Javascript must be enabled to continue!
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
View through CrossRef
Keberadaan Kelenteng Ban Eng Bio yang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk Tionghoa dan non Tionghoa yang berbeda agama banyak membawa pengaruh. Salah satunya adalah dalam pelaksanaan ritual yang dilakukan di Kelenteng. Pelaksanaan ritual di Kelenteng tidak hanya melibatkan masyarakat Tionghoa yang berada di sekitar Kelenteng, tetapi juga masyarakat non Tionghoa yang berada di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimana pelaksanaan ritual yang dilakukan di Kelenteng Ban Eng Bio dalam membentuk solidaritas sosial, serta bagaimana partisipasi masyarakat Tionghoa dan non Tionghoa sekitar Kelenteng dalam ritual di Kelenteng Ban Eng Bio terhadap upaya pengembangan integrasi sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritual yang dilakukan di Kelenteng melibatkan masyarakat Tionghoa dan non Tionghoa baik sebagai pendukung, pengaman maupun penonton, sehingga terjadi suatu solidaritas sosial diantara mereka. Partisipasi masyarakat non Tionghoa dan Tionghoa dapat meningkatkan integrasi sosial masyarakat khususnya di Desa Adiwerna. Keterlibatan masyarakat sekitar kelenteng khususnya masyarakat non Tionghoa dalam ritual masyarakat Tionghoa diupayakan tidak mengarah pada terjadinya percampuran agama yang dianggap bisa menumbuhkan masalah baru dalam hubungan antar umat beragama.The location of Ban Eng Bio temple in the middle of the Chinese and non-Chinese residences , with different religious backgrounds, brings many influences. One of them is the influence on the rituals performed in the temple. The implementation of the ritual in the temple does not only involve the Chinese community around the temple, but also non-Chinese communities in the surrounding areas. The objective of this reasearch is to study how rituals performed at the Ban Eng Bio temple and the participation of non-Chinese and Chinese communities around the temple forms solidarity and social integration. The methods of research is a qualitative approach and data was collected through observation, interview and documentation. The research reveals that the rituals done in the temple involve non-Chinese and Chinese communities either as supporters, workers, or viewers, resulting in the strengthening of social solidarity among them. The participation of non-Chinese and Chinese society also improves the social integration of people, especially in the Village of Adiwerna. The involvement of communities around the temples, especially non-Chinese people in Chinese society ritual does not lead into the mixing of religion because it can grow a new problem in inter-religious relations.
Title: PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
Description:
Keberadaan Kelenteng Ban Eng Bio yang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk Tionghoa dan non Tionghoa yang berbeda agama banyak membawa pengaruh.
Salah satunya adalah dalam pelaksanaan ritual yang dilakukan di Kelenteng.
Pelaksanaan ritual di Kelenteng tidak hanya melibatkan masyarakat Tionghoa yang berada di sekitar Kelenteng, tetapi juga masyarakat non Tionghoa yang berada di sekitarnya.
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimana pelaksanaan ritual yang dilakukan di Kelenteng Ban Eng Bio dalam membentuk solidaritas sosial, serta bagaimana partisipasi masyarakat Tionghoa dan non Tionghoa sekitar Kelenteng dalam ritual di Kelenteng Ban Eng Bio terhadap upaya pengembangan integrasi sosial.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritual yang dilakukan di Kelenteng melibatkan masyarakat Tionghoa dan non Tionghoa baik sebagai pendukung, pengaman maupun penonton, sehingga terjadi suatu solidaritas sosial diantara mereka.
Partisipasi masyarakat non Tionghoa dan Tionghoa dapat meningkatkan integrasi sosial masyarakat khususnya di Desa Adiwerna.
Keterlibatan masyarakat sekitar kelenteng khususnya masyarakat non Tionghoa dalam ritual masyarakat Tionghoa diupayakan tidak mengarah pada terjadinya percampuran agama yang dianggap bisa menumbuhkan masalah baru dalam hubungan antar umat beragama.
