Javascript must be enabled to continue!
Representasi Postfeminime dalam Film; Intelektualitas, Kepemimpinan dan Kedudukan Princess “Mulan”
View through CrossRef
Isu terkait dengan diskriminasi gender dan gerakan feminisme masih menjadi hal yang krusial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi post-feminisme dalam film Disney Princess “Mulan”. Postfeminisme adalah sebuah gerakan feminis terkait dengan pembebasan. Berbeda dengan ideologi yang ada pada feminisme gelombang pertama dan kedua, yang berusaha untuk memperjuangkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Postfeminisme merupakan pembebasan perempuan dari kekangan struktur hirarkis social yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan. Film “Mulan” berbeda dari serial live action princess sebelumya. Pada film ini menampilkan nilai feminisme yang berusaha untuk mematahkan stereotype pada gender sebelumnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika John Fiske. Analisis dilakukan dengan mengamati teks narasi dan gambar visual dalam film yang mengandur unsur feminisme. Peneliti menemukan nilai postfeminisme dapat dilihat dari 3 aspek yaitu dalam hal intelektualitas, pengambilan keputusan dan dalam hal kedudukan laki-laki dan perempuan. Film ini berusaha untuk menggeser pemikiran bahwa perempuan berada pada posisi di bawah laki-laki dan hanya dikhususkan pada sektor domestik saja.Kata Kunci: Disney Princess, “Mulan”, Semiotika, Representasi, Post-feminisme
Title: Representasi Postfeminime dalam Film; Intelektualitas, Kepemimpinan dan Kedudukan Princess “Mulan”
Description:
Isu terkait dengan diskriminasi gender dan gerakan feminisme masih menjadi hal yang krusial di masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi post-feminisme dalam film Disney Princess “Mulan”.
Postfeminisme adalah sebuah gerakan feminis terkait dengan pembebasan.
Berbeda dengan ideologi yang ada pada feminisme gelombang pertama dan kedua, yang berusaha untuk memperjuangkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.
Postfeminisme merupakan pembebasan perempuan dari kekangan struktur hirarkis social yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan.
Film “Mulan” berbeda dari serial live action princess sebelumya.
Pada film ini menampilkan nilai feminisme yang berusaha untuk mematahkan stereotype pada gender sebelumnya.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika John Fiske.
Analisis dilakukan dengan mengamati teks narasi dan gambar visual dalam film yang mengandur unsur feminisme.
Peneliti menemukan nilai postfeminisme dapat dilihat dari 3 aspek yaitu dalam hal intelektualitas, pengambilan keputusan dan dalam hal kedudukan laki-laki dan perempuan.
Film ini berusaha untuk menggeser pemikiran bahwa perempuan berada pada posisi di bawah laki-laki dan hanya dikhususkan pada sektor domestik saja.
Kata Kunci: Disney Princess, “Mulan”, Semiotika, Representasi, Post-feminisme.
Related Results
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Depictions of Mulan with Her Family and with Her Horse in Chinese Prints
Depictions of Mulan with Her Family and with Her Horse in Chinese Prints
The legend of Mulan is well-known. She was the daughter who took her father’s place in the army, and after years of service, her martial colleagues were amazed to discover that the...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
REPRESENTATION OF FEMINISM ON THE CHARACTER OF ENOLA HOLMES IN THE ENOLA HOLMES FILM: JOHN FISKE'S SEMIOTICS ANALYSIS
REPRESENTATION OF FEMINISM ON THE CHARACTER OF ENOLA HOLMES IN THE ENOLA HOLMES FILM: JOHN FISKE'S SEMIOTICS ANALYSIS
Abstract The popularity of film as an object in literary studies creates many adaptations of literary works from the written form into a film. The meaning of the film as a repre...
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM RUDY HABIBIE (STUDI ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
Semiotika merupakan ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.Periset akan menganalisis film dengan menggunakan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Film yang akan di rise...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
MODEL KEPEMIMPINAN ISLAM DALAM AL-QUR’AN MELALUI KAJIAN TEMATIK
MODEL KEPEMIMPINAN ISLAM DALAM AL-QUR’AN MELALUI KAJIAN TEMATIK
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah guna mengetahui Tafsir tematik tentang konsep, dan model kepemimpinan Islam yang dijabarkan lebih lanjut dalam beberapa tujua...
Model Kepemimpinan Profetik Rasulullah dalam Konteks Kepemimpinan Transformasional Modern
Model Kepemimpinan Profetik Rasulullah dalam Konteks Kepemimpinan Transformasional Modern
Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW merupakan model kepemimpinan profetik yang berakar pada nilai-nilai luhur Islam, seperti Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah. Nilai-nilai in...

