Javascript must be enabled to continue!
Teman-Teman Pendidik Ditampar oleh Gosip: Penggosip Oknum Mahasiswa (Entah Apa yang Merasukimu)
View through CrossRef
Gosip merupakan hal yang tidak dikatan lumrah, bukan hal yang biasa, tetapi sebagai fenomena di seluruh aspek kehidupan manusia. Demikian terjadi pada lingkungan pendidikan dari dasar samapai pendidikan atas. Lebih lanjut, hal yang berkaitan tentang gosip dapat berujung kontak fisik maupun permusuhan seumur hidup. Pada sisi pendidikan, gosip bukanlah hal yang tepat untuk dipelihara pastinya, dan tentunya harus diedukasi. Metode yang dipakai yaitu deskriptif. partisipan yang terlibat dalam peneilitan ini tercakup dua oknum dosen, oknum yang pertama membuka percakapan berantai adalah objek atau korban gosip dengan dua temannya, serta oknum dosen lainnya di dalam percakapan ini merupakan teman selingkungan kerja. Data direduksi ke dalam bentuk tiga tabel percakapan, yaitu berbahasa Melayu Maluku, berbahasa Indonesia, dan Berbahasa Inggris. Hasil dari peneilitan ini terdeskripsikan lewat klimaks percakapan yang secara ekspilist menekankan bahwa gosip yang dilakukan oleh oknum-oknum mahasiswa tersebut, akan ditangani dengan cara tersendiri menurut oknum dosen yang menjadi korban gosip. Serta teman-teman dosen yang berdiskusi di dalam percakapan berantai tersebut, menanggapi dengan perspektif yang sama untuk ditangani perilaku gosip, agar tidak terulang lagi.Dari diskusi singkat, peneliti menarik eksimpulan bahwa hal yang dapat tergambar dalam diskusi spontan itu, oknum dosen yang menjadi korban gosip sangatlah tidak menerima perilaku penggosip. Dan pada kenyataannya percakapan serta perspektif dari para oknum dosen yang terlibat dalam percakapan berantai tersebut menyiratkan bahwa tindakan yang berkaitan dengan gosip tidak sepatutunya dibiarkan, sehingga mendukung teman dosennya yang sebagai korban gosip untuk menempuh caranya sendiri di kemudian hari perihal oknum mahasiswa penggosip. Maka itu, peneliti menyarankan untuk kedepan pemerintah terkait dalam melaksanakan edukasi secar sistematis dari keluarga sampai ke pihak-pihak terkait pendidikan, agar perlikau gosip ini jangan lagi menjadi budaya, tetapi lebih mengedepankan kesadaran untuk membangun diri menjadi sumber daya manusia yang lebih baik.
Title: Teman-Teman Pendidik Ditampar oleh Gosip: Penggosip Oknum Mahasiswa (Entah Apa yang Merasukimu)
Description:
Gosip merupakan hal yang tidak dikatan lumrah, bukan hal yang biasa, tetapi sebagai fenomena di seluruh aspek kehidupan manusia.
Demikian terjadi pada lingkungan pendidikan dari dasar samapai pendidikan atas.
Lebih lanjut, hal yang berkaitan tentang gosip dapat berujung kontak fisik maupun permusuhan seumur hidup.
Pada sisi pendidikan, gosip bukanlah hal yang tepat untuk dipelihara pastinya, dan tentunya harus diedukasi.
Metode yang dipakai yaitu deskriptif.
partisipan yang terlibat dalam peneilitan ini tercakup dua oknum dosen, oknum yang pertama membuka percakapan berantai adalah objek atau korban gosip dengan dua temannya, serta oknum dosen lainnya di dalam percakapan ini merupakan teman selingkungan kerja.
Data direduksi ke dalam bentuk tiga tabel percakapan, yaitu berbahasa Melayu Maluku, berbahasa Indonesia, dan Berbahasa Inggris.
