Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STUDI KASUS PENERAPAN PUASA INTERMITEN UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS

View through CrossRef
Jumlah penderita penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus (DM) semakin meningkat dan mempengaruhi banyak generasi dalam satu keluarga. Peningkatan kasus yang disertai dengan manajemen kadar glukosa darah yang tidak memadai dapat menimbulkan risiko komplikasi dan kematian yang signifikan. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah penerapan puasa intermiten. Puasa intermiten adalah siklus pola makan antara periode puasa dan makan, saat berpuasa tidak diperbolehkan mengkonsumsi cairan yang dapat memicu insulin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan disertai penerapan praktek berbasis bukti. Puasa intermiten dilaksanakan selama 3 hari dengan total puasa perhari kurang lebih 16 jam. Hasil menunjukkan penurunan kadar gula darah menjadi 113 mg/dl yang sebelumnya 540 mg/dl. Selain itu penting dilakukan edukasi guna meningkatkan partisipasi keluarga untuk pengendalian gula darah pada anggota keluarga yang mengalami diabetes melitus.   Kata kunci: asuhan keperawatan, diabetes melitus (DM), puasa intermiten, keluarga
Title: STUDI KASUS PENERAPAN PUASA INTERMITEN UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS
Description:
Jumlah penderita penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus (DM) semakin meningkat dan mempengaruhi banyak generasi dalam satu keluarga.
Peningkatan kasus yang disertai dengan manajemen kadar glukosa darah yang tidak memadai dapat menimbulkan risiko komplikasi dan kematian yang signifikan.
Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah penerapan puasa intermiten.
Puasa intermiten adalah siklus pola makan antara periode puasa dan makan, saat berpuasa tidak diperbolehkan mengkonsumsi cairan yang dapat memicu insulin.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan disertai penerapan praktek berbasis bukti.
Puasa intermiten dilaksanakan selama 3 hari dengan total puasa perhari kurang lebih 16 jam.
Hasil menunjukkan penurunan kadar gula darah menjadi 113 mg/dl yang sebelumnya 540 mg/dl.
Selain itu penting dilakukan edukasi guna meningkatkan partisipasi keluarga untuk pengendalian gula darah pada anggota keluarga yang mengalami diabetes melitus.
  Kata kunci: asuhan keperawatan, diabetes melitus (DM), puasa intermiten, keluarga.

Related Results

Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus  adalah salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Upaya yang dapat d...
Pengaruh Program Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Keluarga terhadap Penurunan Kadar Gula Darah di Bekasi
Pengaruh Program Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Keluarga terhadap Penurunan Kadar Gula Darah di Bekasi
Diabetes Self Management Education merupakan suatu proses berkelanjutan yang dilakukan untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pasien Diabetes Melitus. Penelit...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIABETES MELITUS DI GIANYAR 2023
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIABETES MELITUS DI GIANYAR 2023
Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi ancaman di seluruh dunia dan memiliki risiko komplikasi penyakit lain seperti kardiovaskular. Pen...
Hubungan Stres dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Al-Ihsan Tahun 2024
Hubungan Stres dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Al-Ihsan Tahun 2024
Abstract. Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to cellular resistance to insulin. Proper blood glucose control is esse...
HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN MAGNESIUM DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA NAYU BARAT NUSUKAN SURAKARTA
HUBUNGAN ASUPAN SERAT DAN MAGNESIUM DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA NAYU BARAT NUSUKAN SURAKARTA
Lansia merupakan seseorang yang telah menginjak usia 60 tahun atau lebih. Lansia pada umumnya mengalami perubahan biologis dalam dirinya sehingga lebih mudah terkena masalah keseha...
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Health education and promotion about diabetes mellitus Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organizatio...
STATUS GIZI DAN KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA DI POSYANDU ABIYOSO POLKESBAYA
STATUS GIZI DAN KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA DI POSYANDU ABIYOSO POLKESBAYA
Currently, the percentage of the elderly population in Indonesia has increased much higher than in previous years.  As people age, their immune system decreases and they are more l...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...

Back to Top