Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna di Kota Mojokerto

View through CrossRef
            Tujuan pemberdayaan "masyarakat" miskin yang menggunakan "Teknologi Tepat Guna", adalah: 1). Mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha ekonomi produktif "masyarakat", memperluas lapangan kerja, lapangan usaha, meningkatkan produktivitas dan mutu produksi. 2). Menunjang pengembangan wilayah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab menuju keunggulan kompetitif dalam persaingan lokal, regional dan global. 3). Mendorong tumbuhnya inovasi di bidang "teknologi". Model tipe kajian dalam penelitian ini  adalah deskriptif kualitatif, berusaha untuk menggambarkan fakta dan fenomena yang terkait dengan  model pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Populasi penelitian adalah semua lembaga pemberdayaan masyarakat yang berbasis penerapan  teknologi tepat guna di Kota Mojokerto dan masyarakat yang mendapatkan hibah/bantuan penerapan  teknologi tepat guna. Sampel diambil secara random di masing-masing Kecamatan. Teknik sampel menggunakan teknik insidental dan purposive random sample, dan analisis data  menggunakan analisis Kualitatif pada 100 responden. Simpulan penelitian: 1). Memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat hingga muncul perubahan yang efektif dan efisien. 2). Dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan perekonomian sangat diperlukan dukungan teknologi tepat guna yang relevan dan sesuai kebutuhan masyarakat. 3).  Implementasi pemberdayaan masyarakat melalui teknologi tepat guna cenderung mencari jalan "termudah" dalam menentukan sasaran atau penerima /calon adaptor teknologi tepat guna. 4).  Terjadi masalah ke "Tepat gunaan" teknologi karena ketidak sesuaiannya antara   teknologi tepat guna yang di implementasikan dengan kondisi lokasi. 5).  Keberlanjutan usaha agar UMKM mandiri, perlu pendampingan teknis dan non teknis. 6).  Peran Pemerintah adalah hal yang mutlak harus ada dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat gunaKeys word: Pemberdayaan masyarakat, teknologi tepat guna, 
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Title: Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna di Kota Mojokerto
Description:
            Tujuan pemberdayaan "masyarakat" miskin yang menggunakan "Teknologi Tepat Guna", adalah: 1).
Mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha ekonomi produktif "masyarakat", memperluas lapangan kerja, lapangan usaha, meningkatkan produktivitas dan mutu produksi.
2).
Menunjang pengembangan wilayah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab menuju keunggulan kompetitif dalam persaingan lokal, regional dan global.
3).
Mendorong tumbuhnya inovasi di bidang "teknologi".
Model tipe kajian dalam penelitian ini  adalah deskriptif kualitatif, berusaha untuk menggambarkan fakta dan fenomena yang terkait dengan  model pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna.
Populasi penelitian adalah semua lembaga pemberdayaan masyarakat yang berbasis penerapan  teknologi tepat guna di Kota Mojokerto dan masyarakat yang mendapatkan hibah/bantuan penerapan  teknologi tepat guna.
Sampel diambil secara random di masing-masing Kecamatan.
Teknik sampel menggunakan teknik insidental dan purposive random sample, dan analisis data  menggunakan analisis Kualitatif pada 100 responden.
Simpulan penelitian: 1).
Memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat hingga muncul perubahan yang efektif dan efisien.
2).
Dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan perekonomian sangat diperlukan dukungan teknologi tepat guna yang relevan dan sesuai kebutuhan masyarakat.
3).
 Implementasi pemberdayaan masyarakat melalui teknologi tepat guna cenderung mencari jalan "termudah" dalam menentukan sasaran atau penerima /calon adaptor teknologi tepat guna.
4).
 Terjadi masalah ke "Tepat gunaan" teknologi karena ketidak sesuaiannya antara   teknologi tepat guna yang di implementasikan dengan kondisi lokasi.
5).
 Keberlanjutan usaha agar UMKM mandiri, perlu pendampingan teknis dan non teknis.
6).
 Peran Pemerintah adalah hal yang mutlak harus ada dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat gunaKeys word: Pemberdayaan masyarakat, teknologi tepat guna, .

Related Results

Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah Melalui Retribusi Lingkungan Di Kota Mojokerto
Strategi Peningkatan Pendapatan Daerah Melalui Retribusi Lingkungan Di Kota Mojokerto
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penerimaan retribusi persampahan di Kota Mojokerto. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggu...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR PANTAI BLANAKAN KABUPATEN SUBANG
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR PANTAI BLANAKAN KABUPATEN SUBANG
Pemberdayaan adalah salah satu konsep didalam meningkatkan kualitas, baik kualitas sumberdaya manusia atau kualitas perekonomian. Masyarakat nelayan sebagai masyarakat yang memanfa...
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIKDAMBER DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIKDAMBER DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN
Tujuan kegiatan Ipteks bagi masyarakat desa Semau Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Teknologi Budidaya Budikdamber (budidaya ikan dan sayuran dalam ember) adalah : (1) Meningk...
Hubungan Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Hubungan Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep dakwah pemberdayaan masyarakat dan bagaimana keterkaitan antara dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Latar bela...
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
Citra Kota Cimahi Sebagai Kawasan Militer telah dicanangkan pada bulan Februari tahun 2010 yang lalu, pencanangan ini dilakukan oleh pihak pemerintah Kota Cimahi beserta jajaran in...
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh)
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh)
<p><span lang="IN">Konsep </span><em><span lang="IN">green city</span></em><span lang="IN"> menerapkan konsep ramah lingkungan yang ...

Back to Top