The location of Ban Eng Bio temple in the middle of the Chinese and non-Chinese residences , with different religious backgrounds, brings many influences.
One of them is the influence on the rituals performed in the temple.
The implementation of the ritual in the temple does not only involve the Chinese community around the temple, but also non-Chinese communities in the surrounding areas.
The objective of this reasearch is to study how rituals performed at the Ban Eng Bio temple and the participation of non-Chinese and Chinese communities around the temple forms solidarity and social integration.
The methods of research is a qualitative approach and data was collected through observation, interview and documentation.
The research reveals that the rituals done in the temple involve non-Chinese and Chinese communities either as supporters, workers, or viewers, resulting in the strengthening of social solidarity among them.
The participation of non-Chinese and Chinese society also improves the social integration of people, especially in the Village of Adiwerna.
The involvement of communities around the temples, especially non-Chinese people in Chinese society ritual does not lead into the mixing of religion because it can grow a new problem in inter-religious relations.
Related Results
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
Studi Semiotika Makna Upacara Perayaan Dewi Kwan Im di Kelenteng Dewi Kwan Im Palembang
This research discusses of rituals for Dewi Kwan Im celebration that is the day Dewi Kwan Im leaving the world. Dewi Kwan Im is the Goddess who was highly respected by Khonghucu pe...
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2024
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2024
Penelitian ini berfokus pada partisipasi politik masyarakat pada pemilu legislatif di kabupaten lombok tengah 2024. Partisipasi penting untuk dikaji mengingat keberhasilan suatu pe...
Model Desain Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Kota Kupang
Model Desain Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Kota Kupang
Sampah sebagai masalah publik membutuhkan partisipasi warga negara dalam pengelolaannya karena keterlibatan mereka sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat....
Assessment of the physical characteristics and fishing performance of gillnets using biodegradable resin (PBS/PBAT and PBSAT) to reduce ghost fishing
Assessment of the physical characteristics and fishing performance of gillnets using biodegradable resin (PBS/PBAT and PBSAT) to reduce ghost fishing
Abstract
Ghost fishing is caused by derelict synthetic‐fibre nets that have been lost at sea. Thus, biodegradable nets have been developed with the aim of protecting marine ecosy...
TRANSFORMASI MAKNA RITUAL DALAM MASYARAKAT MODERN: ANALISIS SOSIOLOGIS DAN BUDAYA
TRANSFORMASI MAKNA RITUAL DALAM MASYARAKAT MODERN: ANALISIS SOSIOLOGIS DAN BUDAYA
Tulisan ini membahas tentang ritual (rites) dan peranannya dalam masyarakat, dengan fokus pada relevansinya dalam memperkuat kohesi sosial dan struktur masyarakat. Ritual adalah se...
PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI MODAL UTAMA DALAM PERUBAHAN PERILAKU DI LINGKUNGAN RW LAYAK ANAK
PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI MODAL UTAMA DALAM PERUBAHAN PERILAKU DI LINGKUNGAN RW LAYAK ANAK
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka penelitian untuk penulisan disertasi mengenai penyelenggaraan kebijakan Kota Layak Anak (KLA) di Kota Depok, Jawa Barat. P...
Ritual “YAMU"
Ritual “YAMU"
Penelitian dengan judul “Ritual Kematian Marind anim di Kuper, distrik Semangga – Kabupaten Merauke”, berlangsung dari bulan Februari hingga awal bulan Mei 2005. Ritual ini terdiri...
MAKNA SIMBOLIS TRADISI MAPPAOLI BANUA PADA MASYARAKAT BANUA KAIYANG MOSSO PROVINSI SULAWESI BARAT
MAKNA SIMBOLIS TRADISI MAPPAOLI BANUA PADA MASYARAKAT BANUA KAIYANG MOSSO PROVINSI SULAWESI BARAT
AbstrakMappaoli banua merupakan tradisi ritual pada masyarakat Banua Kaiyang Mosso di Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat. Mappaoli banua bertujuan untuk mengobati dan me...

