Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

VIABILITAS POLEN DAN AKUMULASI CADANGAN MAKANAN DALAM BIJI PADI AKIBAT CEKAMAN SUHU TINGGI

View through CrossRef
Cekaman suhu tinggi merupakan salah satu cekaman lingkungan abiotik yang disebabkan oleh peningkatan suhu lingkungan akibat dari perubahan iklim. Budidaya di dataran rendah terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi seperti adanya musim kering yang panjang atau rentannya terhadap cekaman suhu tinggi. Fase booting dan pembungaan pada tanaman padi adalah fase yang paling sensitif terhadap suhu tinggi. Suhu tinggi selama kedua fase ini dapat menyebabkan kehampaan total. Selama tahap ini, stress akibat panas sangat memungkinkan untuk terjadinya strerilitas bunga, menurunnya kesuburan dan kehilangan hasil. Hal ini terutama disebabkan oleh menurunnya aktifitas serta perkecambahan polen, terbatasnya pertumbuhan tabung polen, rendahnya daya dehiscence polen, rendahnya polen yang mencapai kepala putik dan penyerbukan yang tidak sempurna. Temperatur secara langsung juga berperan terhadap perkembangan biji seperti pengisian biji dan laju produksi bahan kering pada biji. Suhu tinggi selama periode pengisian biji menyebabkan penurunan yang signifikan terhadap ukuran biji dan kandungan amilosa. Stres suhu tinggi selama tahap pemasakan memicu pengisian yang tidak seragam dan gangguan dalam biosintesis penyimpanan, yang menyebabkan pembentukan kapur Akibatnya, biji berkapur dengan mudah retak selama pemrosesan biji, yang menurunkan persentase beras kepala sebagai akibat dari peningkatan jumlah biji yang patah.
Fakultas Hukum Universitas Samudra
Title: VIABILITAS POLEN DAN AKUMULASI CADANGAN MAKANAN DALAM BIJI PADI AKIBAT CEKAMAN SUHU TINGGI
Description:
Cekaman suhu tinggi merupakan salah satu cekaman lingkungan abiotik yang disebabkan oleh peningkatan suhu lingkungan akibat dari perubahan iklim.
Budidaya di dataran rendah terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi seperti adanya musim kering yang panjang atau rentannya terhadap cekaman suhu tinggi.
Fase booting dan pembungaan pada tanaman padi adalah fase yang paling sensitif terhadap suhu tinggi.
Suhu tinggi selama kedua fase ini dapat menyebabkan kehampaan total.
Selama tahap ini, stress akibat panas sangat memungkinkan untuk terjadinya strerilitas bunga, menurunnya kesuburan dan kehilangan hasil.
Hal ini terutama disebabkan oleh menurunnya aktifitas serta perkecambahan polen, terbatasnya pertumbuhan tabung polen, rendahnya daya dehiscence polen, rendahnya polen yang mencapai kepala putik dan penyerbukan yang tidak sempurna.
Temperatur secara langsung juga berperan terhadap perkembangan biji seperti pengisian biji dan laju produksi bahan kering pada biji.
Suhu tinggi selama periode pengisian biji menyebabkan penurunan yang signifikan terhadap ukuran biji dan kandungan amilosa.
Stres suhu tinggi selama tahap pemasakan memicu pengisian yang tidak seragam dan gangguan dalam biosintesis penyimpanan, yang menyebabkan pembentukan kapur Akibatnya, biji berkapur dengan mudah retak selama pemrosesan biji, yang menurunkan persentase beras kepala sebagai akibat dari peningkatan jumlah biji yang patah.

Related Results

POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wil...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Evaluasi Plasma Nutfah Padi Gogo terhadap Cekaman Naungan
Evaluasi Plasma Nutfah Padi Gogo terhadap Cekaman Naungan
<p>Padi merupakan komoditas pertanian utama di Indonesia yang dapat tumbuh di berbagai ekosistem seperti lahan sawah, lahan rawa, dan lahan kering. Pemanfaatan lahan marjinal...
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Salah satu potensi sumber daya pakan lokal di daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yaitu dedak padi. Dedak padi merupakan hasil sampingan penggilingan padi menjadi beras ...
EFEK PENGOLAHAN KONVENSIONAL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BIJI KABAU (ARCHIDENDRON BUBALINUM)
EFEK PENGOLAHAN KONVENSIONAL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BIJI KABAU (ARCHIDENDRON BUBALINUM)
Biji kabau merupakan polong-polongan asli Indonesia yang memiliki kandungan protein tinggi. Namun, biji kabau juga memiliki kandungan anti gizi yang tinggi. Oleh karenanya, proses ...
Profil Lemak Darah Ayam Gaok dengan Penambahan Vitamin C pada Kondisi Cekaman Panas
Profil Lemak Darah Ayam Gaok dengan Penambahan Vitamin C pada Kondisi Cekaman Panas
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil lemak darah ayam Gaok pada kondisi cekaman panas dan dengan pemberian vitamin C pada pakan. Penelitian ini menggunakan 32 ekor ayam...
Pembentukan Koleksi Inti Plasma Nutfah Padi
Pembentukan Koleksi Inti Plasma Nutfah Padi
<p>Development of Rice Core Collection. Tiur S. Silitonga and Andari Risliawati. Rice genetic resources have been collected from almost all of the district in the provinces o...
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terdapat beberapa kendala yang mengganggu pada budidaya tanaman padi, sal...

Back to Top