Hasil dari peneilitan ini terdeskripsikan lewat klimaks percakapan yang secara ekspilist menekankan bahwa gosip yang dilakukan oleh oknum-oknum mahasiswa tersebut, akan ditangani dengan cara tersendiri menurut oknum dosen yang menjadi korban gosip.
Serta teman-teman dosen yang berdiskusi di dalam percakapan berantai tersebut, menanggapi dengan perspektif yang sama untuk ditangani perilaku gosip, agar tidak terulang lagi.
Dari diskusi singkat, peneliti menarik eksimpulan bahwa hal yang dapat tergambar dalam diskusi spontan itu, oknum dosen yang menjadi korban gosip sangatlah tidak menerima perilaku penggosip.
Dan pada kenyataannya percakapan serta perspektif dari para oknum dosen yang terlibat dalam percakapan berantai tersebut menyiratkan bahwa tindakan yang berkaitan dengan gosip tidak sepatutunya dibiarkan, sehingga mendukung teman dosennya yang sebagai korban gosip untuk menempuh caranya sendiri di kemudian hari perihal oknum mahasiswa penggosip.
Maka itu, peneliti menyarankan untuk kedepan pemerintah terkait dalam melaksanakan edukasi secar sistematis dari keluarga sampai ke pihak-pihak terkait pendidikan, agar perlikau gosip ini jangan lagi menjadi budaya, tetapi lebih mengedepankan kesadaran untuk membangun diri menjadi sumber daya manusia yang lebih baik.
Related Results
Pengaruh perencanaan tenaga pendidik terhadap kinerja pendidik pada Yayasan Budi Bakti Keuskupan Sibolga
Pengaruh perencanaan tenaga pendidik terhadap kinerja pendidik pada Yayasan Budi Bakti Keuskupan Sibolga
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perencanaan tenaga pendidik terhadap kinerja pendidik di Yayasan Budi Bakti Keuskupan Sibolga. Fokus utama adalah untuk menentu...
Analisis Faktor-Faktor yang Mendeskripsikan Stress Mahasiswa Prodi PKB dalam Menghadapi UAS
Analisis Faktor-Faktor yang Mendeskripsikan Stress Mahasiswa Prodi PKB dalam Menghadapi UAS
Mahasiswa merupakan seorang yang sedang menempuh pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana, dimana mahasiswa akan di sibukan oleh berbagai tugas dan kegiatan. Dengan banyaknya tug...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
Dukungan sosial teman sebaya dan kejadian ide bunuh diri pada mahasiswa
Dukungan sosial teman sebaya dan kejadian ide bunuh diri pada mahasiswa
Background: Mental health is said to be good when the brain feels calm and relaxed, allowing a person to appreciate others and enjoy everyday life. People who have mental health ar...
PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAHASISWA
PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAHASISWA
Sorotan tentang Pendidikan yang berbasis pada karakter sejak beberapa tahun lalu sudah mendapat menarik perhatian berbagai pihak. Beberapa pakar yang bependapat bahwa pendidikan ka...
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
Semua 50 negara bagian di Amerika Serikat mewajibkan sekolah untuk memiliki kebijakan pencegahan perundungan. Tetapi kebijakan itu sendiri belumlah cukup. Meskipun ada kewajiban it...
UAS Kajian Buku Teks
UAS Kajian Buku Teks
Meurut saya, Peranan buku teks dalam pembelajaran IPS ialah sebagai sumber informasi, memberikan pertanyaan, memberi motivasi serta bisa menjadi penghubung pada mata pelajaran deng...
Manajemen Tenaga Pendidik di Madrasah Tsanawiyah Syamsuddin Buluh Rampai Indragiri Hulu
Manajemen Tenaga Pendidik di Madrasah Tsanawiyah Syamsuddin Buluh Rampai Indragiri Hulu
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar alamiah, rekrutmen dan seleksi, orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, serta penilaian kinerja pendidik di MTs Sy...

