN 1982 KARYA CHO NAM JOO (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)
Problematika mengenai stereotip perempuan tidak sedikit dimanfaatkan oleh pengarang dalam membangun struktur cerita. Citra perempuan dalam kajian sastra bandingan dalam novel La Ba...
CITRA PEREMPUAN ASMAT DALAM ROMAN NAMAKU TEWERAUT KARYA ANI SEKARNINGSIH: KAJIAN SASTRA FEMINIS
CITRA PEREMPUAN ASMAT DALAM ROMAN NAMAKU TEWERAUT KARYA ANI SEKARNINGSIH: KAJIAN SASTRA FEMINIS
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana citra perempuan suku Asmat dalam Roman Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Metode penelitian yang digunak...
Perubahan Peran Perempuan pada Sektor Pertanian di Desa Tandawang
Perubahan Peran Perempuan pada Sektor Pertanian di Desa Tandawang
Sektor pertanian identik dengan kekuatan fisik laki-laki. Namun, dengan berjalannya waktu banyak perempuan yang bekerja di sektor pertanian. Padahal, perempuan mendapat stereotype ...
“Kotak Emas”, Pahatan Relung Pada Dinding Tebing Lae Tungtung Batu di Dairi, Sumatera Utara
“Kotak Emas”, Pahatan Relung Pada Dinding Tebing Lae Tungtung Batu di Dairi, Sumatera Utara
AbstractNiches at the walls of edge of Lae (river) Tungtung Batu have been known by the local people as “the golden box”. The naming, without sufficient scientific proofs, refers t...

