Javascript must be enabled to continue!
Hubungan antara Kepuasan Sekolah dengan Kesejahteraan Subjektif pada Remaja Korban Perundungan
View through CrossRef
Abstract. Bullying is a social phenomenon that can be experienced by various age groups and educational levels. Schools, which should be places for learning and development, often become places where bullying occurs. The purpose of this study is to determine the contribution between school satisfaction and subjective well-being (SWB) focused on adolescent victims of bullying in Junior High School. The samples in this study were junior high school students in Bandung City aged 12 to 16 years (N=254; 52% male, 48% female), selected using stratified cluster random sampling technique with cross-sectional quantitative survey research design. Measurements were made using instruments from Children's Worlds, namely School Satisfaction, Children's Worlds Subjective Well-Being Scale 5 (CW-SWBS5) and School Bullying. The results showed that school satisfaction contributed to SWB at a significant level (p < .05), with 46.1% of SWB variability explained by school satisfaction. So when students are dissatisfied with their school environment, this is significantly associated with a decrease in their SWB. There is SWB of adolescent victims of bullying (M = 63.91; SD = 28.52) is below average, this refers to the set-point from Cummins. These findings highlight the importance of creating more supportive and safe school environments to help improve school satisfaction and SWB of students who experience bullying.
Abstrak. Perundungan merupakan fenomena sosial yang dapat dialami oleh berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar dan berkembang, seringkali menjadi tempat terjadinya perundungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi antara kepuasan sekolah dengan kesejahteraan subjektif (SWB) yang difokuskan pada remaja korban perundungan di SMP. Sampel dalam penelitian ini merupakan siswa SMP di Kota Bandung yang berusia 12 hingga 16 tahun (N=254; 52% laki-laki, 48% perempuan), dipilih menggunakan teknik stratified cluster random sampling dengan desain penelitian kuantitatif cross-sectional survey. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen dari Children’s Worlds, yaitu School Satisfaction, Children's Worlds Subjective Well-Being Scale 5 (CW-SWBS5) dan School Bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan sekolah berkontribusi terhadap SWB pada tingkat yang signifikan (p < .05), dengan 46.1% variabilitas SWB dapat dijelaskan oleh kepuasan sekolah. Sehingga ketika siswa merasa tidak puas dengan lingkungan sekolah mereka, hal ini secara signifikan berhubungan dengan penurunan SWB mereka. Adapun SWB remaja korban perundungan (M= 63.91; SD =28.52) berada di bawah rata-rata, hal ini mengacu pada set-point dari Cummins. Temuan ini menyoroti pentingnya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih mendukung dan aman untuk membantu meningkatkan kepuasan sekolah dan SWB siswa yang mengalami perundungan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan antara Kepuasan Sekolah dengan Kesejahteraan Subjektif pada Remaja Korban Perundungan
Description:
Abstract.
Bullying is a social phenomenon that can be experienced by various age groups and educational levels.
Schools, which should be places for learning and development, often become places where bullying occurs.
The purpose of this study is to determine the contribution between school satisfaction and subjective well-being (SWB) focused on adolescent victims of bullying in Junior High School.
The samples in this study were junior high school students in Bandung City aged 12 to 16 years (N=254; 52% male, 48% female), selected using stratified cluster random sampling technique with cross-sectional quantitative survey research design.
Measurements were made using instruments from Children's Worlds, namely School Satisfaction, Children's Worlds Subjective Well-Being Scale 5 (CW-SWBS5) and School Bullying.
The results showed that school satisfaction contributed to SWB at a significant level (p < .
05), with 46.
1% of SWB variability explained by school satisfaction.
So when students are dissatisfied with their school environment, this is significantly associated with a decrease in their SWB.
There is SWB of adolescent victims of bullying (M = 63.
91; SD = 28.
52) is below average, this refers to the set-point from Cummins.
These findings highlight the importance of creating more supportive and safe school environments to help improve school satisfaction and SWB of students who experience bullying.
