Javascript must be enabled to continue!
Validitas dan Reliabilitas Pengukuran Posisi Horizontal Menton dalam Penilaian Kesimetrisan Mandibulofasial (Kajian Sefalometri Postero-Anterior)
View through CrossRef
Latar belakang : Pengukuran sefalometri melibatkan penentuan titik-titik anatomis secara objektif namun juga dapat melibatkan subjektifitas pengukur dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran. Dalam hal ini dibutuhkan pengujian untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas pengukuran yang baik sehingga analisis dari hasil pengukuran dinilai akurat dan layak. Perkembangan radiografi digital yang didukung dengan perangkat lunak memudahkan operator dalam interpretasi hasil pencitraan radiografi secara kuantitatif dan kualitatif. Metode : Titik Menton (Me) merupakan titik anatomis yang sering dipakai sebagai acuan bagi penentuan kesimetrisan wajah secara horizontal pada sefalogram Postero-Anterior. Untuk membuktikan validitas pengukuran, dilakukan uji kesesuaian pada kelompok asimetri, kelompok simetri dan kelompok gabungan atas pengukuran posisi menton terhadap MSR (Mid Sagital Reference). Penelitian ini menggunakan 8 sampel simetris dan 8 sampel asimetris yang diukur oleh peneliti utama dan dibandingkan dengan peneliti baku emas (uji inter-observer). Dilakukan pula uji intra-observer dimana peneliti utama melakukan pengukuran sebanyak dua kali untuk mendapatkan bukti reliabilitas pengukuran. Hasil : Uji kesesuaian Bland Altman menunjukan bahwa hasil pengukuran menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik (p>0,05) untuk semua pengukuran baik inter-observer dan intra-observer Kesimpulan : Hasil pengukuran dapat digunakan sebagai studi awal untuk penelitian lanjutan dengan menentukan reliabilitas titik-titik anatomis yang dibutuhkan dalam analisis kasus asimetri mandibulofasial.
Cephalometric measurements objectively determine anatomical points but it can also involve measuring subjectivity with factors that can influence measurement results. In this case a test is needed to obtain good validity and reliability of measurements so that the analysis of the measurement results is considered accurate and feasible. The development of digital radiography supported by software makes it easier for operators to interpret quantitative and qualitative radiographic imaging results. Menton Point (Me) is an anatomical point that is often used as a reference for horizontal facial symmetry in the posteroanteriorcephalogram. To prove the validity of the measurement, a suitability test was conducted in asymmetry group, symmetry group, and combined group to determine the position of the menton to MSR (Mid Sagital Reference). This study used 8 symmetrical samples and 8 asymmetrical samples measured by the main researchers and compared with the gold standard researchers (inter-observer test). An intra-observer test was also conducted where the main researcher made measurements twice to obtain the reliability of the measurement. The Bland Altman suitability test was used and the measurement results showed both measurements inter-observer and intra-observer demontrated good validity and reliability (p> 0.05) The measurement results could be used as a preliminary study for further research by determining point reliability anatomical points needed in the analysis of mandibulofacial asymmetry.
Universitas Sumatera Utara
Title: Validitas dan Reliabilitas Pengukuran Posisi Horizontal Menton dalam Penilaian Kesimetrisan Mandibulofasial (Kajian Sefalometri Postero-Anterior)
Description:
Latar belakang : Pengukuran sefalometri melibatkan penentuan titik-titik anatomis secara objektif namun juga dapat melibatkan subjektifitas pengukur dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.
Dalam hal ini dibutuhkan pengujian untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas pengukuran yang baik sehingga analisis dari hasil pengukuran dinilai akurat dan layak.
Perkembangan radiografi digital yang didukung dengan perangkat lunak memudahkan operator dalam interpretasi hasil pencitraan radiografi secara kuantitatif dan kualitatif.
Metode : Titik Menton (Me) merupakan titik anatomis yang sering dipakai sebagai acuan bagi penentuan kesimetrisan wajah secara horizontal pada sefalogram Postero-Anterior.
Untuk membuktikan validitas pengukuran, dilakukan uji kesesuaian pada kelompok asimetri, kelompok simetri dan kelompok gabungan atas pengukuran posisi menton terhadap MSR (Mid Sagital Reference).
Penelitian ini menggunakan 8 sampel simetris dan 8 sampel asimetris yang diukur oleh peneliti utama dan dibandingkan dengan peneliti baku emas (uji inter-observer).
