Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

OPSI PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN BELU (RI) DAN TIMOR LESTE

View through CrossRef
Kawasan perbatasan antar negara memiliki potensi strategis bagi berkembangnya kegiatan perdaganganinternasional yang saling menguntungkan. Kawasan ini juga berpotensi besar menjadi pusat pertumbuhan wilayah,terutama dalam hal pengembangan industri, perdagangan dan pariwisata. Hal ini akan memberikan peluang bagipeningkatan kegiatan produksi yang selanjutnya akan menimbulkan berbagai efek pengganda (multiplier effects)Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan kajian tentang pengembangan kawasan perbatasan Belu ProvinsiNusa Tenggara Timur (NTT) dengan Timor Leste melalui pendekatan empirik dan model teoritis yang telahdigunakan dari beberapa kasus negara yang telah berhasil dan gagal dalam mengembangkan kawasan perbatasan.Metode desktriptif dan pendekatan empirik digunakan untuk menganalisis pengembangan kawasan perbatasanmelalui proses perbandingan model teoritis dari beberapa kasus di negara yang telah berhasil maupun gagaldalam mengembangkan kawasan perbatasan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan teoritis dan berdasarkan kondisi eksisting kawasanperbatasan Belu – Timor Leste, maka pengembangan kawasan tersebut dapat dilakukan dengan melalui pendekatanperencanaan dengan mendahulukan membangun infrastruktur (infrastructure led) sebagai investasi sebelumaktifitas ekonomi dimulai.
Title: OPSI PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN BELU (RI) DAN TIMOR LESTE
Description:
Kawasan perbatasan antar negara memiliki potensi strategis bagi berkembangnya kegiatan perdaganganinternasional yang saling menguntungkan.
Kawasan ini juga berpotensi besar menjadi pusat pertumbuhan wilayah,terutama dalam hal pengembangan industri, perdagangan dan pariwisata.
Hal ini akan memberikan peluang bagipeningkatan kegiatan produksi yang selanjutnya akan menimbulkan berbagai efek pengganda (multiplier effects)Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan kajian tentang pengembangan kawasan perbatasan Belu ProvinsiNusa Tenggara Timur (NTT) dengan Timor Leste melalui pendekatan empirik dan model teoritis yang telahdigunakan dari beberapa kasus negara yang telah berhasil dan gagal dalam mengembangkan kawasan perbatasan.
Metode desktriptif dan pendekatan empirik digunakan untuk menganalisis pengembangan kawasan perbatasanmelalui proses perbandingan model teoritis dari beberapa kasus di negara yang telah berhasil maupun gagaldalam mengembangkan kawasan perbatasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan teoritis dan berdasarkan kondisi eksisting kawasanperbatasan Belu – Timor Leste, maka pengembangan kawasan tersebut dapat dilakukan dengan melalui pendekatanperencanaan dengan mendahulukan membangun infrastruktur (infrastructure led) sebagai investasi sebelumaktifitas ekonomi dimulai.

Related Results

OPSI PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN BELU (RI) DAN TIMOR
OPSI PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN KABUPATEN BELU (RI) DAN TIMOR
Kawasan perbatasan antar negara memiliki potensi strategis bagi berkembangnya kegiatan perdaganganinternasional yang saling menguntungkan. Kawasan ini juga berpotensi besar menjadi...
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia
Pemerintah Indonesia melakukan kembali pengembangan di wilayah perbatasan, salah satu wilayah perbatasan yang di fokuskan pengembangannya adalah Kalimantan Utara. Wilayah perbatasa...
MODEL BLACK-SCHOLES OPSI CALL DAN OPSI PUT TIPE EROPA DENGAN DIVIDEN PADA KEADAAN CONSTANT MARKET
MODEL BLACK-SCHOLES OPSI CALL DAN OPSI PUT TIPE EROPA DENGAN DIVIDEN PADA KEADAAN CONSTANT MARKET
Opsi tipe Eropa adalah suatu bentuk perjanjian berupa kontrak yang memberikan pemegang opsi suatu hak tetapi bukan suatu kewajiban untuk membeli atau menjual aset tertentu dengan h...
Customary Law in Timor-Leste
Customary Law in Timor-Leste
The Democratic Republic of Timor-Leste as a modern state is governed by its Constitution, which was drawn up by the Constituent Assembly in 2001 with the presence and fundamental s...
PENYELESAIAN KONFLIK PERBATASAN "UN-RESOLVED" DAN "UN-SURVEYED" SEGMEN BIJAELSUNAN-SUBINA-OBEN MELALUI PENDEKATAN BUDAYA
PENYELESAIAN KONFLIK PERBATASAN "UN-RESOLVED" DAN "UN-SURVEYED" SEGMEN BIJAELSUNAN-SUBINA-OBEN MELALUI PENDEKATAN BUDAYA
Perjanjian perbatasan antar negara merupakan salah satu bentuk perjanjian internasional, yang tentu saja dalam pelaksanaannya mengikuti asas-asas dan kaidah yang lazim dalam hukum ...
Tantangan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Perbatasan dalam Perspektif Otonomi Daerah
Tantangan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Perbatasan dalam Perspektif Otonomi Daerah
Ketika daerah perbatasan belum mampu menjadi beranda dan etalase estetis bagi suatu negara, pembangunan daerah perbatasan layak menjadi sebuah isu strategis yang perlu diprioritask...
Revitalisasi Cerita Rakyat Masyarakat Timor Sebagai Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Pada Era Tatanan Kehidupan Baru
Revitalisasi Cerita Rakyat Masyarakat Timor Sebagai Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Pada Era Tatanan Kehidupan Baru
Abstrak   Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi berbagai bentuk cerita rakyat masyarakat Timor yang penuh dengan nilai kearifan lokal dan muatan p...
PENERAPAN PRINSIP UTI POSSIDETIS JURIS DALAM PENETAPAN BATAS DARAT INDONESIA DAN TIMOR LESTE
PENERAPAN PRINSIP UTI POSSIDETIS JURIS DALAM PENETAPAN BATAS DARAT INDONESIA DAN TIMOR LESTE
Abstrak Indonesia dan Timor Leste menetapkan batas darat dalam Provisional Agreement on the Land Boundary, 2005 berdasarkan prinsip uti possidetis juris, yang dimaknai batas ...

Back to Top