Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Logika Empirisme Ibnu Taimiyyah

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menggali prinsip-prinsip dasar logika empirisme Ibnu Taimiyyah dan melihat relevansi dari konstruksi logika Ibnu Taimiyyah tersebut terhadap stabilisasi epistemologi Islam. Bukan tanpa sebab, pasalnya Islam yang memiliki nilai “shalih likulli zaman wa makan” meniscayakan perkembangan keilmuan Islam yang dinamis dan adaptable dengan tuntutan perkembangan zaman yang untuk merealisasikannya, keilmuan Islam tidak bisa mengambil jarak terhadap hal-hal yang menyangkut wilayah historis-empiris. Hingga pada akhirnya akan meneguhkan ilmu-ilmu keislaman sebagai keilmuan yang dinamis yang tidak hanya berhenti dalam ranah normatif-spekulatif-intuitif namun juga menjangkau wilayah rasional, supra-rasional, dan historis-empiris. Oleh karenanya penelitian kepustakaan ini mengacu kepada dua karya Ibnu Taimiyyah, “Naqdh al-Manthiq” dan “al-Radd ‘ala al-Manthiqiyyin” yang memuat kritiknya terhadap logika formal Aristotelian. Selanjutnya, gagasan yang termuat dalam dua karya terebut akan dianalisis menggunakan pendekatan historis dan filosofis-epistemologis untuk menjawab tujuan dari penelitian ini. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, pertama, latar historis keilmuan sebelum dan saat masa Ibnu Taimiyyah hidup menjadi faktor yang mempengaruhi konstruksi logika empirismenya. Kedua, mengenai logika empirisme terebut, Ibnu Taimiyyah melihat bahwa hakikat dari realitas kealaman adalah segala sesuatu sejauh ia bersifat partikular-konkret, yang untuk menangkapnya diperlukan penalaran induktif yang berupa observasi indrawi, silogisme partikular dan penalaran analogis. Ketiga, logika empirisme Ibnu Taimiyyah tersebut memiliki relevansi terhadap stabilisasi epistemologi Islam untuk melahirkan ilmu-ilmu keislaman yang komperhensif dan dinamis.
Title: Logika Empirisme Ibnu Taimiyyah
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menggali prinsip-prinsip dasar logika empirisme Ibnu Taimiyyah dan melihat relevansi dari konstruksi logika Ibnu Taimiyyah tersebut terhadap stabilisasi epistemologi Islam.
Bukan tanpa sebab, pasalnya Islam yang memiliki nilai “shalih likulli zaman wa makan” meniscayakan perkembangan keilmuan Islam yang dinamis dan adaptable dengan tuntutan perkembangan zaman yang untuk merealisasikannya, keilmuan Islam tidak bisa mengambil jarak terhadap hal-hal yang menyangkut wilayah historis-empiris.
Hingga pada akhirnya akan meneguhkan ilmu-ilmu keislaman sebagai keilmuan yang dinamis yang tidak hanya berhenti dalam ranah normatif-spekulatif-intuitif namun juga menjangkau wilayah rasional, supra-rasional, dan historis-empiris.
Oleh karenanya penelitian kepustakaan ini mengacu kepada dua karya Ibnu Taimiyyah, “Naqdh al-Manthiq” dan “al-Radd ‘ala al-Manthiqiyyin” yang memuat kritiknya terhadap logika formal Aristotelian.
Selanjutnya, gagasan yang termuat dalam dua karya terebut akan dianalisis menggunakan pendekatan historis dan filosofis-epistemologis untuk menjawab tujuan dari penelitian ini.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah, pertama, latar historis keilmuan sebelum dan saat masa Ibnu Taimiyyah hidup menjadi faktor yang mempengaruhi konstruksi logika empirismenya.
Kedua, mengenai logika empirisme terebut, Ibnu Taimiyyah melihat bahwa hakikat dari realitas kealaman adalah segala sesuatu sejauh ia bersifat partikular-konkret, yang untuk menangkapnya diperlukan penalaran induktif yang berupa observasi indrawi, silogisme partikular dan penalaran analogis.
Ketiga, logika empirisme Ibnu Taimiyyah tersebut memiliki relevansi terhadap stabilisasi epistemologi Islam untuk melahirkan ilmu-ilmu keislaman yang komperhensif dan dinamis.

Related Results

Hubungan Kecerdasan Logika Dengan Literasi Numerasi Berbasis Gender
Hubungan Kecerdasan Logika Dengan Literasi Numerasi Berbasis Gender
Indonesia's low numeracy literacy skills have become a significant concern, particularly with the PISA results indicating low rankings in numeracy competencies. Numeracy literacy, ...
Logika Kristen
Logika Kristen
Logika Kristen merupakan topik penting yang perlu mendapat kajian yang serius. Hal ini nyata dengan dijadikannya matakuliah Logika sebagai matakuliah wajib di Sekolah Tinggi Teolog...
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 32 No. 1 Februari 2022
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 32 No. 1 Februari 2022
Pembaca yang Budiman,Dewan Redaksi Jurnal Filsafat sedang melakukan langkah perubahan strategis setelah memperoleh kembali Akreditasi Nasional Peringkat Sinta 2, yakni melakukan pe...
LOGIKA DAN PENALARAN DALAM PERSPEKTIF ILMU PENGETAHUAN
LOGIKA DAN PENALARAN DALAM PERSPEKTIF ILMU PENGETAHUAN
Logika adalah suatu cabang filsafat yang membahas tentang aturan-aturan, asas-sasa, hukum-hukum dan metode  atau prosedur dalam mencapai pengetahuan secara rasional dan benar, juga...
Penerapan Metode Logika Fuzzy Sugeno untuk Optimasi Persediaan Stok Masker pada Apotek Intravena
Penerapan Metode Logika Fuzzy Sugeno untuk Optimasi Persediaan Stok Masker pada Apotek Intravena
Manajemen stok masker merupakan komponen paling penting dalam keberhasilan penyediaan alat pelindung diri dalam lingkungan medis. Persediaan masker yang tidak memadai dapat mengaki...
PERANAN ANALISIS SWOT DALAM PENINGKATAN PELAYANAN STIE IBNU SINA BATAM TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA
PERANAN ANALISIS SWOT DALAM PENINGKATAN PELAYANAN STIE IBNU SINA BATAM TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan STIE Ibnu Sina Batam terhadap mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis SWOT di STIE Ibnu Si...
AVERROISME DAN PENGARUH FILSAFAT ISLAM KE BARAT
AVERROISME DAN PENGARUH FILSAFAT ISLAM KE BARAT
Averroisme adalah filsafat Ibnu Rusyd sebagaimana berkembang di Dunia Barat, yaitu suatu mazhab filsafat di abad pertengahan yang dinisbatkan pada pemikiran dan karya-karya Ibnu Ru...
OBLIGATION TO ATTEND WITNESS IN RELIGIOUS COURTS AND ITS RELEVANCE TO IBNU HAZM'S VIEWS
OBLIGATION TO ATTEND WITNESS IN RELIGIOUS COURTS AND ITS RELEVANCE TO IBNU HAZM'S VIEWS
Divorce is a way out provided by Islamic law and its position as an emergency exit in family problems that cannot be resolved, so that if the marriage continues and is forced it wi...

Back to Top