Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Comparative Analysis of Syntax and Semantics Sering with Jingchang

View through CrossRef
The learning of a foreign language cannot be separated from an understanding of the structure and characteristics of that language, especially in terms of understanding grammar. This research aims to analyze the syntactic and semantic differences between the Indonesian word sering and the Mandarin word经常jingchang. The research method used in this writing is a qualitative method involving an analysis of two linguistic corpora, namely the Indonesian corpus and the Center for Chinese Linguistics PKU corpus. Based on the corpus data analysis, the results are as follows: 1. Sentence patterns and relationships between sentences in the Indonesian word sering can be used in declarative and interrogative sentence patterns; In sentence position, sering can be used in the middle of a sentence with the condition of use after verbs/adjectives that function as predicates. In informal usage, it can also be used at the beginning of a sentence, but not at the end of a sentence. In terms of synonym usage, the word sering can be used with action verbs, desires, existence, commands, decisions, and with adjectives indicating attitudes and feelings, but cannot be paired with adjectives indicating distance, form, and taste. 2. In terms of meaning, both the Indonesian word sering and the Mandarin word经常jingchang have the meaning of frequency and high intensity. AbstrakPembelajaran bahasa asing tidak dapat terlepas dari pemahaman akan struktur dan kekhasan bahasa tersebut, terutama dalam hal pemahaman akan tata bahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan sintaksis dan semantik kata bahasa Indonesia sering dan bahasa Mandarin经常jingchang. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif berupa analisis terhadap dua korpus linguistik, yakni korpus Indonesia dan Center for Chinese Linguistics PKU. Berdasarkan pada analisis data korpus, didapatkan hasil: 1. Pola kalimat dan hubungan antarkalimat pada kata bahasa Indonesia sering dapat digunakan pada pola kalimat deklaratif dan interogatif; Pada posisi kalimat, sering dapat digunakan pada tengah kalimat dengan syarat penggunaan setelah kata kerja/sifat yang berupa predikat, pada penggunaan informal, bisa juga digunakan pada awal kalimat, tetapi tidak dapat digunakan pada akhir kalimat; pada penggunaan padanan kata, kata sering dapat digunakan dengan kata kerja penanda tindakan, keinginan, keberadaan, memerintah, dan memutuskan, serta pada kata sifat penunjuk sikap dan perasaan, namun tidak dapat dipadankan dengan kata sifat penunjuk jarak, bentuk dan rasa. 2. Dalam segi makna, bahasa Indonesia sering' dan bahasa Mandarin经常jingchang keduanya memiliki makna berulang dan intensitas tinggi.
Title: Comparative Analysis of Syntax and Semantics Sering with Jingchang
Description:
The learning of a foreign language cannot be separated from an understanding of the structure and characteristics of that language, especially in terms of understanding grammar.
This research aims to analyze the syntactic and semantic differences between the Indonesian word sering and the Mandarin word经常jingchang.
The research method used in this writing is a qualitative method involving an analysis of two linguistic corpora, namely the Indonesian corpus and the Center for Chinese Linguistics PKU corpus.
Based on the corpus data analysis, the results are as follows: 1.
Sentence patterns and relationships between sentences in the Indonesian word sering can be used in declarative and interrogative sentence patterns; In sentence position, sering can be used in the middle of a sentence with the condition of use after verbs/adjectives that function as predicates.
In informal usage, it can also be used at the beginning of a sentence, but not at the end of a sentence.
In terms of synonym usage, the word sering can be used with action verbs, desires, existence, commands, decisions, and with adjectives indicating attitudes and feelings, but cannot be paired with adjectives indicating distance, form, and taste.
2.
In terms of meaning, both the Indonesian word sering and the Mandarin word经常jingchang have the meaning of frequency and high intensity.
 AbstrakPembelajaran bahasa asing tidak dapat terlepas dari pemahaman akan struktur dan kekhasan bahasa tersebut, terutama dalam hal pemahaman akan tata bahasa.
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan sintaksis dan semantik kata bahasa Indonesia sering dan bahasa Mandarin经常jingchang.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif berupa analisis terhadap dua korpus linguistik, yakni korpus Indonesia dan Center for Chinese Linguistics PKU.
Berdasarkan pada analisis data korpus, didapatkan hasil: 1.
Pola kalimat dan hubungan antarkalimat pada kata bahasa Indonesia sering dapat digunakan pada pola kalimat deklaratif dan interogatif; Pada posisi kalimat, sering dapat digunakan pada tengah kalimat dengan syarat penggunaan setelah kata kerja/sifat yang berupa predikat, pada penggunaan informal, bisa juga digunakan pada awal kalimat, tetapi tidak dapat digunakan pada akhir kalimat; pada penggunaan padanan kata, kata sering dapat digunakan dengan kata kerja penanda tindakan, keinginan, keberadaan, memerintah, dan memutuskan, serta pada kata sifat penunjuk sikap dan perasaan, namun tidak dapat dipadankan dengan kata sifat penunjuk jarak, bentuk dan rasa.
2.
Dalam segi makna, bahasa Indonesia sering' dan bahasa Mandarin经常jingchang keduanya memiliki makna berulang dan intensitas tinggi.

Related Results

Primerjalna književnost na prelomu tisočletja
Primerjalna književnost na prelomu tisočletja
In a comprehensive and at times critical manner, this volume seeks to shed light on the development of events in Western (i.e., European and North American) comparative literature ...
The Ultimate Conditional Syntax
The Ultimate Conditional Syntax
Functional programming languages typically support expressive pattern-matching syntax allowing programmers to write concise and type-safe code, especially appropriate for manipul...
The utility of SYNTAX score predictability by electrocardiogram parameters in patients with unstable angina
The utility of SYNTAX score predictability by electrocardiogram parameters in patients with unstable angina
Abstract Background SYNTAX score is one of the risk assessment systems to predict cardiac events in acute coronary syndrome patients. Despite the la...
The Formal Semantics of Programming Languages
The Formal Semantics of Programming Languages
The Formal Semantics of Programming Languages provides the basic mathematical techniques necessary for those who are beginning a study of the semantics and logics of programming la...
ON FORMAL AND COGNITIVE SEMANTICS FOR SEMANTIC COMPUTING
ON FORMAL AND COGNITIVE SEMANTICS FOR SEMANTIC COMPUTING
Semantics is the meaning of symbols, notations, concepts, functions, and behaviors, as well as their relations that can be deduced onto a set of predefined entities and/or known co...

Back to Top