Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH MIKORIZA DAN AMELIORAN PADA BAWANG PREI DI LAHAN TERCEMAR ABU VULKANIK

View through CrossRef
<p>Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara memberikan dampak kurang baik terhadap kesuburan lahan dan kualitas hasil pertanian. Pencemaran abu vulkanik menyebabkan terjadinya penurunan pH tanah, peningkatan kadar Fe dan S, serta pemadatan tanah. Kegiatan penelitian pemberian bahan amelioran pupuk kandang dan kapur dolomit serta mikoriza pada bawang prei telah dilaksanakan di lahan tercemar abu vulkanik, di Desa Sirumbia, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo sejak Mei hingga Oktober 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada lahan yang tercemar abu vulkanik, pemberian bahan amelioran seperti pupuk kandang dan kapur dolomit atau mikoriza perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Tanpa pemberian bahan-bahan tersebut pertumbuhan dan hasil tanaman ternyata lebih rendah. Hasil bawang prei segar tertinggi yaitu sebesar 20,83 t/ha diperoleh dari pemberian 100% pupuk Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing sebanyak 400, 200 dan 150 kg/ha, yang diikuti dengan penambahan pupuk kandang 5 t/ha, dolomit 500 kg/ha dan mikoriza sebanyak 10 g/tanaman. Pemberian pupuk dan mikoriza berperan dalam meningkatkan produktivitas tanaman yang dibudidayakan pada lahan tersebut dan pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani.</p><p>ABSTRACT</p><p>The Effect of Mycorrhiza and Ameliorants on Leek Crops in the Volcanic Ash Contaminated Lands. Eruption of the Sinabung volcano in Karo district, North Sumatera province produced the unfavorable impact to the fertility of land and quality of agricultural products. The volcanic ash pollution caused soil pH reduction, the increasing level of Fe and S, and the soil compaction. A study on the application of ameliorant materials of manure, dolomite lime and mycorrhiza to leek crops was conducted in the contaminated land by volcanic ash, which was in Sirumbia village, Simpang Empat sub district, Karo district from May to October 2015. The results showed that in the contaminated land by volcanic ash, the application of ameliorant materials such as manure, dolomite lime or mycorrhiza were necessary without the application of these materials, the crop growth and yield were significantly lower than with application. The highest yield of leek was 20.83 t/ha produced by the application of 100% fertilizers i.e Urea, SP-36 and KCl up to 400, 200 and 150 kg/ha respectively and it was followed with the addition of 5 t/ha manure, 500 kg/ha dolomite lime and 10/single plant.  The application of mycorrhiza and fertilizers could increase crops productivity cultivated in the erupted land, thus it also can increase farmers’ income.  </p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: PENGARUH MIKORIZA DAN AMELIORAN PADA BAWANG PREI DI LAHAN TERCEMAR ABU VULKANIK
Description:
<p>Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara memberikan dampak kurang baik terhadap kesuburan lahan dan kualitas hasil pertanian.
Pencemaran abu vulkanik menyebabkan terjadinya penurunan pH tanah, peningkatan kadar Fe dan S, serta pemadatan tanah.
Kegiatan penelitian pemberian bahan amelioran pupuk kandang dan kapur dolomit serta mikoriza pada bawang prei telah dilaksanakan di lahan tercemar abu vulkanik, di Desa Sirumbia, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo sejak Mei hingga Oktober 2015.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada lahan yang tercemar abu vulkanik, pemberian bahan amelioran seperti pupuk kandang dan kapur dolomit atau mikoriza perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Tanpa pemberian bahan-bahan tersebut pertumbuhan dan hasil tanaman ternyata lebih rendah.
Hasil bawang prei segar tertinggi yaitu sebesar 20,83 t/ha diperoleh dari pemberian 100% pupuk Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing sebanyak 400, 200 dan 150 kg/ha, yang diikuti dengan penambahan pupuk kandang 5 t/ha, dolomit 500 kg/ha dan mikoriza sebanyak 10 g/tanaman.
Pemberian pupuk dan mikoriza berperan dalam meningkatkan produktivitas tanaman yang dibudidayakan pada lahan tersebut dan pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani.
</p><p>ABSTRACT</p><p>The Effect of Mycorrhiza and Ameliorants on Leek Crops in the Volcanic Ash Contaminated Lands.
Eruption of the Sinabung volcano in Karo district, North Sumatera province produced the unfavorable impact to the fertility of land and quality of agricultural products.
The volcanic ash pollution caused soil pH reduction, the increasing level of Fe and S, and the soil compaction.
A study on the application of ameliorant materials of manure, dolomite lime and mycorrhiza to leek crops was conducted in the contaminated land by volcanic ash, which was in Sirumbia village, Simpang Empat sub district, Karo district from May to October 2015.
The results showed that in the contaminated land by volcanic ash, the application of ameliorant materials such as manure, dolomite lime or mycorrhiza were necessary without the application of these materials, the crop growth and yield were significantly lower than with application.
The highest yield of leek was 20.
83 t/ha produced by the application of 100% fertilizers i.
e Urea, SP-36 and KCl up to 400, 200 and 150 kg/ha respectively and it was followed with the addition of 5 t/ha manure, 500 kg/ha dolomite lime and 10/single plant.
  The application of mycorrhiza and fertilizers could increase crops productivity cultivated in the erupted land, thus it also can increase farmers’ income.
  </p>.

Related Results

Respon Beberapa Galur Padi Beras Hitam Teknik Budidaya Konvensional terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Pesemaian
Respon Beberapa Galur Padi Beras Hitam Teknik Budidaya Konvensional terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Pesemaian
Di lahan sawah sistem tergenang (konvensional), populasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) pada umumnya menjadi sangat rendah pasca padi, sehingga tanaman palawija pasca padi sangat ...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronis pada dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan lemak dan disfungsi endotel di dinding arteri sehingga menyebabkan penyempita...
PERTUMBUHAN DAN KUALITAS NUTRIS INDIGOFERA ZOLLINGERIANA PADA TANAH MARJINANL DAN INOKULUM MIKORIZASEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU RAWA
PERTUMBUHAN DAN KUALITAS NUTRIS INDIGOFERA ZOLLINGERIANA PADA TANAH MARJINANL DAN INOKULUM MIKORIZASEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU RAWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana pertumbuhan dan kualitas tanaman  Indigofera di tanah marjinal dengan bantuan pupuk hayati Fungi Mikoriza Arbuskular....
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang...
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...

Back to Top