Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Serat Buah Lontar dan Ekskreta Ayam terhadap Pemanfaatan Serat pada Ternak Kambing yang Mengkonsumsi Bothriochloa pertusa
View through CrossRef
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi ekstrak serat buah lontar dan ekskreta ayam terhadap pemanfaatan serat pada ternak kambing yang mengkonsumsi rumput Bothriochloa pertusa. Ternak yang digunakan adalah kambing kacang jantan sebanyak 4 ekor yang berumur 6-8 bulan dengan berat badan awal rata-rata 12,2kg (KV=17%). Metode yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RSBL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari BP = hay rumput Bothrichloa pertusa 40% + lamtoro 30% + konsentrat 30%, BPS = hay rumput Bothrichloa pertusa 40% + lamtoro 30% + konsentrat 20% + ekstrak buah lontar 10%, BPFA = hay rumput Bothrichloa pertusa 40% + lamtoro 30% + konsentrat 20% + ekskreta ayam 10%, dan BPSFA = hay rumput Bothrichloa pertusa 40% + lamtoro 30% + konsentrat 20% + ekstrak buah lontar 5% + ekskreta ayam 5%. Parameter yang diukur terdiri dari konsumsi dan kecernaan serat kasar, konsentrasi VFA(volatile fatty acid) rumen, dan glukosa darah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan kombinasi ekstrak buah lontar dan ekskreta ayam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar, kadar glukosa darah, namun cenderung meningkat (P=0,08) konsentrasi VFA rumen. Disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi ekstrak buah lontar dan ekskreta ayam tidak mempengaruhi konsumsi dan kecernaan serat kasar, kadar glukosa darah tetapi cenderung meningkatkan konsentrasi VFA pada ternak kambing yang mengkonsumsi rumput Bothriochloa pertusa.
This study aims to determine the effect of using a combination of lontar fruit extract and chicken excreta on fiber utilization in goats that intake Bothriochloa pertusa grass. The livestock used were 4 male peanut goats aged 6-8 months with an average initial body weight of 12.2 kg (KV=17%). The experiment with design with Latin Square Design with 4 treatments and 4 treatments which consisted of BP = Bothrichloa pertusa grass hay 40% + lamtoro 30% + concentrate 30%, BPS = Bothrichloa pertusa grass hay 40% + lamtoro 30% + 20% concentrate + palm fruit extract 10%, BPFA = Bothrichloa pertusa grass hay 40% + lamtoro 30% + 20% concentrate + chicken excreta 10%, and BPSFA = Bothrichloa pertusa grass hay 40% + lamtoro 30% + 20% concentrate + lontar fruit extract 5% + chicken excreta 5%. The parameters observed were crude fiber intake and digestibility, intake of digestible crude fiber, VFA concentration rumen(volatile fatty acid) and blood glucose levels. Results showed that combined of lontar fruit extract and chicken excreta had no real effect (P>0.05) on crude fiber intake and digestibility, blood glucose consentration. But it tends to increase (P=0.05) at concentration of VFA rumen. It was concluded that the combination of lontar fruit extract and chicken excreta have no increase the of crude fiber intake and digestibility, blood glucose consentration but tends to increase at VFA concentration in goats that intake Bothriochloa pertusa grass.
Perpustakaan Universitas Nusa Cendana
Title: Pengaruh Kombinasi Ekstrak Serat Buah Lontar dan Ekskreta Ayam terhadap Pemanfaatan Serat pada Ternak Kambing yang Mengkonsumsi Bothriochloa pertusa
Description:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi ekstrak serat buah lontar dan ekskreta ayam terhadap pemanfaatan serat pada ternak kambing yang mengkonsumsi rumput Bothriochloa pertusa.
Ternak yang digunakan adalah kambing kacang jantan sebanyak 4 ekor yang berumur 6-8 bulan dengan berat badan awal rata-rata 12,2kg (KV=17%).
