Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbedaan Hasil Pemeriksaan BTA dan GeneXpert Pada Pasien Suspek Tuberkulosis Di RSUD Wangaya Kota Denpasar

View through CrossRef
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan global. Metode pemeriksaan tuberkulosis umumnya menggunakan BTA dan GeneXpert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan BTA dan GeneXpert pada pasien suspek tuberkulosis di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain comparative research, melibatkan 50 sampel yang dirujuk untuk pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada salah satu sampel ditemukan hasil negatif pada BTA sedangkan positif pada GeneXpert. Hasil uji Wilcoxon diperoleh  p-value sebesar 0,004, yang berarti terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan BTA dangan hasil GeneXpert pada pasien suspek tuberkulosis di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Hal ini menunjukkan semakin banyak positif hasil sputum BTA, semakin tinggi pula hasil positif pada pemeriksaan GeneXpert. Hasil pemeriksaan sputum BTA didapatkan negatif namun memberikan hasil yang positif di pemeriksaan dengan metode GeneXpert. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode diagnosis tuberkulosis yang lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit ini.
Title: Perbedaan Hasil Pemeriksaan BTA dan GeneXpert Pada Pasien Suspek Tuberkulosis Di RSUD Wangaya Kota Denpasar
Description:
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan global.
Metode pemeriksaan tuberkulosis umumnya menggunakan BTA dan GeneXpert.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan BTA dan GeneXpert pada pasien suspek tuberkulosis di RSUD Wangaya Kota Denpasar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain comparative research, melibatkan 50 sampel yang dirujuk untuk pemeriksaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada salah satu sampel ditemukan hasil negatif pada BTA sedangkan positif pada GeneXpert.
Hasil uji Wilcoxon diperoleh  p-value sebesar 0,004, yang berarti terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan BTA dangan hasil GeneXpert pada pasien suspek tuberkulosis di RSUD Wangaya Kota Denpasar.
Hal ini menunjukkan semakin banyak positif hasil sputum BTA, semakin tinggi pula hasil positif pada pemeriksaan GeneXpert.
Hasil pemeriksaan sputum BTA didapatkan negatif namun memberikan hasil yang positif di pemeriksaan dengan metode GeneXpert.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode diagnosis tuberkulosis yang lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit ini.

Related Results

PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
Gambaran Status Gizi Pasien Tuberkulosis Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Gambaran Status Gizi Pasien Tuberkulosis Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang
AbstrakPrevalensi kejadian tuberkulosis pada anak di Sumatera Barat cukup tinggi, salah satu faktor risikonya adalah status gizi. Anak dengan gizi buruk akan mengakibatkan kekurusa...
Encefalopati uremikum pada pasien gagal ginjal: Laporan kasus
Encefalopati uremikum pada pasien gagal ginjal: Laporan kasus
Background: Patients with kidney failure often experience clinical symptoms related to fluid and electrolyte imbalance, anemia, malnutrition, and gastrointestinal disorders. One of...
Efek Pandemi Covid-19 terhadap Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler Kasus Tuberculosis Paru di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli
Efek Pandemi Covid-19 terhadap Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler Kasus Tuberculosis Paru di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli
Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya perbedaan pemeriksaan TCM kasus TB Paru, diagnosis TB Paru dan kasus TB Paru resisten rifamfisin sebelum dan selama pandemi COVID-19 di RS...
RNA-Seq Reveals Function of Bta-miR-149-5p in the Regulation of Bovine Adipocyte Differentiation
RNA-Seq Reveals Function of Bta-miR-149-5p in the Regulation of Bovine Adipocyte Differentiation
Intramuscular fat is a real challenge for the experts of animal science to improve meat quality traits. Research on the mechanism of adipogenesis provides invaluable information fo...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU BTA POSITIF
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU BTA POSITIF
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan mayarakat di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini sering menyerang paru-paru, namun jug...
Hubungan Fase Pengobatan Tuberkulosis dengan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cakranegara
Hubungan Fase Pengobatan Tuberkulosis dengan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cakranegara
Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan kasus Tuberkulosis tertinggi nomor tiga di dunia. Infeksi TB dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan perubahan metabolisme tub...
Hubungan Leukopenia dengan Tingkat Keparahan Demam Berdarah Dengue pada Anak di RSUD Wangaya Denpasar pada Januari-Agustus 2021
Hubungan Leukopenia dengan Tingkat Keparahan Demam Berdarah Dengue pada Anak di RSUD Wangaya Denpasar pada Januari-Agustus 2021
Demam berdarah dengue (DBD) yaitu penyakit yang harus selalu diwaspadai tiap tahunnya khususnya pada anak-anak karena anak-anak lebih rentan terkena infeksi dengue berat. Hal ini d...

Back to Top