Javascript must be enabled to continue!
HIBRIDISASI INTERSPESIFIK TIGA SPESIES IKAN TOR (Tor soro, Tor douronensis, DAN Tor tambroides) SECARA RESIPROKAL PADA FASE LARVA
View through CrossRef
Ikan Tor merupakan genus yang potensi dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Masalah yang ada adalah lambatnya pertumbuhan dan rendahnya tingkat sintasan benih ikan tersebut dalam jumlah yang memadai untuk pembudidaya. Hibridisasi atau persilangan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kombinasi antara populasi yang berbeda untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul. Hibridisasi tiga spesies ikan Tor secara resiprokal antara Tor soro (Ts), Tor douronensis (Td), dan Tor tambroides (Tt) dilakukan guna untuk mengetahui keberhasilan hibridisasi beda spesies tetapi masih dalam genus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan enam perlakuan dan tiga kali ulangan hasil hibrida. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai derajat pembuahan tertinggi dihasilkan dari hibridisasi Td >< Ts (93,66 ± 1,15%), daya tetas tertinggi dihasilkan dari persilangan Td >< Ts (88,00 ± 1,00%), laju pertumbuhan spesifik bobot tertinggi dihasilkan dari hibridisasi Ts >< Td dan Ts >< Tt (5,62 ± 0,17%; 5,44 ± 0,06%), laju pertumbuhan spesifik panjang tertinggi dihasilkan dari hibridisasi Ts >< Td (1,79 ± 0,11%) dan sintasan tertinggi dihasilkan dari hibridisasi Tt >< Ts (86,00 ± 3,60%). Nilai heterosisyang meliputi derajat pembuahan, daya tetas telur, pertumbuhan benih, dan sintasan ikan sampai umur 41 hari menunjukkan nilai negatif, kecuali laju pertumbuhan spesifik bobot. Hibridisasi berdampak pada meningkatnya jumlah larva abnormal yang dihasilkan dibanding tetuanya (pure breed).Tor fish has the potential to be commercially developed as a farmed fish due to its high economic value and market demand. However, slow growth and low survival rate of the fish larvae and insufficient seed availability for aquaculture farmers are the main bottlenecks to develop a profitable aquaculture for tor fish. Hybridization or crossbreed is an attempt to get a combination between different populations to produce offspring inheriting superior characters. A reciprocal hybridization between Tor soro (Ts), Tor douronensis (Td), and Tor tambroides (Tt) was carried out to assess the success rate of hybridization between the three species. The study used an experimental design with six treatments and three replications to measure and compare hybridization and survival parameters between the species. The highest fertilization rate attained by hybridization Td >< Ts (93.66 ± 1.15%, the highest hatching rate was achieved by Td >< Ts (88.00 ± 1.00%), the highest weight specific growth rate was gained by hybridization Ts >< Td and Ts >< Tt (5.62 ± 0.17%; 5.44 ± 0.06%), the highest lenght specific growth rate was achieved by hybridization Ts >< Td (1.79 ± 0.11%) and highest survival rate was resulted from hybridization between Tor tambroides >< Tor tambroides (90.33 ± 1.52%). The observed heterosis (degree of fertilization rate, hatching rate, growth rate, and survival rate until the age of 41 days) showed that all parameter characters were negative, except for the weight-specific growth rate characters. This study concludes that hybridization have an impact on increasing the number of abnormal larvae produced compared to their parents (pure-breed).
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: HIBRIDISASI INTERSPESIFIK TIGA SPESIES IKAN TOR (Tor soro, Tor douronensis, DAN Tor tambroides) SECARA RESIPROKAL PADA FASE LARVA
Description:
Ikan Tor merupakan genus yang potensi dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi.
Masalah yang ada adalah lambatnya pertumbuhan dan rendahnya tingkat sintasan benih ikan tersebut dalam jumlah yang memadai untuk pembudidaya.
Hibridisasi atau persilangan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kombinasi antara populasi yang berbeda untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul.
Hibridisasi tiga spesies ikan Tor secara resiprokal antara Tor soro (Ts), Tor douronensis (Td), dan Tor tambroides (Tt) dilakukan guna untuk mengetahui keberhasilan hibridisasi beda spesies tetapi masih dalam genus.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan enam perlakuan dan tiga kali ulangan hasil hibrida.
Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai derajat pembuahan tertinggi dihasilkan dari hibridisasi Td >< Ts (93,66 ± 1,15%), daya tetas tertinggi dihasilkan dari persilangan Td >< Ts (88,00 ± 1,00%), laju pertumbuhan spesifik bobot tertinggi dihasilkan dari hibridisasi Ts >< Td dan Ts >< Tt (5,62 ± 0,17%; 5,44 ± 0,06%), laju pertumbuhan spesifik panjang tertinggi dihasilkan dari hibridisasi Ts >< Td (1,79 ± 0,11%) dan sintasan tertinggi dihasilkan dari hibridisasi Tt >< Ts (86,00 ± 3,60%).
