Javascript must be enabled to continue!
MEMAHAMI PESAN AL-QUR'AN LEBIH DALAM: APLIKASI RETORIKA BALAGHAH UNTUK PENINGKATAN LITERASI KEAGAMAAN MASYARAKAT SEBUAH PENDEKATAN KONSEPTUAL
View through CrossRef
This article examines the role of balaghah (Arabic rhetoric) as a methodological approach to achieving a deeper and more contextual understanding of the Qur'an, and its contribution to enhancing religious literacy within Muslim communities. In Islamic tradition, balaghah consists of three primary branches—ma‘ānī (semantics), bayān (clarity through figurative language), and badī‘ (aesthetic embellishment)—which function to reveal the rhetorical power and layered meanings of the sacred text. Employing a qualitative-conceptual method based on literature review, this study analyzes both classical and contemporary sources, including peer-reviewed scholarly works. The findings demonstrate that integrating balaghah into Islamic education and da’wah practices can significantly improve critical and spiritual comprehension of the Qur’an, while countering rigid and literalist interpretations. Despite challenges such as the complexity of materials and lack of contextualized learning resources, pedagogical innovations—such as contextualized curriculum, digital media integration, and teacher training—offer promising solutions. Thus, balaghah is not only essential for understanding Qur'anic linguistic beauty, but also serves as a strategic tool for cultivating reflective, moderate, and textually literate Muslim communities.
Keywords: Balaghah, Qur'anic Rhetoric, Religious Literacy, Tafsir, Islamic Education
Title: MEMAHAMI PESAN AL-QUR'AN LEBIH DALAM: APLIKASI RETORIKA BALAGHAH UNTUK PENINGKATAN LITERASI KEAGAMAAN MASYARAKAT SEBUAH PENDEKATAN KONSEPTUAL
Description:
This article examines the role of balaghah (Arabic rhetoric) as a methodological approach to achieving a deeper and more contextual understanding of the Qur'an, and its contribution to enhancing religious literacy within Muslim communities.
In Islamic tradition, balaghah consists of three primary branches—ma‘ānī (semantics), bayān (clarity through figurative language), and badī‘ (aesthetic embellishment)—which function to reveal the rhetorical power and layered meanings of the sacred text.
Employing a qualitative-conceptual method based on literature review, this study analyzes both classical and contemporary sources, including peer-reviewed scholarly works.
The findings demonstrate that integrating balaghah into Islamic education and da’wah practices can significantly improve critical and spiritual comprehension of the Qur’an, while countering rigid and literalist interpretations.
Despite challenges such as the complexity of materials and lack of contextualized learning resources, pedagogical innovations—such as contextualized curriculum, digital media integration, and teacher training—offer promising solutions.
Thus, balaghah is not only essential for understanding Qur'anic linguistic beauty, but also serves as a strategic tool for cultivating reflective, moderate, and textually literate Muslim communities.
Keywords: Balaghah, Qur'anic Rhetoric, Religious Literacy, Tafsir, Islamic Education.
Related Results
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Relevansi Filsafat Bahasa dalam Memahami Al-Qur’an
Relevansi Filsafat Bahasa dalam Memahami Al-Qur’an
Filsafat bahasa adalah cabang filsafat yang mempelajari sifat, struktur, dan fungsi bahasa. Dalam konteks pemahaman Al-Qur'an, filsafat bahasa memiliki relevansi yang signifikan. A...
MENGENAL PEMIKIRAN AL-MUBARRID DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU BALĀGHAH
MENGENAL PEMIKIRAN AL-MUBARRID DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU BALĀGHAH
<p>Ilmu Balaghah merupakan sebuah disiplin ilmu bahasa Arab yang terus mengalami perkembangan dan pembaharuan dikalangan para ulama, dengan lahirnya ilmu balāghah kita bisa m...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Peran Majelis Taklim Al-Magfirah melalui Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Talise
Peran Majelis Taklim Al-Magfirah melalui Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Talise
Peran Majelis Taklim Al-Magfirah Melalui Pemanfaatan Media Sosial Dakwah Islamiyah Terhadap Pemahaman Keagamaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Talise Untuk menyampaikan pesan da...
PESAN DALAM TARIAN TOPENG PANJI CIREBON
PESAN DALAM TARIAN TOPENG PANJI CIREBON
Topeng Panji Cirebon merupakan jenis topeng yang ditarikan di awal pertunjukan, namun paling sulit ditarikan. Gerak dan musiknya sangat berlawanan. Gerak yang banya...
Penguatan Literasi Al-Qur'an Peserta Didik Sebagai Peningkatan Minat Baca Al-Qur'an Peserta Didik di SD Negeri 69 Batu Tiroa Kabupaten Bantaeng
Penguatan Literasi Al-Qur'an Peserta Didik Sebagai Peningkatan Minat Baca Al-Qur'an Peserta Didik di SD Negeri 69 Batu Tiroa Kabupaten Bantaeng
Literasi Al-Qur’an adalah keterampilan penguasaan dalam menumbuh kembangkan tiga kemampuan utama dalam berinterkasi dengan Al-Qur’an, kemampuan tersebut yakni kemampuan membaca, me...
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, rendahnya tingkat literasi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, menj...

