Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI KEPADATAN PENDUDUK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN HIERARCHICAL CLUSTERING
View through CrossRef
Penelitian ini menerapkan algoritma hierarchical clustering untuk mengidentifikasi pola kepadatan penduduk di Jawa Barat (18 kabupaten, 9 kota) sebagai dasar penanggulangan bencana alam. Data kepadatan penduduk 2020-2022 dari Dinas Kependudukan Jawa Barat dianalisis untuk mengelompokkan wilayah menjadi tiga kategori: terpadat, sedang, dan terendah. Metode hierarchical clustering digunakan untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan kepadatan penduduk dan potensi banjir, dengan atribut tambahan yaitu keberadaan sungai. Hasil pengelompokan dievaluasi menggunakan Davies-Bouldin index. Hasilnya menunjukkan bahwa algoritma berhasil diterapkan, mengelompokkan 20 kabupaten/kota dengan kepadatan penduduk terendah (Cluster 0), 3 kabupaten/kota dengan kepadatan sedang (Cluster 1), dan 4 kabupaten/kota dengan kepadatan terpadat (Cluster 2).Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pemerintah dan lembaga terkait dalam merencanakan mitigasi bencana berdasarkan pola kepadatan penduduk, sehingga dapat mengurangi risiko bencana alam di masa depan. Penelitian ini mengambil data dari sumber resmi https://jabar.bps.go.id/indicator/12/245/1/kepadatan-penduduk-menurut-kabupaten-kota.html. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami pola kepadatan penduduk yang dapat memberikan indikasi tingkat risiko terhadap bencana alam tertentu di wilayah Jawa Barat. Informasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk strategi penanggulangan bencana yang lebih efektif dan efisien di masa depan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memahami pola kepadatan penduduk dan distribusi sungai melalui metode hierarchical clustering, pemerintah dan lembaga terkait dapat merumuskan strategi penanggulangan bencana yang lebih tepat sasaran.
Title: IDENTIFIKASI KEPADATAN PENDUDUK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN HIERARCHICAL CLUSTERING
Description:
Penelitian ini menerapkan algoritma hierarchical clustering untuk mengidentifikasi pola kepadatan penduduk di Jawa Barat (18 kabupaten, 9 kota) sebagai dasar penanggulangan bencana alam.
Data kepadatan penduduk 2020-2022 dari Dinas Kependudukan Jawa Barat dianalisis untuk mengelompokkan wilayah menjadi tiga kategori: terpadat, sedang, dan terendah.
Metode hierarchical clustering digunakan untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan kepadatan penduduk dan potensi banjir, dengan atribut tambahan yaitu keberadaan sungai.
Hasil pengelompokan dievaluasi menggunakan Davies-Bouldin index.
Hasilnya menunjukkan bahwa algoritma berhasil diterapkan, mengelompokkan 20 kabupaten/kota dengan kepadatan penduduk terendah (Cluster 0), 3 kabupaten/kota dengan kepadatan sedang (Cluster 1), dan 4 kabupaten/kota dengan kepadatan terpadat (Cluster 2).
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pemerintah dan lembaga terkait dalam merencanakan mitigasi bencana berdasarkan pola kepadatan penduduk, sehingga dapat mengurangi risiko bencana alam di masa depan.
Penelitian ini mengambil data dari sumber resmi https://jabar.
bps.
go.
id/indicator/12/245/1/kepadatan-penduduk-menurut-kabupaten-kota.
html.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami pola kepadatan penduduk yang dapat memberikan indikasi tingkat risiko terhadap bencana alam tertentu di wilayah Jawa Barat.
Informasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk strategi penanggulangan bencana yang lebih efektif dan efisien di masa depan.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan memahami pola kepadatan penduduk dan distribusi sungai melalui metode hierarchical clustering, pemerintah dan lembaga terkait dapat merumuskan strategi penanggulangan bencana yang lebih tepat sasaran.
Related Results
Perkiraan Angka Migrasi Neto Perkelompok Umur Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 dan 2021
Perkiraan Angka Migrasi Neto Perkelompok Umur Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 dan 2021
Abstract. Population dynamics in an area are influenced by factors of mortality, fertility and migration. In the study of population dynamics between regions in Indonesia, the migr...
Pemodelan Data Kemiskinan di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Regresi Spasial Data Panel
Pemodelan Data Kemiskinan di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Regresi Spasial Data Panel
Persentase kemiskinan di Provinsi Jawa Barat masih tergolong cukup tinggi dan masih menjadi fokus perhatian pemerintah. Faktor-faktor yang memengaruhi kemiskinan penting untuk dike...
Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Menggunakan Regresi Data Panel
Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Menggunakan Regresi Data Panel
Kemiskinan merupakan permasalahan umum yang dihadapi negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu hal yang dapat menjadikan keberhasilan bagi pembangunan suatu neara yaitu dapat...
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT), PERSEN LEMAK TUBUH, ASUPAN ZAT GIZI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEPADATAN TULANG PADA REMAJA PUTRI
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT), PERSEN LEMAK TUBUH, ASUPAN ZAT GIZI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEPADATAN TULANG PADA REMAJA PUTRI
Latar Belakang : Kepadatan tulang yang rendah saat remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang diantaranya...
PENGALAMAN TRANSMIGRASI DI INDONESIA (Studi di Desa Olak-Olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya)
PENGALAMAN TRANSMIGRASI DI INDONESIA (Studi di Desa Olak-Olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya)
Kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 adalah 136.610.590 jiwa. Hal tersebut berbanding jauh dengan Pulau Kaliman...
Kampanye Public Relations Program Stopan Jabar sebagai upaya Menurunkan Perkawinan Anak di Jabar
Kampanye Public Relations Program Stopan Jabar sebagai upaya Menurunkan Perkawinan Anak di Jabar
Humas pemerintahan merupakan bagian struktur pemerintahan yang fokus dalam membangun hubungan baik antara pemerintah dengan masyarakat. Tugas utama humas pemerintahan yaitu melibat...
PENGATURAN PENANAMAN MODAL PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
PENGATURAN PENANAMAN MODAL PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
Permasalahan penyelenggaraan pengaturan penanaman modal di pemerintah provinsi Jawa Barat harus dapat diatasi dan diselenggarakan secara baik kepada masyarakat. namun pada penerapa...
The Kernel Rough K-Means Algorithm
The Kernel Rough K-Means Algorithm
Background:
Clustering is one of the most important data mining methods. The k-means
(c-means ) and its derivative methods are the hotspot in the field of clustering research in re...

