Javascript must be enabled to continue!
Sindrom Pernapasan Akut Parah Akibat Infeksi Virus Corona-2 (Sars Cov-2) pada Kucing Bengal
View through CrossRef
Sindrom pernapasan akut yang parah coronavirus-2 (SARS CoV-2) adalah agen etiologi covid-19 merupakan agen jenis baru yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi pada manusia atau hewan, juga tidak terkait dengan virus corona kucing (FCoV) yang umum terjadi terkait dengan infeksi peritonitis kucing. Seekor kucing bengal betina steril bernama Inka berumur 8 tahun 7 bulan dengan bobot 5,45 kg dibawa ke klinik dengan keadaan terdapat luka terbuka di dekat anus dan ekor. Setelah 5 hari perawatan di klinik, kucing mengalami gejala bersin, batuk, adanya leleran pada mata, dan juga terdapat perubahan pada konsistensi feses. Pemeriksaan hematologi rutin ditemukan peningkatan jumlah total leukosit dan neutrofil serta penurunan platelet. Pada pemeriksaan biokimia darah ditemukan kenaikan aktiva Alanine Aminotransferase. Hasil pemeriksaan rapid tes antigen dan Reverse Trancription Polymerase Chain Reaction menunjukkan kucing positif SARS Cov-2. Berdasarkan anamesis, gejala klinis dan pemeriksaan laboratoris kucing didiagnosis SARS Cov-2. Penanganan yang dilakukan dengan memberikan nebulasi Ventolin® sebanyak 1,25mL, Pulmicort® sebanyak tiga tetes, dan gentamycin 0,1 mL. Kucing mengalami perbaikan klinis pada hari ke-21 dan dinyatakan sembuh dari SARS Cov-2 pada hari ke-32.
Institut Pertanian Bogor
Title: Sindrom Pernapasan Akut Parah Akibat Infeksi Virus Corona-2 (Sars Cov-2) pada Kucing Bengal
Description:
Sindrom pernapasan akut yang parah coronavirus-2 (SARS CoV-2) adalah agen etiologi covid-19 merupakan agen jenis baru yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi pada manusia atau hewan, juga tidak terkait dengan virus corona kucing (FCoV) yang umum terjadi terkait dengan infeksi peritonitis kucing.
Seekor kucing bengal betina steril bernama Inka berumur 8 tahun 7 bulan dengan bobot 5,45 kg dibawa ke klinik dengan keadaan terdapat luka terbuka di dekat anus dan ekor.
Setelah 5 hari perawatan di klinik, kucing mengalami gejala bersin, batuk, adanya leleran pada mata, dan juga terdapat perubahan pada konsistensi feses.
Pemeriksaan hematologi rutin ditemukan peningkatan jumlah total leukosit dan neutrofil serta penurunan platelet.
Pada pemeriksaan biokimia darah ditemukan kenaikan aktiva Alanine Aminotransferase.
Hasil pemeriksaan rapid tes antigen dan Reverse Trancription Polymerase Chain Reaction menunjukkan kucing positif SARS Cov-2.
Berdasarkan anamesis, gejala klinis dan pemeriksaan laboratoris kucing didiagnosis SARS Cov-2.
Penanganan yang dilakukan dengan memberikan nebulasi Ventolin® sebanyak 1,25mL, Pulmicort® sebanyak tiga tetes, dan gentamycin 0,1 mL.
Kucing mengalami perbaikan klinis pada hari ke-21 dan dinyatakan sembuh dari SARS Cov-2 pada hari ke-32.
Related Results
KOTA SEHAT SEBAGAI STRATEGI MENGAHADAPI COVID-19 BERDASARKAN STRUKTUR RUANG PERENCANAAN PERKOTAAN (STUDI KASUS: KOTA MATARAM)
KOTA SEHAT SEBAGAI STRATEGI MENGAHADAPI COVID-19 BERDASARKAN STRUKTUR RUANG PERENCANAAN PERKOTAAN (STUDI KASUS: KOTA MATARAM)
Abstrak: Indonesia sedang menghadapi masalah yang cukup serius, seperti halnya salah satu kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Kota Mataram yang juga sedang menghadapi penyeb...
Makalah Penyakit Menular Dan Covid-19 (Vania X MIA 3)
Makalah Penyakit Menular Dan Covid-19 (Vania X MIA 3)
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan hewa...
From SARS and MERS CoVs to SARS‐CoV‐2: Moving toward more biased codon usage in viral structural and nonstructural genes
From SARS and MERS CoVs to SARS‐CoV‐2: Moving toward more biased codon usage in viral structural and nonstructural genes
AbstractBackgroundSevere acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS‐CoV‐2) is an emerging disease with fatal outcomes. In this study, a fundamental knowledge gap question is to...
Performance characteristics of the VIDAS® SARS-COV-2 IgM and IgG serological assays
Performance characteristics of the VIDAS® SARS-COV-2 IgM and IgG serological assays
ABSTRACTThe COVID-19 pandemic, caused by the new severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), continues to spread worldwide. Serological testing for SARS-CoV-2-spe...
EPD Electronic Pathogen Detection v1
EPD Electronic Pathogen Detection v1
Electronic pathogen detection (EPD) is a non - invasive, rapid, affordable, point- of- care test, for Covid 19 resulting from infection with SARS-CoV-2 virus. EPD scanning techno...
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Kucing merupakan salah satu hewan terlucu dan banyak digemari oleh banyak orang. Kucing bisa dijadikan teman dan penghilang stress oleh pencinta kucing karena tingkah lakunya yang ...
SARS-CoV-2 within-host diversity of human hosts and its implications for viral immune evasion
SARS-CoV-2 within-host diversity of human hosts and its implications for viral immune evasion
ABSTRACT
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is continuously evolving, bringing great challenges to the control of the virus. In the...
The emerging SARS‐CoV‐2 papain‐like protease: Its relationship with recent coronavirus epidemics
The emerging SARS‐CoV‐2 papain‐like protease: Its relationship with recent coronavirus epidemics
AbstractThe papain‐like protease (PLpro) is an important enzyme for coronavirus polyprotein processing, as well as for virus‐host immune suppression. Previous studies reveal that a...

