Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN BUDAYA KARO “ARON DAN RUNGGU” OLEH KEPALA RUANGAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DI TIM KEPERAWATAN
View through CrossRef
Abstrak - Peran kepala ruangan dalam meningkatkan kinerja di tim keperawatan sangat menentukan keberhasilan tim dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. Dalam pelaksanaannya di tim keperawatan pasti ada ditemukan masalah baik dari antar perawat,dalam menghadapi pasien dan profesi lain,karena setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda,cara pandang yang berbeda dan sikap menghadapi masalahpasti berbeda,ada yang emosional,panik,diam,dan lain sebagainya. Disinilah peran kepala ruangan untuk mempengaruhi dan sebagai role model yang patut dicontoh oleh staf perawat dalam tim keperawatan. Kearifan lokal dari Suku Karo dapat diambil yaitu budaya aron dan runggu yang dapat diadopsi dalam pelaksanaannya. Budaya aron yaitu budaya tolong menolong,saling membantu. Kepala ruangan harus dapat membujuk dan mempengaruhi anggota perawatnya dengan sikap role model yang ditunjukkannya,kepala ruangan melibatkan diri dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sehingga budaya aron secara otomatis dapat masuk dan diterapkan dalam tim keperawatan. Dalam pengambilan keputusan,peran kepala ruangan juga sangat menentukan keberhasilan dalam pemberian asuhan keperawatan. Kearifan lokal yang dapat diambil adalah runggu. Budaya runggu adalah gaya kepemimpinan demokratis,dimana kepala ruangan selalu memberi kebebasan mengeluarkan pendapat,selalu melibatkan anggota perawat dalam pemecahan masalah,tetapi akhir keputusan selalu berada ditangan kepala ruangan dengan mempertimbangkan segala aspek baik dan buruk. Peran kepala ruangan dan staf perawat membutuhkan sikap profesional yang dapat dilihat dari kemampuannya dalam menerapkan karakteristik sikap CIH’HUY yaitu: Memiliki daya kreatifitas(Creative),Penuh Wawasan (Insight),Kerendahan Hati(Humble),Ramah Tamah(Hospitality),Kesatuan perasaan sebagai kesatuan tim kesehatan(Unity),dan Kebanggaan Akan Layanan Asuhan Keperawatan ( Yes I’m a Nurse). Tujuan dari kajian adalah untuk meningkatkan kinerja dalam tim keperawatan. Metode yang digunakan dengan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisa bagaimana perubahan yang terjadi dengan menerapkan budaya aron dan runggu dalam meningkatkan kinerja di tim keperawatan. Rekomendasi yang dapat disarankan kearifan lokal Suku Karo Aron dan Runggu dapat diadopsi oleh pemimpin tim keperawatan dalam menjalankan perannya sehingga hal positif yang bisa diterima adalah tim menjadi solid dan tercipta kekeluargaan dan keikhlasan dalam menjalan tugas serta semangat kerja tercipta sehingga mutu layanan dapat terwujud dari kinerja yang ditampilkan dari tim keperawatan.
Title: PENERAPAN BUDAYA KARO “ARON DAN RUNGGU” OLEH KEPALA RUANGAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DI TIM KEPERAWATAN
Description:
Abstrak - Peran kepala ruangan dalam meningkatkan kinerja di tim keperawatan sangat menentukan keberhasilan tim dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas.
Dalam pelaksanaannya di tim keperawatan pasti ada ditemukan masalah baik dari antar perawat,dalam menghadapi pasien dan profesi lain,karena setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda,cara pandang yang berbeda dan sikap menghadapi masalahpasti berbeda,ada yang emosional,panik,diam,dan lain sebagainya.
Disinilah peran kepala ruangan untuk mempengaruhi dan sebagai role model yang patut dicontoh oleh staf perawat dalam tim keperawatan.
Kearifan lokal dari Suku Karo dapat diambil yaitu budaya aron dan runggu yang dapat diadopsi dalam pelaksanaannya.
Budaya aron yaitu budaya tolong menolong,saling membantu.
Kepala ruangan harus dapat membujuk dan mempengaruhi anggota perawatnya dengan sikap role model yang ditunjukkannya,kepala ruangan melibatkan diri dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sehingga budaya aron secara otomatis dapat masuk dan diterapkan dalam tim keperawatan.
Dalam pengambilan keputusan,peran kepala ruangan juga sangat menentukan keberhasilan dalam pemberian asuhan keperawatan.
Kearifan lokal yang dapat diambil adalah runggu.
Budaya runggu adalah gaya kepemimpinan demokratis,dimana kepala ruangan selalu memberi kebebasan mengeluarkan pendapat,selalu melibatkan anggota perawat dalam pemecahan masalah,tetapi akhir keputusan selalu berada ditangan kepala ruangan dengan mempertimbangkan segala aspek baik dan buruk.
Peran kepala ruangan dan staf perawat membutuhkan sikap profesional yang dapat dilihat dari kemampuannya dalam menerapkan karakteristik sikap CIH’HUY yaitu: Memiliki daya kreatifitas(Creative),Penuh Wawasan (Insight),Kerendahan Hati(Humble),Ramah Tamah(Hospitality),Kesatuan perasaan sebagai kesatuan tim kesehatan(Unity),dan Kebanggaan Akan Layanan Asuhan Keperawatan ( Yes I’m a Nurse).
Tujuan dari kajian adalah untuk meningkatkan kinerja dalam tim keperawatan.
Metode yang digunakan dengan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisa bagaimana perubahan yang terjadi dengan menerapkan budaya aron dan runggu dalam meningkatkan kinerja di tim keperawatan.
Rekomendasi yang dapat disarankan kearifan lokal Suku Karo Aron dan Runggu dapat diadopsi oleh pemimpin tim keperawatan dalam menjalankan perannya sehingga hal positif yang bisa diterima adalah tim menjadi solid dan tercipta kekeluargaan dan keikhlasan dalam menjalan tugas serta semangat kerja tercipta sehingga mutu layanan dapat terwujud dari kinerja yang ditampilkan dari tim keperawatan.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
EMPOWERMENT KEPALA RUANGAN TERHADAP KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW
EMPOWERMENT KEPALA RUANGAN TERHADAP KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW
Abstract Backgound: Nurse competence can be influenced by the empowerment of head nurse. Empowerment is how head nurse conditions the climate and work culture in the nursing ward t...
PENERAPAN E-KINERJA DI DINAS PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA
PENERAPAN E-KINERJA DI DINAS PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA
<p>Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem Elektronik-Kinerja (e-kinerja) di Dinas Perdagangan kota Surakarta serta untuk mengetahui kendala dan solusi dari...
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan merupakan sebuah tonggak atau dasar bagi perawat untukmelakukan suatu asuhan keperawatan. Pasien datang ke fasilitas kesehatan tentu memilikikeluhan masing-mas...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO
PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Perkembangan Museum Karo Lingga di Desa Lingga Kabupaten Karo”. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui latar belakang s...
"PROSES KEPERAWATAN SEBAGAI METODE DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN"
"PROSES KEPERAWATAN SEBAGAI METODE DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN"
Latar belakang : Standar praktik keperawatan profesional di Indonesia telah dijabarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada tahun 2000. Standar tersebut mengacu pa...
SIFAT-SIFAT DALAM PROSES KEPERAWATAN
SIFAT-SIFAT DALAM PROSES KEPERAWATAN
Menurut Callista Roy (1976), keperawatan merupakan disiplin ilmu yang berorientasi kepadapratik keperawatan berdasarkan ilmu keperawatan, yang ditujukan untuk memberikanpelayanan k...

