Javascript must be enabled to continue!
Makna Simbolik Lengser Mapag Panganten
View through CrossRef
Abstrak. Upacara Lengser Mapag Panganten adalah prosesi adat penyambutan pengantin. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna dari simbol-simbol Lengser Mapag Panganten pada kegiatan ekstrakurikuler kebudayaan SMPN 2 Blanakan Subang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini yaitu paradigma konstruktivis. Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini, yaitu pada kegiatan Lengser Mapag Panganten, gerakan, payung, atribut, kostum, dan musik digunakan sebagai simbol untuk berkomunikasi. Baksa Ibing Sijan Kirut, yang menunjukkan keberanian ksatria, Gerakan Merak, yang menunjukkan keanggunan, dan Gerakan Aki Nini yang menunjukkan hiburan, adalah gerakan utamanya. Payung Umbul-Umbul menunjukkan keagungan acara, Payung Agung menunjukkan kebesaran pengantin, dan Payung Susun menunjukkan kemegahan acara. Aksesoris seperti gelang, cincin, kalung, anting-anting, mahkota, ikat kepala, tas anyam, rokok kayu, kumis, dan corak merak meningkatkan penampilan. Penari memakai kostum merah dan emas, yang menunjukkan keberuntungan dan kemewahan, dan samping batik, yang menunjukkan status sosial. Kostum Aki Lengser dan Rama Sinta berwarna hitam, yang menunjukkan keberanian mereka. Para penari tidak mengenakan alas kaki agar bergerak dengan luwes dan musik untuk mengiringi penari.
Abstract. The Lengser Mapag Panganten ceremony is a traditional procession welcoming the bride and groom. The aim of this research is to reveal the meaning of the Lengser Mapag Panganten symbols in cultural extracurricular activities at SMPN 2 Blanakan Subang. This research uses qualitative methods with a semiotic approach. The paradigm used in this research is the constructivist paradigm. Data collection methods include participant observation, interviews and documentation. The results of this research, namely in the Lengser Mapag Panganten activity, movements, umbrellas, attributes, costumes and music were used as symbols to communicate. The Baksa Ibing Sijan Kirut, which shows knightly courage, the Peacock Movement, which shows elegance, and the Aki Nini Movement which shows entertainment, are the main movements. The Umbul-Umbul Umbrella shows the grandeur of the event, the Great Umbrella shows the greatness of the bride and groom, and the Stacking Umbrella shows the grandeur of the event. Accessories like bracelets, rings, necklaces, earrings, crowns, headbands, woven bags, wooden cigarettes, mustaches and peacock patterns enhance the look. Dancers wear red and gold costumes, which indicate good luck and luxury, and batik, which indicates social status. Aki Lengser and Rama Sinta's costumes are black, which shows their bravery. The dancers do not wear footwear so they can move fluidly, using music to accompany the dancers.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Makna Simbolik Lengser Mapag Panganten
Description:
Abstrak.
Upacara Lengser Mapag Panganten adalah prosesi adat penyambutan pengantin.
Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna dari simbol-simbol Lengser Mapag Panganten pada kegiatan ekstrakurikuler kebudayaan SMPN 2 Blanakan Subang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika.
Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini yaitu paradigma konstruktivis.
Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dalam penelitian ini, yaitu pada kegiatan Lengser Mapag Panganten, gerakan, payung, atribut, kostum, dan musik digunakan sebagai simbol untuk berkomunikasi.
Baksa Ibing Sijan Kirut, yang menunjukkan keberanian ksatria, Gerakan Merak, yang menunjukkan keanggunan, dan Gerakan Aki Nini yang menunjukkan hiburan, adalah gerakan utamanya.
Payung Umbul-Umbul menunjukkan keagungan acara, Payung Agung menunjukkan kebesaran pengantin, dan Payung Susun menunjukkan kemegahan acara.
Aksesoris seperti gelang, cincin, kalung, anting-anting, mahkota, ikat kepala, tas anyam, rokok kayu, kumis, dan corak merak meningkatkan penampilan.
Penari memakai kostum merah dan emas, yang menunjukkan keberuntungan dan kemewahan, dan samping batik, yang menunjukkan status sosial.
Kostum Aki Lengser dan Rama Sinta berwarna hitam, yang menunjukkan keberanian mereka.
