Javascript must be enabled to continue!
Perubahan Lahan Pertanian Di Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang
View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, yang terkenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Penelitian dilakukan sejak Maret 2021. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data dulakukan dengan analisis deskriptif, overlay, dan analisis kuantitatif. Berdasarkan data tahun 2017 hingga 2021, luas lahan sawah berkurang dari 1.332 hektar menjadi 1.276 hektar, dengan laju alih fungsi rata-rata sebesar -4,32% per tahun. Alih fungsi lahan terbesar terjadi pada tahun 2019, dengan 16 hektar sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa faktor strategis, seperti pembangunan kereta cepat, kawasan industri, dan akses tol, serta meningkatnya jumlah penduduk, menjadi pendorong utama alih fungsi lahan di Kecamatan Kotabaru. Perencanaan tata ruang wilayah di Kecamatan Kotabaru sebagian besar telah sesuai dengan alokasi untuk permukiman, namun terus bertambahnya kebutuhan lahan permukiman menimbulkan konflik penggunaan lahan yang berdampak pada berkurangnya luas lahan pertanian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk perencanaan tata ruang yang lebih berkelanjutan guna melindungi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Kata Kunci: alih fungsi lahan, lahan pertanian, dan permukiman
Kotabaru District, Karawang Regency, which is known as one of the national rice barns. The research was conducted since March 2021. Data were collected through observation, documentation, interviews, and questionnaires. Data analysis was conducted using descriptive analysis, overlay, and quantitative analysis. Based on data from 2017 to 2021, the area of paddy fields decreased from 1,332 hectares to 1,276 hectares, with an average conversion rate of -4.32% per year. The largest land conversion occurred in 2019, with 16 hectares of paddy fields turned into residential areas. This research identifies that strategic factors, such as the development of fast trains, industrial estates, and toll access, as well as the increasing population, are the main drivers of land conversion in Kecamatan Kotabaru. Spatial planning in Kotabaru Sub-district is largely in accordance with the allocation for settlements, but the growing need for residential land has led to land use conflicts that have resulted in a reduction in the area of agricultural land. The results of this study are expected to provide input for more sustainable spatial planning to protect agricultural land in the region.
Keywords: land use change, agricultural land, and settlements
Title: Perubahan Lahan Pertanian Di Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang
Description:
Penelitian ini mengkaji alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, yang terkenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Penelitian dilakukan sejak Maret 2021.
Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner.
Analisis data dulakukan dengan analisis deskriptif, overlay, dan analisis kuantitatif.
Berdasarkan data tahun 2017 hingga 2021, luas lahan sawah berkurang dari 1.
332 hektar menjadi 1.
276 hektar, dengan laju alih fungsi rata-rata sebesar -4,32% per tahun.
Alih fungsi lahan terbesar terjadi pada tahun 2019, dengan 16 hektar sawah berubah menjadi kawasan perumahan.
Penelitian ini mengidentifikasi bahwa faktor strategis, seperti pembangunan kereta cepat, kawasan industri, dan akses tol, serta meningkatnya jumlah penduduk, menjadi pendorong utama alih fungsi lahan di Kecamatan Kotabaru.
Perencanaan tata ruang wilayah di Kecamatan Kotabaru sebagian besar telah sesuai dengan alokasi untuk permukiman, namun terus bertambahnya kebutuhan lahan permukiman menimbulkan konflik penggunaan lahan yang berdampak pada berkurangnya luas lahan pertanian.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk perencanaan tata ruang yang lebih berkelanjutan guna melindungi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Kata Kunci: alih fungsi lahan, lahan pertanian, dan permukiman
Kotabaru District, Karawang Regency, which is known as one of the national rice barns.
The research was conducted since March 2021.
Data were collected through observation, documentation, interviews, and questionnaires.
Data analysis was conducted using descriptive analysis, overlay, and quantitative analysis.
Based on data from 2017 to 2021, the area of paddy fields decreased from 1,332 hectares to 1,276 hectares, with an average conversion rate of -4.
32% per year.
The largest land conversion occurred in 2019, with 16 hectares of paddy fields turned into residential areas.
This research identifies that strategic factors, such as the development of fast trains, industrial estates, and toll access, as well as the increasing population, are the main drivers of land conversion in Kecamatan Kotabaru.
Spatial planning in Kotabaru Sub-district is largely in accordance with the allocation for settlements, but the growing need for residential land has led to land use conflicts that have resulted in a reduction in the area of agricultural land.
The results of this study are expected to provide input for more sustainable spatial planning to protect agricultural land in the region.
Keywords: land use change, agricultural land, and settlements.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan masing-masing perubahan penggunaan lahan Kecamatan Sirimau dilihat dari citra satelit tahun 2006-2016, mengetahui agihan perubahan ...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
Analisis Spasial Tekanan Penduduk Terhadap Lahan Pertanian di Daerah Aliran Sungai Laeya Kabupaten Konawe Selatan
Analisis Spasial Tekanan Penduduk Terhadap Lahan Pertanian di Daerah Aliran Sungai Laeya Kabupaten Konawe Selatan
Population pressure on agricultural land is one of the important parameters to determine the level of environmental quality in watersheds (DAS). High population pressure on agricul...
DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PUUWATU DAN KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI
DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PUUWATU DAN KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis dinamika penggunaan lahan di Kecamatan Puuwatu dan Kecamatan Baruga Kota Kendari pada tahun 2008 hingga 2014, (2) Me...
Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Berkelanjutan di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa
Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Berkelanjutan di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa
Abstract. The purpose of this study was to determine the pattern of distribution of agricultural land, the factors causing changes in the function of sustainable agricultural land ...

