Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Aquatic Exercise Therapy dan Lari Terhadap Cardiorespiratory Fitness Pada Remaja

View through CrossRef
Presentase penduduk Indonesia yang dikategorikan beraktivitas fisik rendah sebanyak 29,9%  dari total seluruh penduduk pada tahun 2010, 31,9% laki-laki dan 27,9% perempuan. Dampak yang terjadi akibat penurunan aktivitas fisik seseorang yaitu meningkatnya resiko penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, dibutuhkan cardiorespiratory fitness yang adekuat untuk  mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler. Cardiorespiratory fitness adalah kemampuan tubuh mengantarkan oksigen ke otot selama latihan .Salah satu cara meningkatkan cardiorespiratory fitness adalah dengan menggunakan Aquatic Exercise Therapy dan Lari.  Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental pre-test and post-test two group design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020. Pada Kelompok I didapatkan hasil p = 0,000 ( p < 0,05), disimpulkan  ada pengaruh latihan aquatic exercise therapy. Pada Kelompok II didapatkan hasil p = 0,000 ( p < 0,000),  disimpulkan  ada pengaruh latihan lari, kelompok yang mempunyai different mean lebih tinggi yaitu kelompok  aquatic exercise therapy dengan hasil 7,225. Ada pengaruh latihan aquatic exercise therapy terhadap cardiorespiratory fitness nilai p= 0,000 (p<0,005), (2) Ada pengaruh lari terhadap cardiorespiratory fitness  nilai p=0,000 (p<0,005), (3)  Aquatic exercise therapy lebih berpengaruh dibandingkan dengan lari dengan selisih mean kelompok I 7,22 dan kelompok II 2,94.
Title: Pengaruh Aquatic Exercise Therapy dan Lari Terhadap Cardiorespiratory Fitness Pada Remaja
Description:
Presentase penduduk Indonesia yang dikategorikan beraktivitas fisik rendah sebanyak 29,9%  dari total seluruh penduduk pada tahun 2010, 31,9% laki-laki dan 27,9% perempuan.
Dampak yang terjadi akibat penurunan aktivitas fisik seseorang yaitu meningkatnya resiko penyakit kardiovaskuler.
Oleh karena itu, dibutuhkan cardiorespiratory fitness yang adekuat untuk  mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler.
Cardiorespiratory fitness adalah kemampuan tubuh mengantarkan oksigen ke otot selama latihan .
Salah satu cara meningkatkan cardiorespiratory fitness adalah dengan menggunakan Aquatic Exercise Therapy dan Lari.
 Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental pre-test and post-test two group design.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.
Pada Kelompok I didapatkan hasil p = 0,000 ( p < 0,05), disimpulkan  ada pengaruh latihan aquatic exercise therapy.
Pada Kelompok II didapatkan hasil p = 0,000 ( p < 0,000),  disimpulkan  ada pengaruh latihan lari, kelompok yang mempunyai different mean lebih tinggi yaitu kelompok  aquatic exercise therapy dengan hasil 7,225.
Ada pengaruh latihan aquatic exercise therapy terhadap cardiorespiratory fitness nilai p= 0,000 (p<0,005), (2) Ada pengaruh lari terhadap cardiorespiratory fitness  nilai p=0,000 (p<0,005), (3)  Aquatic exercise therapy lebih berpengaruh dibandingkan dengan lari dengan selisih mean kelompok I 7,22 dan kelompok II 2,94.

Related Results

Effect Aerobic Exercise On Cardiorespiratory Fitness In Athlete
Effect Aerobic Exercise On Cardiorespiratory Fitness In Athlete
Background: Cardiorespiratory fitness or fitness is one of the endogenous factors that can affect athlete performance, this is because good cardiorespiratory fitness shows good end...
Hubungan Pemahaman Teknik Lari Dengan Kecepatan Lari 100 Meter Atlet Lari Putri
Hubungan Pemahaman Teknik Lari Dengan Kecepatan Lari 100 Meter Atlet Lari Putri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman teknik lari dan kecepatan lari 100 meter pada atlet lari putri Kota Padang. Lari 100 meter merupakan nomor spr...
Effect of cardiorespiratory exercise during rehabilitation on functional recovery early post-stroke: a cohort study
Effect of cardiorespiratory exercise during rehabilitation on functional recovery early post-stroke: a cohort study
ABSTRACTBackgroundPeople with stroke often have low cardiorespiratory fitness, hindering daily activities and rehabilitation participation. Cardiorespiratory exercise (CRE) early p...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
Studi Komparatif Efektivitas Mckenzie Exercises dan William Flexion Exercises pada Myogenic Low Back Pain
Studi Komparatif Efektivitas Mckenzie Exercises dan William Flexion Exercises pada Myogenic Low Back Pain
McKenzie and William Flexion exercises are physiotherapeutic interventions for LBPM (Low Back Myogenic Pain) to reduce pain and improve functional activity. This study aims to comp...
Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi
Orang Tua Sebagai Supporting System: Penanganan Anak Remaja Yang Mengalami Depresi
Remaja merupakan masa pencarian jati diri pada sebuah proses kehidupan. Tidak sedikit remaja yang melakukan tindakan-tindakan eksplorasi di fase ini. Tindakan-tindakan tersebut dap...
Peningkatan Kesadaran Anemia Pada Remaja di SMP Negeri 3 Mande Desa Jamali, Cianjur
Peningkatan Kesadaran Anemia Pada Remaja di SMP Negeri 3 Mande Desa Jamali, Cianjur
Salah satu capaian pada program smart village adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Ol...

Back to Top