Nilai heterosisyang meliputi derajat pembuahan, daya tetas telur, pertumbuhan benih, dan sintasan ikan sampai umur 41 hari menunjukkan nilai negatif, kecuali laju pertumbuhan spesifik bobot.
Hibridisasi berdampak pada meningkatnya jumlah larva abnormal yang dihasilkan dibanding tetuanya (pure breed).
Tor fish has the potential to be commercially developed as a farmed fish due to its high economic value and market demand.
However, slow growth and low survival rate of the fish larvae and insufficient seed availability for aquaculture farmers are the main bottlenecks to develop a profitable aquaculture for tor fish.
Hybridization or crossbreed is an attempt to get a combination between different populations to produce offspring inheriting superior characters.
A reciprocal hybridization between Tor soro (Ts), Tor douronensis (Td), and Tor tambroides (Tt) was carried out to assess the success rate of hybridization between the three species.
The study used an experimental design with six treatments and three replications to measure and compare hybridization and survival parameters between the species.
The highest fertilization rate attained by hybridization Td >< Ts (93.
66 ± 1.
15%, the highest hatching rate was achieved by Td >< Ts (88.
00 ± 1.
00%), the highest weight specific growth rate was gained by hybridization Ts >< Td and Ts >< Tt (5.
62 ± 0.
17%; 5.
44 ± 0.
06%), the highest lenght specific growth rate was achieved by hybridization Ts >< Td (1.
79 ± 0.
11%) and highest survival rate was resulted from hybridization between Tor tambroides >< Tor tambroides (90.
33 ± 1.
52%).
The observed heterosis (degree of fertilization rate, hatching rate, growth rate, and survival rate until the age of 41 days) showed that all parameter characters were negative, except for the weight-specific growth rate characters.
This study concludes that hybridization have an impact on increasing the number of abnormal larvae produced compared to their parents (pure-breed).
Related Results
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin nasutus (P. nasutus) sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena ...
Morfologi neorocranium Tor tambroides, Tor douronensis, Tor tambra, dan Tor soro
Morfologi neorocranium Tor tambroides, Tor douronensis, Tor tambra, dan Tor soro
Ikan genus Tor merupakan ikan endemik Indonesia yang terancam punah. Penelitian ini ditujukan untuk melihat perbedan morfologi neurocranium pada genus Tor. Analisis data neurocrani...
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui jenis ikan unggul di OKU Timur. 2) Untuk mengetahui pertumbuhan komoditas subsektor perikanan di OKU Timur. Hasil penel...
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN PLANKTON DI WET DUNE SLACKS GUMUK PASIR PARANGTRITIS, BANTUL, DIY.
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN PLANKTON DI WET DUNE SLACKS GUMUK PASIR PARANGTRITIS, BANTUL, DIY.
Komunitas plankton memiliki peran penting pada proses rantai makanan, siklus nutrien dan proses suksesi awal wet dune slacks. Kawasan wet dune slacks merupakan cekungan yang berada...
Pengaruh umur larva terhadap kualitas ratu yang dihasilkan pada penangkaran lebah ratu Apis cerana L. (Hymenoptera: Apidae) dengan teknik pencangkokan
Pengaruh umur larva terhadap kualitas ratu yang dihasilkan pada penangkaran lebah ratu Apis cerana L. (Hymenoptera: Apidae) dengan teknik pencangkokan
Percobaan teknik cangkok berbagai umur larva lebah madu Apis cerana L. ditujukan untuk mengetahui potensi kualitas ratu yang akan dihasilkan. Empat perlakuan larva umur 1, 2, 3, da...
DETEKSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (Orechromis niloticus)DIBALAI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DESA LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
DETEKSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (Orechromis niloticus)DIBALAI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DESA LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Abstrak (Indonesia)Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan spesies ikan yang memiliki genus ikan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang memiliki toleransi tinggi terhad...
Phoronidea from Brazil
Phoronidea from Brazil
1. The demarcation of the species of Phoronidea is difficult because of the great variability of the characters which does not enable the fixing of good differential characters yet...
EMBRIOGENESIS DAN PERKEMBANGAN LARVA PATIN HASIL HIBRIDISASI ANTARA BETINA IKAN PATIN SIAM ( Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878) DENGAN JANTAN IKAN PATIN JAMBAL ( Pangasius djambal Bleeker, 1846) DAN JANTAN PATIN NASUTUS ( Pangasius nasutus Bleeker
EMBRIOGENESIS DAN PERKEMBANGAN LARVA PATIN HASIL HIBRIDISASI ANTARA BETINA IKAN PATIN SIAM ( Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878) DENGAN JANTAN IKAN PATIN JAMBAL ( Pangasius djambal Bleeker, 1846) DAN JANTAN PATIN NASUTUS ( Pangasius nasutus Bleeker
Pengembangan budidaya ikan patin jambal maupun ikan patin nasutus untuk memenuhi permintaan pasar ekspor patin daging putih sulit direalisasikan karena keterbatasan fekunditas dan ...