Para penari tidak mengenakan alas kaki agar bergerak dengan luwes dan musik untuk mengiringi penari.
Abstract.
The Lengser Mapag Panganten ceremony is a traditional procession welcoming the bride and groom.
The aim of this research is to reveal the meaning of the Lengser Mapag Panganten symbols in cultural extracurricular activities at SMPN 2 Blanakan Subang.
This research uses qualitative methods with a semiotic approach.
The paradigm used in this research is the constructivist paradigm.
Data collection methods include participant observation, interviews and documentation.
The results of this research, namely in the Lengser Mapag Panganten activity, movements, umbrellas, attributes, costumes and music were used as symbols to communicate.
The Baksa Ibing Sijan Kirut, which shows knightly courage, the Peacock Movement, which shows elegance, and the Aki Nini Movement which shows entertainment, are the main movements.
The Umbul-Umbul Umbrella shows the grandeur of the event, the Great Umbrella shows the greatness of the bride and groom, and the Stacking Umbrella shows the grandeur of the event.
Accessories like bracelets, rings, necklaces, earrings, crowns, headbands, woven bags, wooden cigarettes, mustaches and peacock patterns enhance the look.
Dancers wear red and gold costumes, which indicate good luck and luxury, and batik, which indicates social status.
Aki Lengser and Rama Sinta's costumes are black, which shows their bravery.
The dancers do not wear footwear so they can move fluidly, using music to accompany the dancers.
Related Results
TRADISI NYAWÉR PANGANTÉN SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASAN BUDAYA SUNDA DI SMA
TRADISI NYAWÉR PANGANTÉN SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASAN BUDAYA SUNDA DI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perhatian dan pengetahuan masyarakat terhadap kearifan budaya lokal yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah tradis...
TRADISI NYAWÉR PANGANTÉN SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASAN BUDAYA SUNDA DI SMA
TRADISI NYAWÉR PANGANTÉN SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASAN BUDAYA SUNDA DI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perhatian dan pengetahuan masyarakat terhadap kearifan budaya lokal yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah tradis...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA TARI MAPAG LAYUNG
MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA TARI MAPAG LAYUNG
The research aims to: 1). Knowing the objective conditions of children's kinesthetic intelligence intelligence before participating in the dance learning process. 2). Knowing the p...
ETIKA RELIGIUS DALAM TRADISI RITUAL MAPAG TOYA
ETIKA RELIGIUS DALAM TRADISI RITUAL MAPAG TOYA
The purpose of this research is to conduct a study of religious ethics implemented in the ritual tradition of mapag toya by the Hindu community in Pelapuan Village, Busungbiu Subdi...
PENGARUH KEMAMPUAN MEMBACA CERPEN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS XI MA AL-IKHLASH PANGANTEN ( Studi Korelasional Pada Siswa Kelas XI MA Al-Ikhlash Panganten Kab Tasikmalaya)
PENGARUH KEMAMPUAN MEMBACA CERPEN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS XI MA AL-IKHLASH PANGANTEN ( Studi Korelasional Pada Siswa Kelas XI MA Al-Ikhlash Panganten Kab Tasikmalaya)
Pengaruh Kemampuan Membaca Cerpen terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas XI MA Al-Ikhlash Panganten”, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidi...
Efektivitas Kegiatan Mapag Hujan Melalui Program Pengelolaan Sampah Terhadap Mitigasi Bencana Banjir Di Wilayah Kelurahan Cipamokolan
Efektivitas Kegiatan Mapag Hujan Melalui Program Pengelolaan Sampah Terhadap Mitigasi Bencana Banjir Di Wilayah Kelurahan Cipamokolan
The Bandung City Government ordered after this long dry season to anticipate floods in the coming rainy season by carrying out several programs from the Rain Mapag Activities, one ...
ANALISIS MAKNA KOMUNIKASI SIMBOLIK BRIDAL SHOWER DALAM RANGKAIAN ACARA PRA PERNIKAHAN
ANALISIS MAKNA KOMUNIKASI SIMBOLIK BRIDAL SHOWER DALAM RANGKAIAN ACARA PRA PERNIKAHAN
Bridal shower merupakan acara yang dilakukan sebelum hari pernikahan untuk melepas masa lajang calon pengantin perempuan. Bridal shower menjadi salah satu acara pra pernikahan yang...

