Javascript must be enabled to continue!
Peran Lingkungan Terhadap Daur Hidup dan Perilaku Nyamuk Sebagai Vektor Penyakit
View through CrossRef
Prevalensi penyakit tular vektor berbeda antar wilayah endemi, seperti malaria dan filariasis yang sangat tergantung pada perilaku nyamuk. Sementara Ae.aegypti dapat tersebar luas di seluruh Indonesia. Kejadian tersebut terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap pengaturan air dan saluran irigasi. Perilaku nyamuk sebagai vektor akan menentukan penyebarluasan penyakit dan munculnya wilayah endemi. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk meninjau peran lingkungan terhadap daur hidup dan perilaku nyamuk sebagai vektor penyakit. Sifat zoofilik dan antropofilik serta panjangnya usia nyamuk dapat meningkatkan jumlah sumber infeksi, sehingga dapat mengembangkan pertumbuhan larva mencapai stadium infektif untuk ditularkan. Berdasarkan tinjauan di atas, dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan pemberantasan penyakit tular vektor melalui pengobatan penderita malaria, filariasis, dan demam dengue, serta mengupayakan agar tidak ada kontak antara manusia dan nyamuk dengan cara menggunakan kawat kasa di jendela rumah, kelambu atau pemakaian repellent. Penting juga dilakukan penyuluhan mengenai sanitasi lingkungan dan pendidikan kesehatan masyarakat dalam upaya memusnahkan tempat perindukan nyamuk di rumah-rumah penduduk.
Title: Peran Lingkungan Terhadap Daur Hidup dan Perilaku Nyamuk Sebagai Vektor Penyakit
Description:
Prevalensi penyakit tular vektor berbeda antar wilayah endemi, seperti malaria dan filariasis yang sangat tergantung pada perilaku nyamuk.
Sementara Ae.
aegypti dapat tersebar luas di seluruh Indonesia.
Kejadian tersebut terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap pengaturan air dan saluran irigasi.
Perilaku nyamuk sebagai vektor akan menentukan penyebarluasan penyakit dan munculnya wilayah endemi.
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk meninjau peran lingkungan terhadap daur hidup dan perilaku nyamuk sebagai vektor penyakit.
Sifat zoofilik dan antropofilik serta panjangnya usia nyamuk dapat meningkatkan jumlah sumber infeksi, sehingga dapat mengembangkan pertumbuhan larva mencapai stadium infektif untuk ditularkan.
Berdasarkan tinjauan di atas, dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan pemberantasan penyakit tular vektor melalui pengobatan penderita malaria, filariasis, dan demam dengue, serta mengupayakan agar tidak ada kontak antara manusia dan nyamuk dengan cara menggunakan kawat kasa di jendela rumah, kelambu atau pemakaian repellent.
Penting juga dilakukan penyuluhan mengenai sanitasi lingkungan dan pendidikan kesehatan masyarakat dalam upaya memusnahkan tempat perindukan nyamuk di rumah-rumah penduduk.
Related Results
Dinamika Penyakit Tular Vektor Nyamuk di Indonesia
Dinamika Penyakit Tular Vektor Nyamuk di Indonesia
Penyakit tular vektor nyamuk sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan penting di Indonesia. Iklim tropis yang kondusif untuk perkembangbiakan nyamuk menyebabkan sulitny...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENGENDALIAN POPULASI NYAMUK DENGAN FERMENTASI OVITRAP LAMPU ORANGE
PENGENDALIAN POPULASI NYAMUK DENGAN FERMENTASI OVITRAP LAMPU ORANGE
Nyamuk mempunyai tubuh kecing dan ringan, bebas berterbangan di udara membuat nyamuk mudah terbawa angin, di malam hari nyamuk terbang menuju arah cahaya. Keberadaan nyamuk bisa me...
Efektifitas Ekstrak Daun Allamanda Cathartica L. Dalam Membasmi Jentik Nyamuk
Efektifitas Ekstrak Daun Allamanda Cathartica L. Dalam Membasmi Jentik Nyamuk
Penularan vektor nyamuk menimbulkan tiga akibat yaitu ; kesakitan, kecacatan dan kematian. Salah satu cara memutuskan rantai vektor ini, dengan menggunakan larvasida alami yaitu d...
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Setiap manusia pernah mengalami sakit.Penyakit yang diderita oleh setiap makhluk berbeda satu dan yang lainnya.Sakit merupakan suatu keadaan diman...
UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN MELAKUKAN SURVEILANS LARVA NYAMUK Aedes spp.
UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN MELAKUKAN SURVEILANS LARVA NYAMUK Aedes spp.
ABSTRACT
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the public health important viral disease because. The location of the village is close to the Mount Halimun Salak National...
Surveilans vektor DBD dan edukasi PSN Pada Warga Desa Jipangan, Banyudono, Boyolali
Surveilans vektor DBD dan edukasi PSN Pada Warga Desa Jipangan, Banyudono, Boyolali
Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi masalah kesehatan global dan juga berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Penyakit ini ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes sp...
Hubungan Tempat Perindukan dengan Kepadatan Larva Aedes aegypti sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate (Relationship of the Breeding Place with the Density of Aedes aegypti Larva as a Dengue Haemorh
Hubungan Tempat Perindukan dengan Kepadatan Larva Aedes aegypti sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate (Relationship of the Breeding Place with the Density of Aedes aegypti Larva as a Dengue Haemorh
Hubungan Tempat Perindukan dengan Kepadatan Larva Aedes aegypti sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kalumata Kota Ternate (Relationship of the ...


