Javascript must be enabled to continue!
PEMBIARAN PRASANGKA PADA MASYARAKAT RAWAN KONFLIK
View through CrossRef
"Status: Postprint"Kondisi keberagaman masyarakat Indonesia membuatnya dikenal sebagai bangsa paling plural di dunia. Secara positif hal ini menunjukkan kekayaan bangsa namun sisi negatif memunculkan antara lain kurangnya rasa saling mengenal identitas budaya lain di luar dirinya. Kuatnya akar tradisi pada masing-masing etnik berakibat munculnya semangat yang menyatakan bahwa kelompoknya lebih superior daripada kelompok etnik lain. Sikap ini dapat mendorong meningkatnya prasangka terhadap orang lain dan memiliki potensi menyalahkan orang lain melalui stereotipe, diskriminasi dan penciptaan jarak sosial. Prasangka adalah sikap kepada anggota kelompok tertentu yang semata-mata didasarkan pada keanggotaan mereka dalam kelompok (Baron & Byrne, 1991). Pada masyarakat rawan konflik seperti masyarkat Papua, ada kecendrungan untuk membiarkan stereotipe pada tiap etnik tertentu yang berujung pada prasangka negatif. Salah satu cara mengurangi prasangka etnik dengan menumbuhkan pemahaman lintas budaya yang yakni menerima keberagaman dan penghargaan akan perbedaan dan bersikap dan bertindak yang sesuai dengan situasi multietnik. Bentuk nyata pemahaman tersebut adalah terwujudnya komunikasi efektif antar kelompok.
Title: PEMBIARAN PRASANGKA PADA MASYARAKAT RAWAN KONFLIK
Description:
"Status: Postprint"Kondisi keberagaman masyarakat Indonesia membuatnya dikenal sebagai bangsa paling plural di dunia.
Secara positif hal ini menunjukkan kekayaan bangsa namun sisi negatif memunculkan antara lain kurangnya rasa saling mengenal identitas budaya lain di luar dirinya.
Kuatnya akar tradisi pada masing-masing etnik berakibat munculnya semangat yang menyatakan bahwa kelompoknya lebih superior daripada kelompok etnik lain.
Sikap ini dapat mendorong meningkatnya prasangka terhadap orang lain dan memiliki potensi menyalahkan orang lain melalui stereotipe, diskriminasi dan penciptaan jarak sosial.
Prasangka adalah sikap kepada anggota kelompok tertentu yang semata-mata didasarkan pada keanggotaan mereka dalam kelompok (Baron & Byrne, 1991).
Pada masyarakat rawan konflik seperti masyarkat Papua, ada kecendrungan untuk membiarkan stereotipe pada tiap etnik tertentu yang berujung pada prasangka negatif.
Salah satu cara mengurangi prasangka etnik dengan menumbuhkan pemahaman lintas budaya yang yakni menerima keberagaman dan penghargaan akan perbedaan dan bersikap dan bertindak yang sesuai dengan situasi multietnik.
Bentuk nyata pemahaman tersebut adalah terwujudnya komunikasi efektif antar kelompok.
Related Results
Prasangka Mahasiswa IAIN Pontianak terhadap Non-Muslim
Prasangka Mahasiswa IAIN Pontianak terhadap Non-Muslim
Studi tentang pengaruh mata kuliah Perbandingan Agama dalam merubah prasangka mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak sangat rel...
TELAAH KONFLIK DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE
TELAAH KONFLIK DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE
AbstrakRumusan masalah adalah bagaimanakah konflik-konflik, faktor penyebab konflik, dan penyelesaian konflik yang terdapat dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye be...
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana seharusnya menyelesaikan dan menghadapi konflik yang terjadi di tengah – tengah jemaat berdasarkan keteladanan rasul Pa...
Prasangka terhadap Homoseksual: Peran Fundamentalisme Agama dan Identitas Sosial
Prasangka terhadap Homoseksual: Peran Fundamentalisme Agama dan Identitas Sosial
Abstract—Indonesian society, which generally adheres to the notion of heteronormativity, views homosexuals as contrary to social norms.This beliefpromptedprejudice toward homosexua...
ANALISIS KONFLIK ANTARA DUA KELOMPOK PREMAN DI MAJALAYA
ANALISIS KONFLIK ANTARA DUA KELOMPOK PREMAN DI MAJALAYA
Perbedaan yang ada di masyarakat menjadi suatu keunikan yang perlu dijaga sekaligus merupakan ancaman bagi kesatuan bangsa. Perbedaan menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik...
Empati dan Prasangka terhadap Penyandang Disabilitas
Empati dan Prasangka terhadap Penyandang Disabilitas
Abstract— Stereo types toward persons with disability have resulted in many people having prejudice about persons with disability and committing discriminatory behavior. This negat...
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Konflik Sosial dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu Pendekatan Sosiologi Sastra
Konflik Sosial dalam Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu Pendekatan Sosiologi Sastra
Penelitian ini berfokus pada konflik sosial dan penyelesaian terhadap konflik novel Rintik Sedu berjudul Pukul Setengah Lima, adapun tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengana...

