Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Arahan Penataan Promenade Setu Babakan

View through CrossRef
Abstract. Arrangement directions need to be carried out in overcoming the lack of direction in structuring the promenade at Setu Babakan. The urgency of this research is based on the existence of an interest in policy urgency, urgency in Islamic values, and urgency of real problems. The existence of this problem makes an impetus in the emergence of a goal, namely the direction of a better promenade arrangement. The theory that is used as a reference for arranging this promenade uses the waterfront theory which has Betawi characteristic ornaments. The approach method taken is qualitative with data collection methods namely primary (field observations and interviews) and secondary (literature study). The analytical method used is comparative analysis, namely making comparisons between the existing conditions and the design principles of the waterfront area which are assessed based on the criteria. Based on the results of the analysis, it results that there is a different assessment between the existing conditions and the criteria applied in the design principles of the waterfront area so the direction for the arrangement of the Setu Babakan promenade is needed to become a recommendation for the direction of the arrangement. Abstrak. Arahan penataan perlu dilakukan dalam mengatasi kurangnya arahan dalam penataan promenade di Setu Babakan. Urgensi penelitian ini didasari pada adanya kepentingan dalam urgensi kebijakan, urgensi dalam nilai islam, dan urgensi masalah nyata. Adanya permasalahan ini menjadikan suatu dorongan dalam munculnya suatu tujuan yakni adanya arahan penataan promenade yang lebih baik. Teori yang dijadikan sebagai acuan untuk menata promenade ini menggunakan teori waterfront yang terdapat ornamen ciri khas Betawi. Metode pendekatan yang diambil yakni secara kualitatif dengan metode pengumpulan data yakni secara primer (observasi lapangan dan wawancara) dan sekunder (studi literatur). Metode analisis yang digunakan yakni analisis komparasi yaitu melakukan perbandingan antara kondisi eksisting dengan prinsip perancangan kawasan tepi air yang dinilai berdasarkan kriterianya. Berdasarkan hasil analisis menghasilkan bahwa terdapat penilaiannya yang berbeda antara kondisi eksisting dengan kriteria yang diterapkan dalam prinsip perancangan kawasan tepi air, sehingga adanya arahan penataan promenade Setu Babakan diperlukan untuk menjadi rekomendasi arahan penataan.
Title: Arahan Penataan Promenade Setu Babakan
Description:
Abstract.
Arrangement directions need to be carried out in overcoming the lack of direction in structuring the promenade at Setu Babakan.
The urgency of this research is based on the existence of an interest in policy urgency, urgency in Islamic values, and urgency of real problems.
The existence of this problem makes an impetus in the emergence of a goal, namely the direction of a better promenade arrangement.
The theory that is used as a reference for arranging this promenade uses the waterfront theory which has Betawi characteristic ornaments.
The approach method taken is qualitative with data collection methods namely primary (field observations and interviews) and secondary (literature study).
The analytical method used is comparative analysis, namely making comparisons between the existing conditions and the design principles of the waterfront area which are assessed based on the criteria.
Based on the results of the analysis, it results that there is a different assessment between the existing conditions and the criteria applied in the design principles of the waterfront area so the direction for the arrangement of the Setu Babakan promenade is needed to become a recommendation for the direction of the arrangement.
Abstrak.
Arahan penataan perlu dilakukan dalam mengatasi kurangnya arahan dalam penataan promenade di Setu Babakan.
Urgensi penelitian ini didasari pada adanya kepentingan dalam urgensi kebijakan, urgensi dalam nilai islam, dan urgensi masalah nyata.
Adanya permasalahan ini menjadikan suatu dorongan dalam munculnya suatu tujuan yakni adanya arahan penataan promenade yang lebih baik.
Teori yang dijadikan sebagai acuan untuk menata promenade ini menggunakan teori waterfront yang terdapat ornamen ciri khas Betawi.
Metode pendekatan yang diambil yakni secara kualitatif dengan metode pengumpulan data yakni secara primer (observasi lapangan dan wawancara) dan sekunder (studi literatur).
Metode analisis yang digunakan yakni analisis komparasi yaitu melakukan perbandingan antara kondisi eksisting dengan prinsip perancangan kawasan tepi air yang dinilai berdasarkan kriterianya.
Berdasarkan hasil analisis menghasilkan bahwa terdapat penilaiannya yang berbeda antara kondisi eksisting dengan kriteria yang diterapkan dalam prinsip perancangan kawasan tepi air, sehingga adanya arahan penataan promenade Setu Babakan diperlukan untuk menjadi rekomendasi arahan penataan.

Related Results

PENINGKATAN KUALITAS VISUAL LANSKAPJALAN DI SEMPADAN SETU BABAKAN PADA AREA WISATA SETU BABAKAN
PENINGKATAN KUALITAS VISUAL LANSKAPJALAN DI SEMPADAN SETU BABAKAN PADA AREA WISATA SETU BABAKAN
ABSTRAK.  Perkampungan Budaya Betawi (PBB) merupakan satu kawasan dengan komunitas yang ditumbuhkembangkan dengan Budaya Betawi meliputi hasil gagasan dan karya baik fisik maupun n...
PENGEMBANGAN DESAIN SIGNAGE SETU BABAKAN
PENGEMBANGAN DESAIN SIGNAGE SETU BABAKAN
AbstractSignage Design Development of Setu Babakan. Setu or “situ” means lake, while Babakan means wood fiber. Setu Babakan located at the Condet area, East Jakarta as a special ar...
ANALISIS NILAI EKONOMI PERIKANAN SETU PATOK DESA SETU PATOK, KECAMATAN MUNDU, KABUPATEN CIREBON
ANALISIS NILAI EKONOMI PERIKANAN SETU PATOK DESA SETU PATOK, KECAMATAN MUNDU, KABUPATEN CIREBON
Setu Patok is a small lake located in Setu Patok Village, Mundu Sub District, Cirebon Districts, West Java Province. Currently it is used as a source of agricultural irrigation, fi...
Belajar Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Kampung Adat Bena
Belajar Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Penataan Ruang Kampung Adat Bena
Penataan ruang merupakan salah satu unsur untuk mewujudkan kehidupan yang serasi. Penataan ruang dapat berpedoman pada hukum nasional maupun pada kearifan lokal. Tujuan penelitian ...
Keterpaduan Penataan Jalur Pejalan Kaki Di Jl. Urip Sumoharjo Dan Jl. Prof. Herman Yohanes Yogyakarta
Keterpaduan Penataan Jalur Pejalan Kaki Di Jl. Urip Sumoharjo Dan Jl. Prof. Herman Yohanes Yogyakarta
Jalur pejalan kaki pada Kawasan Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Prof. Herman Yohanes saat ini beralih dari fungsi yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki akan tetapi justru menjadi...
KEBIJAKAN INFORMASI GEOSPASIAL DALAM PENATAAN DESA
KEBIJAKAN INFORMASI GEOSPASIAL DALAM PENATAAN DESA
<p>Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, penataan desa meliputi pembentukan, penghapusan, penggabungan, perubahan status dan penetapan desa. Penataan desa me...
Pemberdayaan Kader Kesehatan Masyarakat dalam Perawatan Paliatif di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung
Pemberdayaan Kader Kesehatan Masyarakat dalam Perawatan Paliatif di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung
Tingginya angka kejadian penyakit paliatif di Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung dari tahun ke tahun membutuhkan suatu upaya promotif dan rehalibitatif dalam penanganan paliatif y...

Back to Top