Metode yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RSBL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari BP = hay rumput Bothrichloa pertusa 40% + lamtoro 30% + konsentrat 30%, BPS = hay rumput Bothrichloa pertusa 40% + lamtoro 30% + konsentrat 20% + ekstrak buah lontar 10%, BPFA = hay rumput Bothrichloa pertusa 40% + lamtoro 30% + konsentrat 20% + ekskreta ayam 10%, dan BPSFA = hay rumput Bothrichloa pertusa 40% + lamtoro 30% + konsentrat 20% + ekstrak buah lontar 5% + ekskreta ayam 5%.
Parameter yang diukur terdiri dari konsumsi dan kecernaan serat kasar, konsentrasi VFA(volatile fatty acid) rumen, dan glukosa darah.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan kombinasi ekstrak buah lontar dan ekskreta ayam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan serat kasar, kadar glukosa darah, namun cenderung meningkat (P=0,08) konsentrasi VFA rumen.
Disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi ekstrak buah lontar dan ekskreta ayam tidak mempengaruhi konsumsi dan kecernaan serat kasar, kadar glukosa darah tetapi cenderung meningkatkan konsentrasi VFA pada ternak kambing yang mengkonsumsi rumput Bothriochloa pertusa.
This study aims to determine the effect of using a combination of lontar fruit extract and chicken excreta on fiber utilization in goats that intake Bothriochloa pertusa grass.
The livestock used were 4 male peanut goats aged 6-8 months with an average initial body weight of 12.
2 kg (KV=17%).
The experiment with design with Latin Square Design with 4 treatments and 4 treatments which consisted of BP = Bothrichloa pertusa grass hay 40% + lamtoro 30% + concentrate 30%, BPS = Bothrichloa pertusa grass hay 40% + lamtoro 30% + 20% concentrate + palm fruit extract 10%, BPFA = Bothrichloa pertusa grass hay 40% + lamtoro 30% + 20% concentrate + chicken excreta 10%, and BPSFA = Bothrichloa pertusa grass hay 40% + lamtoro 30% + 20% concentrate + lontar fruit extract 5% + chicken excreta 5%.
The parameters observed were crude fiber intake and digestibility, intake of digestible crude fiber, VFA concentration rumen(volatile fatty acid) and blood glucose levels.
Results showed that combined of lontar fruit extract and chicken excreta had no real effect (P>0.
05) on crude fiber intake and digestibility, blood glucose consentration.
But it tends to increase (P=0.
05) at concentration of VFA rumen.
It was concluded that the combination of lontar fruit extract and chicken excreta have no increase the of crude fiber intake and digestibility, blood glucose consentration but tends to increase at VFA concentration in goats that intake Bothriochloa pertusa grass.
Related Results
Pola Pertumbuhan dan Perkembangan Morfologi Rumput Kume ( Sorghum plumosum var. Timorense ) dan Bothriochloa Pertusa yang Ditanam secara Monokultur maupun Campuran
Pola Pertumbuhan dan Perkembangan Morfologi Rumput Kume ( Sorghum plumosum var. Timorense ) dan Bothriochloa Pertusa yang Ditanam secara Monokultur maupun Campuran
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan perkembangan morfologi Rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan Bothriochloa pertusa yang ditanam se...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pengaruh Umur Panen Terhadap Produksi Bahan Kering dan Komposisi Kimia Hijauan pada Pertanaman Campuran Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa dan Pueraria phaseoloides
Pengaruh Umur Panen Terhadap Produksi Bahan Kering dan Komposisi Kimia Hijauan pada Pertanaman Campuran Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa dan Pueraria phaseoloides
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh umur panen terhadap produksi bahan kering dan komposisi kimia hijauan pada pertanaman campuran Sorghum plumosum, Botriochloa pertusa...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN BATU KELIANG UTARA LOMBOK TENGAH
INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN BATU KELIANG UTARA LOMBOK TENGAH
Populasi ternak kambing di Kecamatan Batu Keliang Utara Lombok Tengah tercatat hanya sekitar 873 ekor. Masyarakat Batu Kliang Utara menginginkan pengembangan ternak yang berbasis ...
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Tanaman jambu kristal merupakan tanaman yang saat ini sedang menjadi primadona para petani di Kabupaten Kebumen sehingga banyak sekali petani yang menanamnya dalam skala luas seper...

