Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IDENTIFIKASI PERSEBARAN SPASIAL UMKM EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN PRINGSEWU

View through CrossRef
Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadikan Indonesia sebagai negara agraris. Salah satunya di Kabupaten Pringsewu dengan kontribusi ekonomi paling besar berasal dari sektor pertanian. Namun pada 5 tahun terakhir, terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB, sehingga membutuhkan alternatif pengembangan ekonomi lainnya. Kondisi ini menuntut kualitas sumber daya manusia untuk memunculkan aktivitas olahan produk-produk bernilai dari potensi lokal Kabupaten Pringsewu. Kemunculan usaha berbasis kreativitas saat ini telah bermunculan di Kabupaten Pringsewu, sehingga perlu untuk mengembangkan usaha yang berbasis ekonomi kreatif. Pada artikel ini, dilakukan pemetaan klaster dengan pendekatan Analisis Hot Spot, terhadap seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif. Analisis ini menunjukkan eksistensi jumlah dan persebaran para pelaku usaha ekonomi kreatif yang mengelompok di Kabupaten Pringsewu. Klaster ekonomi kreatif di Kabupaten Pringsewu dominan terbentuk di Kecamatan Pagelaran, Pagelaran Utara dan Gadingrejo. Klaster yang terbentuk pada penelitian ini berupa kluster sektor kriya, musik, fashion, makanan ringan dan sektor kreatif lainnya. Penelitian ini menunjukkan terdapat pengelompokan usaha ekonomi kreatif terjadi di Kecamatan Gadingrejo dan Pagelaran Utara yang merupakan kecamatan di luar ibukota Pringsewu. Keberadaan pelaku usaha ekonomi kreatif dapat menjadi alternatif penggerak roda ekonomi di kawasan diluar ibukota Pringsewu.
Title: IDENTIFIKASI PERSEBARAN SPASIAL UMKM EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN PRINGSEWU
Description:
Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadikan Indonesia sebagai negara agraris.
Salah satunya di Kabupaten Pringsewu dengan kontribusi ekonomi paling besar berasal dari sektor pertanian.
Namun pada 5 tahun terakhir, terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB, sehingga membutuhkan alternatif pengembangan ekonomi lainnya.
Kondisi ini menuntut kualitas sumber daya manusia untuk memunculkan aktivitas olahan produk-produk bernilai dari potensi lokal Kabupaten Pringsewu.
Kemunculan usaha berbasis kreativitas saat ini telah bermunculan di Kabupaten Pringsewu, sehingga perlu untuk mengembangkan usaha yang berbasis ekonomi kreatif.
Pada artikel ini, dilakukan pemetaan klaster dengan pendekatan Analisis Hot Spot, terhadap seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif.
Analisis ini menunjukkan eksistensi jumlah dan persebaran para pelaku usaha ekonomi kreatif yang mengelompok di Kabupaten Pringsewu.
Klaster ekonomi kreatif di Kabupaten Pringsewu dominan terbentuk di Kecamatan Pagelaran, Pagelaran Utara dan Gadingrejo.
Klaster yang terbentuk pada penelitian ini berupa kluster sektor kriya, musik, fashion, makanan ringan dan sektor kreatif lainnya.
Penelitian ini menunjukkan terdapat pengelompokan usaha ekonomi kreatif terjadi di Kecamatan Gadingrejo dan Pagelaran Utara yang merupakan kecamatan di luar ibukota Pringsewu.
Keberadaan pelaku usaha ekonomi kreatif dapat menjadi alternatif penggerak roda ekonomi di kawasan diluar ibukota Pringsewu.

Related Results

Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jepara
Pengembangan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jepara
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi berkaitan dengan UMKM berbasis ekonomi kreatif di Kabupaten Jepara. Selama bertahun-tahun, UMKM telah terbukti mampu bertahan pa...
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
Potensi bencana pada daerah Kabupaten Pringsewu berdasarkan RTRW daerah tersebut diantaranya tanah longsor dan gempa bumi, sehingga diperlukannya Kajian Risiko Bencana terhadap dua...
KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MTS DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF
KEMAMPUAN SPASIAL SISWA MTS DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA KOGNITIF
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa ditinjau dari perbedaan gaya kognitif. Kemampuan spasial dalam penelitian mencangkup 5 komponan, yaitu persepsi ...
PETA JALAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN PROMOSI DAN PEMASARAN DESTINASI WISATA KOTA SABANG
PETA JALAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN PROMOSI DAN PEMASARAN DESTINASI WISATA KOTA SABANG
Sektor ekonomi kreatif dinilai mampu mempertegas dan memperkaya identitas  nasional bangsa Indonesia karena dapat memadukan ide, seni, dan inovasi berbasis  teknologi dan budaya ya...
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) BERBASIS EKONOMI KREATIF DI KOPERASI GERAI LENGKONG TANGERANG SELATAN
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) BERBASIS EKONOMI KREATIF DI KOPERASI GERAI LENGKONG TANGERANG SELATAN
Koperasi Gerai Lengkong Tangerang Selatan memiliki potensi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berbasis ekonomi kreatif yang perlu untuk di kembangkan, mulai dari has...
TINGKAT ANSIETAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS
TINGKAT ANSIETAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS
Hipertensi merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, angka kematian akibat hipertensi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hipertensi dapat berkembang menjadi gagal jantung k...
ANALISIS PENGUKURAN ANGKA EKONOMI KREATIF KOTA MALANG
ANALISIS PENGUKURAN ANGKA EKONOMI KREATIF KOTA MALANG
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyusun dokumen Pengukuran Angka Ekonomi Kreatif yang berupa PDRB ekonomi kreatif dari 16 subsektor ekonomi kreatif di Kota Malang tahun 2018. ...
PENGARUH PEMBERIAN IKAN TERI (Engraulis encrasicolus) PADA MEMORI SPASIAL TIKUS SPRAGUE DAWLEY USIA SATU BULAN
PENGARUH PEMBERIAN IKAN TERI (Engraulis encrasicolus) PADA MEMORI SPASIAL TIKUS SPRAGUE DAWLEY USIA SATU BULAN
Latar Belakang: Memori spasial merupakan bagian dari kognitif yang berperan penting dalam kehidupan. Ikan teri (Engraulis encrasicolus) merupakan salah satu jenis oily fish yang me...

Back to Top