Dilakukan pula uji intra-observer dimana peneliti utama melakukan pengukuran sebanyak dua kali untuk mendapatkan bukti reliabilitas pengukuran.
Hasil : Uji kesesuaian Bland Altman menunjukan bahwa hasil pengukuran menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik (p>0,05) untuk semua pengukuran baik inter-observer dan intra-observer Kesimpulan : Hasil pengukuran dapat digunakan sebagai studi awal untuk penelitian lanjutan dengan menentukan reliabilitas titik-titik anatomis yang dibutuhkan dalam analisis kasus asimetri mandibulofasial.
Cephalometric measurements objectively determine anatomical points but it can also involve measuring subjectivity with factors that can influence measurement results.
In this case a test is needed to obtain good validity and reliability of measurements so that the analysis of the measurement results is considered accurate and feasible.
The development of digital radiography supported by software makes it easier for operators to interpret quantitative and qualitative radiographic imaging results.
Menton Point (Me) is an anatomical point that is often used as a reference for horizontal facial symmetry in the posteroanteriorcephalogram.
To prove the validity of the measurement, a suitability test was conducted in asymmetry group, symmetry group, and combined group to determine the position of the menton to MSR (Mid Sagital Reference).
This study used 8 symmetrical samples and 8 asymmetrical samples measured by the main researchers and compared with the gold standard researchers (inter-observer test).
An intra-observer test was also conducted where the main researcher made measurements twice to obtain the reliability of the measurement.
The Bland Altman suitability test was used and the measurement results showed both measurements inter-observer and intra-observer demontrated good validity and reliability (p> 0.
05) The measurement results could be used as a preliminary study for further research by determining point reliability anatomical points needed in the analysis of mandibulofacial asymmetry.
Related Results
Validitas dan reliabilitas instrumen asesmen kinerja literasi sains pelajaran fisika berbasis STEM
Validitas dan reliabilitas instrumen asesmen kinerja literasi sains pelajaran fisika berbasis STEM
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan asesmen kinerja literasi sains berbasis STEM pada pembelajaran fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungk...
Pengembangan Panduan Observasi Keterampilan Stimulasi Literasi
Pengembangan Panduan Observasi Keterampilan Stimulasi Literasi
Masih minimnya penelitian tentang perkembangan literasi pada anak usia dini membuat peneliti tertarik mengembangkan panduan dalam melakukan observasi keterampilan stimulasi literas...
Kreativiti Dalam Rekaan Fesyen Dan Pakaian: Tinjauan Sistematik
Kreativiti Dalam Rekaan Fesyen Dan Pakaian: Tinjauan Sistematik
Konsep dan amalan peramal fesyen terhadap elemen kreativiti amat signifikan dalam memupuk pemikiran kreatif dan kritis dalam menyelesaikan setiap masalah. Kertas tinjauan sistemati...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
PENGARUH POSISI JONGKOK PADA KALA II PERSALINAN
PENGARUH POSISI JONGKOK PADA KALA II PERSALINAN
Posisi persalinan dapat meningkatkan kenyamanan dengan merangsang reseptor di otak yang menurunkan persepsi nyeri akibat kontraksi uterus sehingga hal ini dapat mempercepat persali...
PENGUKURAN RESPONS ESTETIK SISWA DENGAN SEMANTIC DIFFERENTIAL
PENGUKURAN RESPONS ESTETIK SISWA DENGAN SEMANTIC DIFFERENTIAL
Penelitian ini bertujuan menemukan dan mengungkap karakteristik instrumen pengukuran respons estetik, yang dapat digunakan untuk mengukur respons siswa terhadap karya seni rupa (lu...
PENGEMBANGAN INSTRUMEN LIFE SKILLS SISWA
PENGEMBANGAN INSTRUMEN LIFE SKILLS SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen life skills siswa. Instrumen pengukuran life skills siswa berupa seperangkat instrumen non tes penilaian diri (self report) d...
PENYUSUNAN BATTERY TEST OLAHRAGA BOLA VOLI
PENYUSUNAN BATTERY TEST OLAHRAGA BOLA VOLI
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sebuah tes keterampilan untuk cabang olahraga bola voli. Tes keterampilan terdiri dari tes individu dan kelompok. Tes keteramp...

