Javascript must be enabled to continue!
Pendampingan Penyusunan Purana Banten di Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar
View through CrossRef
Agama Hindu merupakan agama yang sarat akan hari raya atau upacara. Penyelenggaraanya juga sering menggunakan sesajen atau yang dapat disebut dengan banten. Banten juga dapat diartikan sebagai wali. Kata wali berarti wakil. Banten dalam suatu upacara dipakai sebagai wakil untuk berhubungan dengan yang dipuja atau yang dimuliakan. Selain itu pula, kata wali berarti kembali. Pengertian ini menandakan, banten dimaksudkan kembali dipersembahkan, yang pada mulanya semua sarana banten itu berasal atau bersumber dari ciptaan Sang Hyang Widhi Wasa. Maksud dari persembahan kembali ini adalah untuk mewujudkan keseimbangan, antara Tuhan / Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menciptakan, dengan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling banyak menerima dan menikmati, agar dapat lestari sepanjang masa. Khusus di Desa Adat Tegaltamu, dalam melakukan upacara yadnya menggunakan banten selama ini hanya mengikuti dari budaya dan tradisi yang ada, sehingga apa yang sudah menjadi tradisi itulah yang akan diikuti dan dilakukan tanpa mengetahui benar atau salahnya. Permasalahannya di Desa Adat Tegaltamu, seiring perkembangan tuntutan jaman yang membatasi waktu serta meningkatkan kesibukan masyarakat dalam hal mencari nafkah serta kegiatan di luar adat, tentu mereka tidak mudah menjalankan tradisi tersebut secara maksimal, sehingga perlu dilakukan penyusunan suatu pedoman dasar untuk anggota masyarakat yang disesuaikan dengan perkembangan jaman sekarang, sehingga anggota masyarakat bisa menyesuaikan yadnya sesuai dengan situasi dan kondisi mereka dan mendapat kepastian atas upacara yadnya yang telah dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan pendampingan penyusunan purana banten Desa Adat Tegaltamu oleh tim pendamping yang merupakan anggota pengabdian kepada masyarakat Prodi Penerangan Agama Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Ada beberapa tahap pendampingan yang dilalui untuk menghasilkan sebuah purana banten. Beberapa tahap itu ialah, tahap penjajagan, sosialisasi dan pemberian materi, survey lapangan, wawancara, focus grup discustion, pemilahan data serta yang terakhir adalah penyusunan hasil kegiatan pengabdian. Dipergunakan metode triangulasi data selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung yang mencakup pemaparan materi, diskusi, observasi, pembagian kelompok, riset data, penyusunan buku, revisi dan penyuntingan hingga dihasilkan output berupa pencetakan buku berjudul “Purana Banten Pura Dalem Desa Adat Tegaltamu dan Purana Banten Pura Desa Desa Adat Tegaltamu”.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: Pendampingan Penyusunan Purana Banten di Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar
Description:
Agama Hindu merupakan agama yang sarat akan hari raya atau upacara.
Penyelenggaraanya juga sering menggunakan sesajen atau yang dapat disebut dengan banten.
Banten juga dapat diartikan sebagai wali.
Kata wali berarti wakil.
Banten dalam suatu upacara dipakai sebagai wakil untuk berhubungan dengan yang dipuja atau yang dimuliakan.
Selain itu pula, kata wali berarti kembali.
Pengertian ini menandakan, banten dimaksudkan kembali dipersembahkan, yang pada mulanya semua sarana banten itu berasal atau bersumber dari ciptaan Sang Hyang Widhi Wasa.
Maksud dari persembahan kembali ini adalah untuk mewujudkan keseimbangan, antara Tuhan / Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menciptakan, dengan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling banyak menerima dan menikmati, agar dapat lestari sepanjang masa.
Khusus di Desa Adat Tegaltamu, dalam melakukan upacara yadnya menggunakan banten selama ini hanya mengikuti dari budaya dan tradisi yang ada, sehingga apa yang sudah menjadi tradisi itulah yang akan diikuti dan dilakukan tanpa mengetahui benar atau salahnya.
Permasalahannya di Desa Adat Tegaltamu, seiring perkembangan tuntutan jaman yang membatasi waktu serta meningkatkan kesibukan masyarakat dalam hal mencari nafkah serta kegiatan di luar adat, tentu mereka tidak mudah menjalankan tradisi tersebut secara maksimal, sehingga perlu dilakukan penyusunan suatu pedoman dasar untuk anggota masyarakat yang disesuaikan dengan perkembangan jaman sekarang, sehingga anggota masyarakat bisa menyesuaikan yadnya sesuai dengan situasi dan kondisi mereka dan mendapat kepastian atas upacara yadnya yang telah dilakukan.
Untuk itu perlu dilakukan pendampingan penyusunan purana banten Desa Adat Tegaltamu oleh tim pendamping yang merupakan anggota pengabdian kepada masyarakat Prodi Penerangan Agama Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
Ada beberapa tahap pendampingan yang dilalui untuk menghasilkan sebuah purana banten.
Beberapa tahap itu ialah, tahap penjajagan, sosialisasi dan pemberian materi, survey lapangan, wawancara, focus grup discustion, pemilahan data serta yang terakhir adalah penyusunan hasil kegiatan pengabdian.
Dipergunakan metode triangulasi data selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung yang mencakup pemaparan materi, diskusi, observasi, pembagian kelompok, riset data, penyusunan buku, revisi dan penyuntingan hingga dihasilkan output berupa pencetakan buku berjudul “Purana Banten Pura Dalem Desa Adat Tegaltamu dan Purana Banten Pura Desa Desa Adat Tegaltamu”.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...
PENGARUH HARGA, KUALITAS PELAYANAN, DAN LOKASI TERHADAP KEPUASAN TAMU DI REDMOON COFFEE BATUBULAN
PENGARUH HARGA, KUALITAS PELAYANAN, DAN LOKASI TERHADAP KEPUASAN TAMU DI REDMOON COFFEE BATUBULAN
ABSTRACTThis study entitled "The effect of price, service quality and location on guest satisfaction at Redmoon Coffee Batubulan". This study aims to determine how much influence p...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI SMP NEGERI KABUPATEN GIANYAR
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI SMP NEGERI KABUPATEN GIANYAR
This research aims to obtain: (1) the description or description about the effectiveness of the implementation of the educational Character of the context of Gianyar in junior high...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
PENGGUNAAN PALAKIWA DALAM UPACARA NGABEN DI DESA ADAT KULUB KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR
Dalam mewujudkan rasa bhakti memuja kebesaran Tuhan, masyarakat di Desa Adat Kulub Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, melakukan upacara pitra yadnya yang dimana di dalam...

