Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Efikasi Diri Remaja Di SMAN 1 Banjarmasin
View through CrossRef
Latar Belakang: Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa remaja terjadi perubahan yang melibatkan tiga aspek (biologis, kognitif, dan sosial-emosional). Masa remaja disebut sebagai masa “storm and stress”. Remaja tidak terlepas dari permasalahan yang dapat bersumber dari berbagai macam faktor (internal maupun eksternal). Remaja perlu adanya dukungan. Dukungan yang paling penting didapatkan dari sosial keluarga, untuk membangun efikasi diri agar terhindar dari stres.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan efikasi diri pada remaja di SMA Negeri 1 Banjarmasin.
Metode: Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan teknik stratified random sampling(n=258). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner data demografi, Perceived Social Support-Family (PSS-Fa), dan General Self Efficacy Scale. Analisis data menggunakan uji Spearman.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan efikasi diri pada remaja (p=0,760<0,05).
Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki dukungan sosial keluarga yang buruk dan efikasi diri yang rendah. Mayoritas remaja di SMAN 1 Banjarmasin memiliki dukungan sosial keluarga yang buruk dan efikasi diri yang rendah. Sehingga didapatkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara dukungan sosial keluarga dengan efikasi diri pada remaja di SMA Negeri 1 Banjarmasin
LPPM Universitas Sari Mulia
Title: Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Efikasi Diri Remaja Di SMAN 1 Banjarmasin
Description:
Latar Belakang: Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa.
Pada masa remaja terjadi perubahan yang melibatkan tiga aspek (biologis, kognitif, dan sosial-emosional).
Masa remaja disebut sebagai masa “storm and stress”.
Remaja tidak terlepas dari permasalahan yang dapat bersumber dari berbagai macam faktor (internal maupun eksternal).
Remaja perlu adanya dukungan.
Dukungan yang paling penting didapatkan dari sosial keluarga, untuk membangun efikasi diri agar terhindar dari stres.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan efikasi diri pada remaja di SMA Negeri 1 Banjarmasin.
Metode: Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Menggunakan teknik stratified random sampling(n=258).
Instrumen penelitian menggunakan kuesioner data demografi, Perceived Social Support-Family (PSS-Fa), dan General Self Efficacy Scale.
Analisis data menggunakan uji Spearman.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan efikasi diri pada remaja (p=0,760<0,05).
Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki dukungan sosial keluarga yang buruk dan efikasi diri yang rendah.
Mayoritas remaja di SMAN 1 Banjarmasin memiliki dukungan sosial keluarga yang buruk dan efikasi diri yang rendah.
Sehingga didapatkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara dukungan sosial keluarga dengan efikasi diri pada remaja di SMA Negeri 1 Banjarmasin.
Related Results
Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Efikasi Diri dengan Minat Menjadi Guru Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta
Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Efikasi Diri dengan Minat Menjadi Guru Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta
Abstract
The purpose of this study is to discover the level of strength: (1) relationship between parents’s sosio-economic status with interest to become a teacher (2) relati...
EFIKASI DIRI DAN PERAWATAN DIRI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR
EFIKASI DIRI DAN PERAWATAN DIRI DIABETES PADA MASYARAKAT PESISIR
Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi perawatan diri diabetes. Salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap perawatan di...
Dukungan Keluarga terhadap Efikasi Diri Penderita Tuberkulosis Paru
Dukungan Keluarga terhadap Efikasi Diri Penderita Tuberkulosis Paru
Penderita Tuberkulosis Paru(TB) di haruskan patuh menjalani pengobatan, sehingga diperlukan efikasi diri yang tinggi. Efikasi diri yang kurang baik berdampak kepada pengobatan yang...
TAHAP EFIKASI GURU DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENCAPAIAN SEKOLAH DI SEKOLAH-SEKOLAH MENENGAH DALAM DAERAH BACHOK
TAHAP EFIKASI GURU DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENCAPAIAN SEKOLAH DI SEKOLAH-SEKOLAH MENENGAH DALAM DAERAH BACHOK
Kajian ini membincangkan tentang hubungan tahap efikasi guru dengan pencapaian sekolah. Dalam konteks kajian ini, fokus utama melibatkan dua dimensi efikasi iaitu efikasi kendiri ...
Peningkatan Efikasi Diri Ibu Menggunakan AECAS dalam Merawat Anak Stunting
Peningkatan Efikasi Diri Ibu Menggunakan AECAS dalam Merawat Anak Stunting
Background: Sebanyak 149.2 juta balita di dunia mengalami stunting di tahun 2020. Sebanyak 53% berada di Asia dan 41% berada di Afrika. Di Indonesia, sebanyak 31.8% balita mengalam...
PERBANDINGAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA DAN REGULER DALAM MENGHADAPI TANTANGAN AKADEMIK
PERBANDINGAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA DAN REGULER DALAM MENGHADAPI TANTANGAN AKADEMIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui [1] tingkat efikasi diri siswa kelas khusus olahraga SMP Negeri 1 Kalasan, [2] Tingkat Efikasi Diri siswa kelas reguler di SMP Negeri 1 Ka...
Dukungan sosial teman sebaya dan kejadian ide bunuh diri pada mahasiswa
Dukungan sosial teman sebaya dan kejadian ide bunuh diri pada mahasiswa
Background: Mental health is said to be good when the brain feels calm and relaxed, allowing a person to appreciate others and enjoy everyday life. People who have mental health ar...

