Javascript must be enabled to continue!
Kajian Ekonomi Pengolahan Makanan Gorengan pada Usaha Pisang Kipas Bati-Bati di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui biaya, penerimaan, keuntungan dan titik impas (BEP) serta permasalahan yang dihadapi dari Usaha Pisang Kipas Bati-bati Di Desa Nusa Indah Kabupaten Tanah Laut (Study Kasus Pisang Kipas Bati-bati). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2022 mulai persiapan, pengumpulan data, pengolahan data sampai dengan tahap penyusunan laporan. Perhitungan analisis adalah selama satu bulan produksi dimana produksi dilakukan setiap hari. Terdapat lima produk olahan yaitu pisang kipas Bati-bati, gorengan tahu dan gorengan tempe, gorengan jalabi dan gorengan bakwan. Biaya total yang dikeluarkan selama sebulan adalah sebesar 108.180.020. Penerimaan yang diperoleh sebulan adalah sebesar 213.750.000. Keuntungan yang diperoleh selama sebulan sebesar 105.569.980. Titik impas (Break Even Point) pada usaha gorengan pisang kipas Bati-bati study kasus pisang kipas Bati-bati yaitu titik impas pada satuan rupiah adalah sebesar 7.948.745 untuk pisang kipas dengan jumlah 3.179 unit dan untuk tahu sebesar 1.766.388 dengan jumlah 707 unit, untuk tempe sebesar 1.324.791 atau sebesar 530 unit, untuk gorengan jalabi sebesar 1.103.992 sebesar 442 unit, dan gorengan bakwan sebesar 441.597 atau sebesar 177 unit. Usaha gorengan pisang kipas Bati-bati study kasus pisang kipas Bati-bati memberikan keuntungan yang besar, disarankan pelaku usaha lebih mengoptimalkan promosi penjualan online yang tadinya hanya menggunakan media facebook dan whatsApp bisa menggunakan menambahkan media promosinya dengan Instagram.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Kajian Ekonomi Pengolahan Makanan Gorengan pada Usaha Pisang Kipas Bati-Bati di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui biaya, penerimaan, keuntungan dan titik impas (BEP) serta permasalahan yang dihadapi dari Usaha Pisang Kipas Bati-bati Di Desa Nusa Indah Kabupaten Tanah Laut (Study Kasus Pisang Kipas Bati-bati).
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2022 mulai persiapan, pengumpulan data, pengolahan data sampai dengan tahap penyusunan laporan.
Perhitungan analisis adalah selama satu bulan produksi dimana produksi dilakukan setiap hari.
Terdapat lima produk olahan yaitu pisang kipas Bati-bati, gorengan tahu dan gorengan tempe, gorengan jalabi dan gorengan bakwan.
Biaya total yang dikeluarkan selama sebulan adalah sebesar 108.
180.
020.
Penerimaan yang diperoleh sebulan adalah sebesar 213.
750.
000.
Keuntungan yang diperoleh selama sebulan sebesar 105.
569.
980.
Titik impas (Break Even Point) pada usaha gorengan pisang kipas Bati-bati study kasus pisang kipas Bati-bati yaitu titik impas pada satuan rupiah adalah sebesar 7.
948.
745 untuk pisang kipas dengan jumlah 3.
179 unit dan untuk tahu sebesar 1.
766.
388 dengan jumlah 707 unit, untuk tempe sebesar 1.
324.
791 atau sebesar 530 unit, untuk gorengan jalabi sebesar 1.
103.
992 sebesar 442 unit, dan gorengan bakwan sebesar 441.
597 atau sebesar 177 unit.
Usaha gorengan pisang kipas Bati-bati study kasus pisang kipas Bati-bati memberikan keuntungan yang besar, disarankan pelaku usaha lebih mengoptimalkan promosi penjualan online yang tadinya hanya menggunakan media facebook dan whatsApp bisa menggunakan menambahkan media promosinya dengan Instagram.
Related Results
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Sale Pisang di Sentra Pengolahan Sale Kabupaten Grobogan
Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Sale Pisang di Sentra Pengolahan Sale Kabupaten Grobogan
Sale pisang merupakan produk makanan ringan yang terbuat dari buah pisang yang diawetkan dengan cara pengeringan. Agroindustri merupakan salah satu upaya guna menambah nilai jual d...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
INOVASI PRODUK PISANG MENJADI BERBAGAI JENIS PRODUK DI NAGARI PANTI SELATAN KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN
INOVASI PRODUK PISANG MENJADI BERBAGAI JENIS PRODUK DI NAGARI PANTI SELATAN KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN
Kecamatan Panti, Nagari Panti Selatan, memiliki produksi pisang terbesar di Kabupaten Pasaman. Jumlah produksi pisang di daerah ini pada saat panen raya cukup besar, sehingga terja...
Eksistensi Perekonomian Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa dalam Tinjauan Ekonomi Islam di Desa Siendeng
Eksistensi Perekonomian Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa dalam Tinjauan Ekonomi Islam di Desa Siendeng
Penelitian ini membahas bagaimana eksistensi perekonomian desa melalui Badan usaha milik desa dalam tinjauan ekonomi Islam dan penerapan perekonomian desa melalui badan usaha milik...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...