Abstrak.
Perundungan merupakan fenomena sosial yang dapat dialami oleh berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan.
Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar dan berkembang, seringkali menjadi tempat terjadinya perundungan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi antara kepuasan sekolah dengan kesejahteraan subjektif (SWB) yang difokuskan pada remaja korban perundungan di SMP.
Sampel dalam penelitian ini merupakan siswa SMP di Kota Bandung yang berusia 12 hingga 16 tahun (N=254; 52% laki-laki, 48% perempuan), dipilih menggunakan teknik stratified cluster random sampling dengan desain penelitian kuantitatif cross-sectional survey.
Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen dari Children’s Worlds, yaitu School Satisfaction, Children's Worlds Subjective Well-Being Scale 5 (CW-SWBS5) dan School Bullying.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan sekolah berkontribusi terhadap SWB pada tingkat yang signifikan (p < .
05), dengan 46.
1% variabilitas SWB dapat dijelaskan oleh kepuasan sekolah.
Sehingga ketika siswa merasa tidak puas dengan lingkungan sekolah mereka, hal ini secara signifikan berhubungan dengan penurunan SWB mereka.
Adapun SWB remaja korban perundungan (M= 63.
91; SD =28.
52) berada di bawah rata-rata, hal ini mengacu pada set-point dari Cummins.
Temuan ini menyoroti pentingnya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih mendukung dan aman untuk membantu meningkatkan kepuasan sekolah dan SWB siswa yang mengalami perundungan.
Related Results
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
Semua 50 negara bagian di Amerika Serikat mewajibkan sekolah untuk memiliki kebijakan pencegahan perundungan. Tetapi kebijakan itu sendiri belumlah cukup. Meskipun ada kewajiban it...
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar
Penggunaan kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang secara verbal, fisik, atau psikologis dikenal sebagai perundungan. Perundungan sendiri dapat menyebabkan ganggua...
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Rias Kabupaten Bangka Selatan
Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian pasien terhadap pel...
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD), WORKSHOP DAN PENDAMPINGANPENCEGAHAN PERUNDUNGUN DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMK PK BAKTI INDONESIA MEDIKA JOMBANG
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD), WORKSHOP DAN PENDAMPINGANPENCEGAHAN PERUNDUNGUN DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMK PK BAKTI INDONESIA MEDIKA JOMBANG
Perilaku bullying atau perundungan merupakan bentuk intimidasi dalam hubungan sosial, terutama pada kelompok remaja dan lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah, kelompok sebaya dan...
Resiliensi Pada Remaja Korban Perundungan
Resiliensi Pada Remaja Korban Perundungan
Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi pada remaja korban perundungan, mengingat meningkatnya kasus perundungan yang berdampak negatif terhadap kes...
Penyuluhan Hukum Terkait Cyber Bullying pada Pelajar SMA Negeri 1 Dewantara
Penyuluhan Hukum Terkait Cyber Bullying pada Pelajar SMA Negeri 1 Dewantara
Anak merupakan bagian keberlangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang menjaga persatuan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Menangani keja...
PENGARUH PERAN GURU BK TERHADAP PEMBINAAN SISWA SMP ISLAM AL –ULUM TERPADU TUASAN
PENGARUH PERAN GURU BK TERHADAP PEMBINAAN SISWA SMP ISLAM AL –ULUM TERPADU TUASAN
Perundungan di sekolah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu dampak negatif dari perundungan yaitu korban mengalami kesejahteraan psikologis yang rendah. Coping strateg...
Hubungan Etika Komunikasi dengan Perilaku Remaja Generasi Z
Hubungan Etika Komunikasi dengan Perilaku Remaja Generasi Z
Abstract. Ethics comes from the Greek "ethos" meaning a place of residence, a meadow, a cage, customs, morals, character, feelings, and ways of thinking. But the word "tha etha" me...

