Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
View through CrossRef
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red line (BGM). Nutritional status is influenced by nutrition intake of children under five which indirectly can be influenced by several factors include knowledge, attitude and action from mother of toddler.Objective: The aims of this study to determine factors that affect the nutritional status of toddler.Methods: This research is an analytical research with cross sectional design with population of all mother of children aged 1-4 years in RW 15 Wonokusumo Sub district, Semampir Sub district, Surabaya City. The sample of this research is 80 samples with simple sampling random sampling technique.Results: The results of statistical calculations showed there is a relationship between the knowledge with nutritional status of children under five with p = 0.001. Moreover, the result shown there is a relationship between attitude with nutritional status of children with p = 0.001. And also there is a relationship between action with nutritional status of children under five with p = 0. 001.Conclusion: From the results of the analysis that has been done can be concluded that the three variables of knowledge, attitude and action have a significant relationship to the nutritional status of children. It is suggested to Puskesmas to give more education to mother of toddler about what is nutrition status of toddler. For the community is expected to be more active in maintaining nutrient intake for the toddler and for researchers are expected to further examine the analysis of any relationship that can affect the nutritional status of children.ABSTRAKLatar Belakang: Persoalan gizi pada balita masih menjadi permasalahan yang sangat serius pada beberapa daerah di Indonesia salah satunya adalah Kota Surabaya. Pada tahun 2015 di Kota Surabaya terdapat 513 balita dengan status di bawah garis merah (BGM). Status gizi dipengaruhi oleh asupan zat gizi balita yang secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan dari ibu balita.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi status gizi balita.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain Cross sectional dengan populasi seluruh ibu balita usia 1-4 tahun di wilayah RW 15 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Sampel penelitian ini didapatkan sebanyak 80 sampel dengan teknik sampling simpel random sampling.Hasil: Hasil perhitungan statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status gizi balita dengan p=0,001. Selain itu terdapat pula hubungan antara sikap dengan status gizi balita dengan p=0,001 dan juga terdapat hubungan antara tindakan dengan status gizi balita dengan p=0, 001.Kesimpulan: Dari hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan memiliki hubungan yang signifikan terhadap status gizi balita. Saran kepada puskesmas agar memberikan edukasi lebih kepada ibu balita tentang apa itu status gizi balita. Bagi masyarakat diharapkan dapat lebih berperan aktif dalam menjaga asupan gizi balitanya serta bagi peneliti diharapkan untuk lebih meneliti analisis hubungan apa saja yang dapat mempengaruhi status gizi balita.
Title: Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Description:
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya.
In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red line (BGM).
Nutritional status is influenced by nutrition intake of children under five which indirectly can be influenced by several factors include knowledge, attitude and action from mother of toddler.
Objective: The aims of this study to determine factors that affect the nutritional status of toddler.
Methods: This research is an analytical research with cross sectional design with population of all mother of children aged 1-4 years in RW 15 Wonokusumo Sub district, Semampir Sub district, Surabaya City.
The sample of this research is 80 samples with simple sampling random sampling technique.
Results: The results of statistical calculations showed there is a relationship between the knowledge with nutritional status of children under five with p = 0.
001.
Moreover, the result shown there is a relationship between attitude with nutritional status of children with p = 0.
001.
And also there is a relationship between action with nutritional status of children under five with p = 0.
001.
Conclusion: From the results of the analysis that has been done can be concluded that the three variables of knowledge, attitude and action have a significant relationship to the nutritional status of children.
It is suggested to Puskesmas to give more education to mother of toddler about what is nutrition status of toddler.
For the community is expected to be more active in maintaining nutrient intake for the toddler and for researchers are expected to further examine the analysis of any relationship that can affect the nutritional status of children.
ABSTRAKLatar Belakang: Persoalan gizi pada balita masih menjadi permasalahan yang sangat serius pada beberapa daerah di Indonesia salah satunya adalah Kota Surabaya.
Pada tahun 2015 di Kota Surabaya terdapat 513 balita dengan status di bawah garis merah (BGM).
Status gizi dipengaruhi oleh asupan zat gizi balita yang secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan dari ibu balita.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi status gizi balita.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain Cross sectional dengan populasi seluruh ibu balita usia 1-4 tahun di wilayah RW 15 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya.
Sampel penelitian ini didapatkan sebanyak 80 sampel dengan teknik sampling simpel random sampling.
Hasil: Hasil perhitungan statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status gizi balita dengan p=0,001.
Selain itu terdapat pula hubungan antara sikap dengan status gizi balita dengan p=0,001 dan juga terdapat hubungan antara tindakan dengan status gizi balita dengan p=0, 001.
Kesimpulan: Dari hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan memiliki hubungan yang signifikan terhadap status gizi balita.
Saran kepada puskesmas agar memberikan edukasi lebih kepada ibu balita tentang apa itu status gizi balita.
Bagi masyarakat diharapkan dapat lebih berperan aktif dalam menjaga asupan gizi balitanya serta bagi peneliti diharapkan untuk lebih meneliti analisis hubungan apa saja yang dapat mempengaruhi status gizi balita.
Related Results
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Kualitas gizi dan kesehatan pada siklus hidup orang dewasa ditentukann oleh gizi remaja. Status gizi remaja dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan perilaku gizi remaja. Penelitian...
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang berpenghasilan ku...
Hubungan Pengetahuan terkait Label Gizi dengan Kebiasaan Membaca Label Gizi pada Siswa SMA Al-Islam
Hubungan Pengetahuan terkait Label Gizi dengan Kebiasaan Membaca Label Gizi pada Siswa SMA Al-Islam
Latar Belakang: Masih sedikit konsumen yang dapat memahami dan menggunakan label gizi sesuai dengan fungsinya. Hal ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait pent...
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
Penduduk usia >18 tahun mengalami gizi kurang sebesar 8.7%. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada periode remaja ...
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Pertumbuhan serta perkembangan tubuh pada remaja memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Pertumbuhan dan perkembangan jika tidak diimbangi dengan asupan zat gizi yang sei...
Hubungan Tingkat Literasi Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswi Di SMKN 4 Tanah Grogot Kalimantan Timur
Hubungan Tingkat Literasi Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswi Di SMKN 4 Tanah Grogot Kalimantan Timur
Latar Belakang: Tingkat literasi tentang gizi ialah kemampuan dari mendapatkan hingga memahami informasi gizi dalam penentuan asupan keseharian. Literasi gizi yang dimiliki dapat m...
PENILAIAN STATUS GIZI
PENILAIAN STATUS GIZI
Menurut UU no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang dimaksud kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untu...
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Asupan Energi dengan Status Gizi Pada Remaja
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Asupan Energi dengan Status Gizi Pada Remaja
Pengetahuan tentang gizi dapat membantu remaja mengenal sumber zat gizi pada makanan, agar tidak menyebabkan penyakit. Pada masa remaja, kebutuhan terhadap energi, protein dan zat ...

