Javascript must be enabled to continue!
Analisis Perbandingan Berat Jenis Tanah Sampel Batulempung dan Batupasir Pada Titik Bor MHY 52A
View through CrossRef
Tanah dapat diartikan sebagai partikel mineral yang dipadatkan atau dilepaskan melalui pelapukan batuan, dengan ruang pori di antara partikel-partikel tersebut terisi udara dan/atau air. Nilai berat jenis (specific gravity) dari sampel tanah yang di uji dengan No titik BOR MHY 52A adalah Gs rata - rata = 2.61 - 2,66 gram dengan jenis batuan Batulempung (Claystone), sedangkan untuk Gs rata - rata 2,61 - 2,74 gram dengan jenis batuan Batupasir (Sandstone) dengan kemungkinan untuk sampel Claystone termasuk ke dalam jenis tanah lempung organik dan lanau tak organik karena untuk presentase akhir pengujian tanah lanau lebih dominan dibandingkan dengan tanah lempung (presentase tanah lempung 95,3 % sedangkan untuk presentase tanah lanau 104,6 %), sedangkan untuk sampel sandstone termasuk termasuk ke dalam jenis tanah pasir dengan sedikit campuran tanah lanau (presentase tanah pasir 75,2 % sedangkan untuk tanah lanau memiliki presentase 361,6 %). Hasil pengujian spesific gravity pada sampel claystone dan sandstone memiliki nilai yang berbeda. Pada sampel sandstone diketahui berat jenis rata – ratanya lebih besar daripada berat jenis rata – rata claystone. Hal ini disebabkan karena ada 2 faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah yaitu tekstur dan bahan organik tanah. Pada tekstur, jika partikel tanahnya kasar, maka nilai berat jenis nya menjadi besar
Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam
Title: Analisis Perbandingan Berat Jenis Tanah Sampel Batulempung dan Batupasir Pada Titik Bor MHY 52A
Description:
Tanah dapat diartikan sebagai partikel mineral yang dipadatkan atau dilepaskan melalui pelapukan batuan, dengan ruang pori di antara partikel-partikel tersebut terisi udara dan/atau air.
Nilai berat jenis (specific gravity) dari sampel tanah yang di uji dengan No titik BOR MHY 52A adalah Gs rata - rata = 2.
61 - 2,66 gram dengan jenis batuan Batulempung (Claystone), sedangkan untuk Gs rata - rata 2,61 - 2,74 gram dengan jenis batuan Batupasir (Sandstone) dengan kemungkinan untuk sampel Claystone termasuk ke dalam jenis tanah lempung organik dan lanau tak organik karena untuk presentase akhir pengujian tanah lanau lebih dominan dibandingkan dengan tanah lempung (presentase tanah lempung 95,3 % sedangkan untuk presentase tanah lanau 104,6 %), sedangkan untuk sampel sandstone termasuk termasuk ke dalam jenis tanah pasir dengan sedikit campuran tanah lanau (presentase tanah pasir 75,2 % sedangkan untuk tanah lanau memiliki presentase 361,6 %).
Hasil pengujian spesific gravity pada sampel claystone dan sandstone memiliki nilai yang berbeda.
Pada sampel sandstone diketahui berat jenis rata – ratanya lebih besar daripada berat jenis rata – rata claystone.
Hal ini disebabkan karena ada 2 faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah yaitu tekstur dan bahan organik tanah.
Pada tekstur, jika partikel tanahnya kasar, maka nilai berat jenis nya menjadi besar.
Related Results
Abstract 1773: MHY-449 induces apoptotic cell death through ROS- and caspase-dependent pathways in AGS human gastric cancer cells
Abstract 1773: MHY-449 induces apoptotic cell death through ROS- and caspase-dependent pathways in AGS human gastric cancer cells
Abstract
We previously reported on the anticancer effect of the diastereoisomeric compound MHY-449, a novel dihydrobenzofuro[4,5-b][1,8] naphthyridin-6-one derivativ...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Cekaman Logam Berat Cromium Terhadap Tanaman
Logam berat adalah unsur logam dengan berat/ massa atom tinggi. Dalam kajian lingkungan logam dikategorikan menjadi logam berat jika memilki berat jenis lebih besar dari 5 g/ml. Se...
Cytoprotective Roles of a Novel Compound, MHY‐1684, against Hyperglycemia‐Induced Oxidative Stress and Mitochondrial Dysfunction in Human Cardiac Progenitor Cells
Cytoprotective Roles of a Novel Compound, MHY‐1684, against Hyperglycemia‐Induced Oxidative Stress and Mitochondrial Dysfunction in Human Cardiac Progenitor Cells
Diabetic cardiomyopathy (DCM) is tightly linked to heart disorders and dysfunction or death of the cardiomyocytes including resident cardiac progenitor cells (CPCs) in diabetic pat...

